Presiden Prabowo bertemu Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau di sela-sela KTT APEC. Keduanya sama-sama berkeinginan untuk memperluas kerja sama RI-Kanada.
16 Nov 2024 09:39 WIB · Internasional
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau di sela-sela KTT APEC yang berlangsung di Lima, Peru, Jumat (15/11/2024). Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin negara berkomitmen meningkatkan kerja sama perdagangan dan kolaborasi di sektor-sektor strategis.
Presiden Prabowo Subianto memulai pembicaraan dengan mengapresiasi hubungan yang terjalin dengan baik antara Indonesia dan Kanada. Kedua negara bahkan telah menyelesaikan perundingan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA).
”Kanada memiliki hubungan yang sangat baik dengan Indonesia selama beberapa dekade. Kami ingin memperkuat hubungan ini. Saya pikir kita sudah menyelesaikan CEPA,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan tertulis dari Istana, Sabtu (16/11/2024).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/16/ecebe1777ad1e9ae5c5482391163160b-IMG_0563.jpeg)
Lebih jauh, Presiden Prabowo juga menyoroti sejumlah sektor yang dapat dikembangkan oleh kedua negara. Menurut Prabowo, kerja sama perlu diperluas untuk sektor perikanan, manufaktur, dan energi terbarukan.
”Indonesia sangat ambisius. Kami memiliki banyak sumber daya energi di luar bahan bakar fosil,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam pertemuan itu, Prabowo juga mengenang hubungan baik dengan mendiang ayah Trudeau, Pierre Trudeau. Hubungan baik tersebut diharapkan terus berlanjut di masa mendatang.
”Saya sangat mengagumi ayah Anda. Semoga hubungan baik ini terus berlanjut,” ucap Prabowo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/16/af38a0c99ee30d86008151f343e55565-IMG_0562.jpeg)
Menanggapi hal tersebut, Trudeau turut memuji kepemimpinan Presiden Prabowo. Ia mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global.
”Selamat atas kepemimpinan Anda yang luar biasa dalam beberapa bulan terakhir. Indonesia telah mengambil banyak tantangan besar dengan cara yang sangat positif,” ujar Trudeau.
Trudeau juga mengumumkan kabar baik tentang penandatanganan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Kanada. Menurut dia, perjanjian tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi Indonesia dan Kanada. ”Ini adalah kabar baik bagi perekonomian kita, bagi pertumbuhan, bagi kemakmuran, bagi para pekerja, dan bagi dunia usaha,” kata Trudeau.
Selain memperkuat kerja sama di sektor perdagangan, Trudeau juga menyoroti berbagai potensi kolaborasi, antara lain di sektor mineral kritis, pendidikan, energi, dan teknologi digital. Ia pun turut mengumumkan rencana untuk memimpin misi dagang terbesar Kanada ke Indonesia dalam waktu dekat. ”Banyak pelaku bisnis Kanada sangat antusias dengan peluang ini,” ucap Trudeau.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/15/2a71f2ea-7ab9-4787-8e34-ec860c2d1c90_jpeg.jpg)
Tak hanya dengan Kanada, Presiden Prabowo juga memanfaatkan momen KTT APEC untuk memperkuat kerja sama Indonesia-Peru. Komitmen itu terjalin saat pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Peru Dina Boluarte.
Menurut Dina, kemitraan di antara kedua negara telah menguat selama hampir lima dekade terakhir. Indonesia dan Peru terus bekerja sama di berbagai bidang, mendorong perdagangan, investasi, dan pertukaran budaya. Upaya-upaya ini telah membuahkan hasil yang saling menguntungkan dan semakin mendekatkan masyarakat kedua negara.
Oleh karena itu, kerja sama bilateral kedua negara akan terus ditingkatkan dan mencakup bidang-bidang lain, seperti tata kelola elektronik, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, ketahanan pangan, pengurangan kesenjangan, dan inklusi sosial.
Dina juga mengumumkan bahwa kedua negara telah berhasil menyelesaikan Indonesia-Peru Comprehensive Economic Patnership Agreement (IP-CEPA).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/15/b9749712-1003-4e19-a203-8d7ac6503cdc_jpeg.jpg)
Perjanjian ini akan membuka peluang baru bagi pengusaha kedua negara agar melakukan diversifikasi ekspor.
”CEPA adalah bukti tekad kami untuk mendorong perdagangan yang lebih bebas, mendorong investasi bilateral, dan memperkuat perekonomian kita,” kata Dina.
Dina menambahkan bahwa Indonesia memiliki kesamaan dengan Peru dalam hal keanekaragaman hayati dan multietnis. Pada 2023, Indonesia adalah mitra komersial Peru yang kedelapan di Asia. Indonesia mewakili pasar yang menarik bagi pengusaha Peru, dengan lebih dari 273 juta penduduk. Dina juga menyampaikan harapan terbaik untuk perkembangan Ibu Kota Nusantara.
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra