SEPAK BOLA INTERNASIONAL

Alasan di Balik Penarikan Massal Pemain Arsenal dari Timnas

Lima pemain Arsenal ditarik dari timnas di tengah jeda internasional, menyusul lima pemain lain yang mundur setelah pengumuman skuad. Ada alasan di balik tren itu.

30 Mar 2026 19:19 WIB · Olahraga

AP

Oleh Kelvin Hianusa

Belasan pemain Arsenal dipanggil tim nasional sepak bola masing-masing untuk jeda internasional pada akhir Maret sampai awal April 2026. Namun, sangat sulit menemukan para pemain asal klub London utara itu dalam berbagai pertandingan internasional. Fenomena itu terjadi karena penarikan massal ”Si Meriam”.

Terakhir, gelandang timnas Spanyol, Martin Zubimendi, diumumkan akan kembali ke Arsenal pada Minggu (29/3/2026). Padahal, Spanyol masih memiliki satu laga di jeda internasional kali ini. Zubimendi mengalami ketidaknyamanan di area lutut seusai tampil kurang dari 20 menit di laga persahabatan versus Serbia.

Sehari sebelumnya, dua pemain andalan Arsenal, Bukayo Saka dan Declan Rice, ditarik bersamaan dari timnas Inggris untuk pemeriksaan medis. Padahal, mereka baru saja bergabung dengan timnas dan belum bertanding. Mereka terlambat bergabung karena diberikan libur oleh Pelatih Inggris Thomas Tuchel.

Penarikan Saka dan Rice dilakukan tidak lama setelah rekan mereka, Noni Madueke, mengalami cedera dalam laga persahabatan versus Uruguay, Jumat lalu. Madueke ditarik pada paruh pertama karena masalah di area lutut. Pemain yang sempat menggunakan penyangga lutut saat keluar dari stadion itu langsung dipulangkan ke Arsenal.

England's Noni Madueke reacts after a challenge during the international friendly soccer match between England and Uruguay in London, Friday, March 27, 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Total sudah lima pemain Arsenal yang dipulangkan ke klub dalam jeda kali ini, termasuk bek sayap Ekuador, Piero Hincapie. Dari semuanya, hanya Hincapie dan Madueke yang terlihat cedera di lapangan dan langsung ditarik keluar. Sisanya lebih ke penanganan cedera minor atau pencegahan cedera.

Kehati-hatian

Arsenal sangat berhati-hati menjaga kondisi para pemain sejak sebelum jeda internasional. ”Ini adalah periode yang tidak terlalu saya sukai, terutama ketika ada 18-19 pemain kami yang tampil (untuk timnas). Tetapi, itu bagian dari kalender dan kami harus menerimanya,” kata Manajer Arsenal Mikel Arteta.

Alasan itu pula yang membuat lima pemain Arsenal lain sudah mundur dari pemanggilan timnas sebelum jeda. Mereka adalah William Saliba, Gabriel Magalhaes, Leandro Trossard, Eberechi Eze, dan Jurrien Timber. Di antara mereka semua, hanya Eze yang sudah dipastikan mengalami cedera serius.

Quote

Penarikan massal itu bisa terjadi karena faktor kondisi pemain, urgensi minim di timnas, dan kompromi pelatih timnas.

Kehati-hatian Si Meriam bisa dimaklumi. Mereka akan menghadapi rentetan jadwal padat di tiga kompetisi sesuai jeda. Arsenal berpotensi tampil setiap tiga hari sampai akhir musim. Oleh karena itu, Arteta membutuhkan seluruh pemainnya untuk berada dalam kondisi terbaik di sisa musim ini.

Kondisi para pemain Arsenal cukup mengkhawatirkan karena sudah terlalu banyak bermain pada musim ini. Rice dan Zubimendi, misalnya, sudah tampil 44 kali sejak awal musim. Dengan potensi 16 pertandingan lagi di sisa musim, mereka berpotensi ”kehabisan bensin” jika terus dipaksakan bermain di jeda internasional.

Sweden's Viktor Gyokeres applauds to supporters at the end of the World Cup playoff semifinal soccer match between Ukraine and Sweden in Valencia, Spain, Thursday, March 26, 2026. (AP Photo/Alberto Saiz)

Penarikan massal itu bisa terjadi karena faktor kondisi pemain, urgensi minim di timnas, dan kompromi pelatih timnas. Mayoritas para pemain yang dipanggil hanya akan tampil di laga persahabatan. Hanya Riccardo Calafiori (Italia) dan Viktor Gyokeres (Swedia) yang menjalani laga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Tidak semua pemain ditarik oleh Arsenal. Calafiori dan Gyokeres diberikan kesempatan untuk memperjuangkan negara masing-masing ke Piala Dunia. Para pemain yang masih minim jam terbang di klub, seperti Gabriel Martinelli (Brasil) dan Kai Havertz (Jerman), juga dibiarkan.

”Kami memiliki komunikasi yang sangat baik dengan sebagian besar dari mereka (pelatih timnas) dan kami memiliki keputusan yang kuat untuk memberi mereka informasi terbaru tentang bagaimana kinerja kami. Mereka juga berkomunikasi sendiri dengan para pemain,” kata Arteta.

Tiga gelar

Para pemain Arsenal menyadari, urgensi di klub lebih besar saat ini karena mereka sedang bersaing memperebutkan tiga gelar juara. Banyak dari mereka, seperti Rice dan Zubimendi, tidak perlu waktu uji coba di timnas karena sudah terbiasa dengan sistem pelatih masing-masing.

Sementara para pelatih timnas juga enggan memaksakan kondisi para pemain. Mereka tidak mau para pemain datang ke Piala Dunia dalam kondisi yang buruk, apalagi jika sampai harus cedera. Adapun Tuchel sampai memanggil 35 pemain di jeda kali ini agar tidak perlu terlalu bertopang kepada pemain utama.

Italy's Riccardo Calafiori, right, and Northern Ireland's Jamie Donley vie for the ball during the World Cup qualifying play-off soccer match between Italy and Northern Ireland, in Bergamo, Italy, Thursday, March 26, 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

”Saya tidak kecewa dengan para pemain, hanya kecewa dengan faktanya. Para pemain masih terlibat lebih dari satu kompetisi di klub. Beberapa pemain juga sudah bermain lebih banyak dibandingkan musim lalu. Hal itu menjadi perhatian. Mereka butuh jeda dari sepak bola agar bisa kembali lagi dengan energi yang besar,” tutur Tuchel tentang delapan pemain Inggris yang mundur jelang melawan Jepang.

Arteta bukanlah manajer pertama yang melakukan kebijakan seperti itu. Manajer terhebat dalam sejarah Liga Inggris, Sir Alex Ferguson, sudah lebih dulu melakukannya. Mantan manajer Mancheter United itu tidak menyukai pemanggilan pemain ke timnas, khususnya hanya untuk laga persahabatan.

Saking kuat otoritasnya, Ferguson sampai bisa meminta para pemain untuk menolak pemanggilan tersebut. ”Dia tidak pernah sekali pun menyuruh saya untuk berpura-pura cedera. Dia hanya berkata, ’Kamu punya laga persahabatan Inggris yang akan datang dan kami tidak akan berangkat’. Hanya itu,” ujar mantan pemain MU, Nicky Butt.

Pada akhirnya, selama tidak ada yang keberatan, penarikan massal para pemain yang dilakukan oleh Arsenal akan menguntungkan bagi seluruh pihak. Kondisi pemain akan terjaga untuk membela klub di sisa musim dan juga bisa berada dalam kebugaran terbaik saat Piala Dunia nanti. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul