Saat peluit panjang belum berbunyi, Liverpool nyaris tidak pernah menyerah di Anfield. Pemandangan tidak biasa tersaji saat Liverpool ditaklukkan Forest 0-3.
23 Nov 2025 06:23 WIB · Olahraga
AFP
LIVERPOOL, SABTU — Di Stadion Anfield, seperti hanya tubuh dari skuad Liverpool yang hadir untuk menghadapi Nottingham Forest. Spirit Mohamed Salah dan rekan-rekan yang selalu berapi-api dan tidak pernah padam ketika bermain di depan pendukung sendiri hilang entah ke mana. Liverpool mengalami krisis identitas.
Nasib sang juara bertahan tidak membaik seusai jeda internasional. Tim asuhan Pelatih Arne Slot itu dipermalukan Forest dalam kekalahan 0-3 di Stadion Anfield, Liverpool, Sabtu (22/11/2025) WIB. Untuk pertama kali sejak 1965, menurut data OptaJoe, ”Si Merah” kalah dua kali beruntun dengan margin tiga gol di Liga Inggris.
”Saya tidak menyangka, tetapi ini terjadi,” kata kapten Forest, Morgan Gibbs-White, soal kemenangan di markas Liverpool. ”Kami merasa nyaman walaupun tidak banyak menguasai bola. Pertahanan kami aman dan itu adalah pujian untuk para pemain dan pelatih (Sean Dyche). Kemenangan ini terasa luar biasa,” lanjutnya.
Dalam 56 tahun terakhir, Forest hanya berhasil menang dua kali di Anfield. Semua kemenangan itu diraih mereka dalam dua musim terakhir. Forest sebenarnya hanya mengulangi pencapaian musim lalu. Menariknya, perbandingan situasi di dua pertandingan itu sangat jauh walaupun sama-sama berujung tiga poin.
Musim lalu, Forest cukup beruntung. Mereka menang 1-0 berkat gol penentu di menit ke-72 lewat pemain pengganti Callum Hudson-Odoi setelah ditekan sepanjang laga. Berbeda dengan duel tadi, tim tamu sudah unggul dan memegang kontrol sejak paruh pertama. Forest membuat penguasaan bola Liverpool tidak berarti apa-apa.
Liverpool sering tertinggal lebih dulu di Anfield. Namun, biasanya situasi itu menjadi pelecut untuk tampil lebih beringas. Hal serupa tidak terjadi kali ini. Mereka justru kehilangan momentum setelah turun minum. Terbukti, tuan rumah langsung kecolongan gol kedua saat babak kedua belum genap berjalan semenit.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/23/8395bc4683c52fca6e6cc56b0c8a4900-wires_photo_2025_11_23T024206.181.jpg)
Kami kurang bagus dalam duel, bertarung, dan terlalu terburu-buru. Situasinya serba sulit.
Gol dari bek sayap Forest, Nicolo Savona, itu memperlihatkan betapa buruk koordinasi pertahanan Liverpool. Para pemain ”Si Merah” gagal mengantisipasi pergerakan tanpa bola di sisi kanan dan kotak penalti. Selain itu, gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, yang kalah duel di kotak penalti juga menjadi penyebab utama gol tersebut.
Menurut kapten Liverpool, Virgil van Dijk, timnya terlalu banyak kecolongan gol mudah. Di gol pertama, bek Forest Murillo juga membobol gawang Allison Becker dengan mudah lewat kemelut dari skema tendangan sudut. ”Kami kurang bagus dalam duel, bertarung, dan terlalu terburu-buru. Situasinya serba sulit,” ujarnya.
Skuad Liverpool tampak frustrasi seusai tertinggal dua gol. Mereka kehilangan ritme serangan karena tim tamu sangat nyaman bertahan dengan garis pertahanan sangat rendah. Dalam 35 menit awal paruh kedua, serangan Forest justru lebih berbahaya dibandingkan Liverpool dengan unggul jumlah tembakan 9-5.
Di 15 menit terakhir, Liverpool seperti sudah menyerah. Spirit mereka sama sekali tidak terlihat di gol ketiga Forest. Tiga pemain Liverpool kebingungan menghentikan pergerakan pemain pengganti lawan Omari Hutchinson. Aksi itu berujung kemelut di depan gawang dan menjadi gol dari kaki Gibbs-White.
”Semuanya kecewa, sudah seharusnya, karena kalah dari Forest di kandang adalah hal yang sangat buruk bagi saya. Kami juga kemasukan gol yang terlalu gampang. Kami harus becermin. Semua di dalam tim harus mengambil tanggung jawab. Kami akan bangkit, tetapi itu tidak akan terjadi hanya dalam semalam,” ujar Van Dijk.
Liverpool bermain tanpa gelandang Florian Wirtz yang mengalami cedera. Namun, mereka masih diperkuat pemain bintang, seperti Salah dan Alexander Isak. Masalahnya, para penyerang Si Merah juga tidak bisa berbuat banyak. Isak ditarik keluar di menit ke-68 dengan hanya menghasilkan satu tembakan yang tidak tepat sasaran.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/23/8e2d497904d906dc2efdf309fb93df10-Britain_Premier_League_Soccer_2_.jpg)
Bagi Liverpool, laga itu semestinya bisa dijadikan momentum kebangkitan seusai takluk 0-3 dari Manchester City tepat sebelum jeda internasional. Forest yang berada di peringkat ke-16 sedang dalam fase transisi. Tim tamu sudah berganti pelatih dua kali dalam dua bulan terakhir. Dyche baru mengambil alih tim pada akhir Oktober.
Slot kini justru tenggelam dalam problematika masalah yang lebih besar. Liverpool saat ini sudah mengalami enam kekalahan dari 12 pertandingan liga. Jangankan mempertahankan juara, mereka saat ini sudah terlempar dari peringkat sepuluh besar. Adapun Liverpool hanya menang sekali dalam tujuh laga terakhir di liga.
Slot menerima kritikan dengan jiwa besar. ”Baik atau buruknya suatu hal, itu selalu menjadi tanggung jawab saya. Saya mencoba memperbaiki beberapa hal yang tidak berjalan dengan baik. Kami punya pemain-pemain berkualitas. Tugas saya adalah mengeluarkan potensi terbaik mereka. Saat ini, saya tidak melakukannya. Itu tanggung jawab saya,” ucapnya. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto