SEPAK BOLA

Candu Bola Mati, dari Liga Inggris Menuju ”Si Tiga Singa”

Keunggulan bola mati yang menjadi ciri khas klub-klub Inggris belakangan ini akan menguntungkan timnas Inggris. Tuchel tidak segan memanfaatkan senjata itu.

29 Mar 2026 13:33 WIB · Olahraga

AP

Oleh Kelvin Hianusa

Liga domestik sering mencerminkan gaya bermain tim nasional sepak bola. Mulai dari Italia dengan filosofi defensif catenaccio hingga Spanyol dengan permainan indah tiki-taka diawali dari evolusi di liga. Karena itu, timnas Inggris diprediksi akan terseret arus tren di liga domestik mereka yang sedang kecanduan bola mati.

Pelatih ”Si Tiga Singa” Thomas Tuchel enggan menampik realitas di Liga Inggris. ”Kita berada di era permainan Liga Inggris yang sangat mengandalkan fisik, dengan bola mati, tendangan bebas, sepak pojok, dan lemparan ke dalam sangat dihargai. Itulah kenyataannya, (bola mati) menjadi bagian penting di liga kami, melebihi liga-liga lain,” katanya.

Tidak heran jika Inggris sangat mengandalkan bola mati dalam laga terakhir, versus Uruguay, Sabtu (28/3/2026). Selain peluang-peluang besar yang nyaris hanya dari bola mati, satu-satunya gol Inggris juga dihasilkan lewat skema tendangan sudut. Pencetak golnya adalah bek Ben White yang berasal dari Arsenal, klub berstatus ”raja bola mati”.

Tuchel tidak setengah-setengah dalam mempersiapkan senjata terbaik mereka. Hal itu terlihat dalam proses gol dalam laga uji coba kemarin. Hal paling menarik adalah pergerakan gelandang Adam Wharton yang memblok pemain Uruguay hingga terjatuh untuk membuka ruang kepada striker Dominic Calvert-Lewin.

Gol itu merupakan ciri khas skema bola mati di Liga Inggris yang belakangan jadi kontroversi. Banyak terjadi pertarungan fisik di dalam kotak penalti. Para pemain mencari keuntungan dari peraturan yang abu-abu. Inggris mereplikasi itu. Hasilnya efektif, Calvert-Lewin terbebas dan bisa memberikan asis untuk White.

England's Dominic Calvert-Lewin, center, misses a chance during the international friendly soccer match between England and Uruguay in London, Friday, March 27, 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Tuchel berkata, tidak akan menyia-nyiakan kelebihan para pemainnya dalam eksekusi bola mati. ”Itu bukan bagian utama dari pendekatan kami, tetapi harus bisa dimanfaatkan. Kami perlu menyusun rencana yang baik soal menjadikan bola mati sebagai keuntungan,” ucap pelatih asal Jerman itu.

Terbesar dalam sejarah

Di Liga Inggris, ketergantungan terhadap bola mati sudah menjadi obsesi. Sebanyak 27 dari total gol dihasilkan lewat bola mati, tidak termasuk penalti, sejak awal musim. Porsi itu merupakan yang terbesar dalam sejarah liga selama 15 tahun terakhir.

Di Liga Inggris musim ini, menurut data BBC Sport, sebanyak 27 persen dari total 845 gol dihasilkan lewat bola mati, tidak termasuk penalti. Porsi itu merupakan yang terbesar di liga dalam 15 tahun terakhir. Arsenal, tim dengan gol bola mati terbanyak, juga berhasil memuncaki klasemen liga itu.

Semua klub, dari papan bawah hingga atas, mengikuti tren tersebut karena sudah terbukti efektif. Lihat saja tim pemuncak klasemen liga, Arsenal. Declan Rice dan rekan-rekan berada di posisi teratas bersamaan dengan status sebagai pencetak gol terbanyak dari bola mati. Hal itu bukan kebetulan.

Inggris akan diuntungkan karena banyak dari spesialis bola mati di klub-klub Inggris merupakan bagian dari timnas. Arsenal mengirimkan Rice dan Bukayo Saka yang merupakan eksekutor tendangan sudut utama tim. Bek sayap Chelsea, Reece James, juga bisa menjadi eksekutor alternatif.

England's Harry Maguire in action during the international friendly soccer match between England and Uruguay in London, Friday, March 27, 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Rice sudah menghasilkan sembilan asis di seluruh kompetisi sejak awal musim, enam di antaranya dari bola mati. Sementara James sudah menciptakan lima asis dari bola mati. Adapun Rice juga merupakan eksekutor utama Arsenal untuk mengeksekusi lemparan jauh.

Selain eksekutor bola mati, Inggris pun memiliki target yang bisa diandalkan di kotak penalti. Mereka bisa berharap kepada para pemain bertubuh tinggi dan kekar, seperti bek tengah Dan Burn ataupun Harry Maguire, dalam duel-duel udara. Senjata Inggris terbilang sangat lengkap dari segala aspek.

Paul Robinson, mantan kiper Inggris, meyakini, senjata itu bisa menjadi faktor pembeda Inggris di Piala Dunia. ”Bola mati bisa membantu Inggris untuk menjuarai Piala Dunia. Kami akan memanfaatkan margin tipis, khususnya di laga ketat pada fase-fase akhir turnamen,” katanya.

Dengan keunggulan di sektor bola mati, jangan heran jika permainan Inggris akan terasa membosankan dalam laga-laga dan turnamen terdekat. Meskipun begitu, mereka tidak akan peduli. Bagi tim yang sudah tidak memenangi trofi besar sejak 1966, hal terpenting adalah gelar juara.

Terlepas dari pengaruh liga domestik, Inggris memang sudah dikenal andal dalam eksekusi bola mati. Buktinya, di Piala Dunia Rusia 2018, mereka menyudahi kompetisi dengan memecahkan rekor gol bola mati banyak dalam sepanjang sejarah turnamen dengan 9 gol.

Jadi, bisa disimpulkan, Inggris sebenarnya hanya meneruskan tradisi, bukan sekadar ikut-ikutan tren di liga domestik. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji