LIGA INGGRIS

Blok Tinggi hingga Rendah, Manchester United Tak Masalah

Tidak ada lagi keraguan yang tersisa terhadap versi baru MU di era Carrick. Mereka sudah menghadapi berbagai tipe musuh, dan selalu berhasil keluar sebagai pemenang.

08 Feb 2026 05:17 WIB · Olahraga

AP Photo/Dave Thompson

Oleh Kelvin Hianusa

MANCHESTER, SABTU — Manchester United sukses menggenapi raihan empat kemenangan beruntun di era pelatih interim Michael Carrick. Mereka sudah diuji oleh pertahanan blok tinggi, tengah, hingga rendah tim-tim lawan, tetapi selalu keluar sebagai pemenang. Itu menandakan MU yang sedang berada di dunia berbeda.

MU melanjutkan tren positif dengan kemenangan atas Tottenham Hotspur 2-0 di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (7/2/2026) WIB. Mereka menyudahi rentetan delapan laga tanpa kemenangan versus Tottenham dengan sumbangan gol dari penyerang Bryan Mbeumo dan gelandang Bruno Fernandes.

Tottenham melapangkan jalan tuan rumah saat laga memasuki setengah jam. Bek sekaligus kapten tim tamu Cristian Romero diganjar kartu merah seusai menekel keras gelandang Casemiro. Kecerobohan Romero dibayar mahal tim asuhan Pelatih Thomas Frank yang terpaksa tampil dengan sepuluh pemain di sisa satu jam laga.

”Ketika bermain melawan 10 pemain, itu selalu jadi situasi yang bisa menjebak. Kami memiliki beberapa isu, tetapi bisa menanganinya dengan sangat baik. Kami unggul satu gol, lalu memegang kontrol di paruh kedua untuk mencari gol selanjutnya. Ini adalah hari yang sangat positif,” kata Carrick.

Penyerang Manchester United Bryan Mbeumo mencetak gol ke gawang Manchester City dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Sabtu (17/1/2026). Gol Mbeumo merupakan pembuka untuk kemenangan 2-0 MU dalam derbi Manchester.

Skor laga masih 0-0 ketika insiden tersebut. Alhasil, Tottenham langsung bermain dengan pertahanan blok sangat rendah atau sering disebut parkir bus. Mereka menumpuk seluruh pemain di sepertiga awal lapangan sendiri untuk membatasi pergerakan Fernandes dan rekan-rekan. Skema bertahan itu beda dengan lawan-lawan MU sebelumnya.

MU sempat kesulitan menerobos kotak penalti lawan. Namun, mereka hanya membutuhkan kurang dari sepuluh menit untuk menemukan solusi. Jawaban itu datang dari skema bola mati. Kreativitas Fernandes dan gelandang Kobbie Mainoo dalam melakukan kombinasi umpan ditutup dengan penyelesaian sempurna dari Mbeumo.

Eksekusi bola mati itu sangat menarik. Alih-alih mengirimkan bola lambung lewat tendangan sudut, Fernandes memilih umpan datar ke Mainoo. Skema itu sukses mengelabui pertahanan Tottenham. Adapun dengan keunggulan 1-0, skuad MU tidak perlu terburu-buru lagi untuk mengincar gol. Mereka mengontrol penuh permainan.

Ketika versus tim yang mengandalkan blok rendah, ancaman terbesar selalu datang dari serangan balik. Tottenham sering memanfaatkan tekanan lawan untuk meluncurkan transisi kilat. ”Ada kesalahan yang bisa dicari. Kesalahan itu bisa terjadi. Anda jelas masih bisa (mendapat hasil walaupun) bermain 10 versus 11. Kami beberapa kali masih mengancam,” kata Frank.

Beruntung, duet bek MU, Harry Maguire dan Lisandro Martinez, tampil sangat solid dalam merespons serangan kilat lawan yang dipimpin Xavi Simons. Tottenham berkali-kali bisa menembus lini tengah, tetapi selalu terpental ketika masuk ke sepertiga akhir. Tim tamu pun nyaris hanya mengandalkan kemelut yang dihasilkan dari bola mati.

Quote

Kami mengontrol permainan, tetapi semua bisa berubah seketika. Mereka memiliki pemain bagus yang bisa membuat perbedaan.

Manchester United's English Interim head coach Michael Carrick speaks with Manchester United's Portuguese midfielder #08 Bruno Fernandes during the English Premier League football match between Manchester United and Manchester City at Old Trafford in Manchester, north west England, on January 17, 2026. (Photo by Darren Staples / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Tottenham mulai bermain lebih terbuka saat waktu normal tersisa 15 menit. Pertaruhan itu menjadi awal petaka selanjutnya tim tamu. MU memanfaatkan kelengahan pertahanan lawan dengan serangan kilat dari sisi sayap. Fernandes menggandakan keunggulan lewat umpan silang bek sayap Diogo Dalot.

Fernandes pun mengakhiri perlawanan tim tamu. ”Kami mengontrol permainan, tetapi semua bisa berubah seketika. Mereka memiliki pemain bagus yang bisa membuat perbedaan. Tentu tidak mudah menghadapi blok rendah. Mereka sangat rapat dan agresif saat bertahan dengan 10 orang,” ujar sang kapten.

Lewat kemenangan itu, tidak ada lagi keraguan yang tersisa terhadap MU. Mereka berhasil menang empat kali beruntun di era Carrick, yaitu atas Arsenal, Manchester City, Fulham, dan Tottenham. Menariknya, semua tim tersebut memiliki pendekatan dan karakter permainan yang berbeda-beda.

Arsenal dan City merupakan tim yang sangat agresif dengan pendekatan bertahan blok tinggi. MU menghukum kedua tim kandidat juara tersebut dengan transisi kilat. Selanjutnya, MU sukses membungkam tim medioker Fulham yang cukup berhati-hati, tetapi tidak terlalu defensif dengan pendekatan blok tengah.

”Si Setan Merah” dikhawatirkan akan kesulitan menghadapi tim yang bertahan total. Namun, laga tadi mencerminkan hal yang berbeda. Mereka ternyata memiliki banyak cara untuk membongkar parkir bus, terutama lewat eksekusi bola mati yang sangat kreatif. Fernandes, sang gelandang kreatif, tampak bisa memecahkan segala kesulitan di serangan.

”Ketika kami menang, kepercayaan diri akan semakin tinggi. Sangat penting bagi kami tetap fokus dan tidak berlebihan sekarang. Ini sangat bagus dan menyenangkan, tetapi kami perlu terus maju. Jika Anda tidak menang di pertandingan berikutnya dan berikutnya, Anda akan kembali ke tempat yang tidak nyaman,” kata Fernandes. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto