Posisi Presiden Prabowo yang sedang melawat di luar negeri tidak menghalanginya memastikan penanganan bencana di dalam negeri.
13 Nov 2024 09:32 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh anggota Kabinet Merah Putih memberikan laporan mengenai penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Keberadaan Presiden yang sedang melakukan kunjungan kerja ke luar negeri tidak menjadi penghambat dalam memastikan kondisi penanganan masyarakat terdampak bencana.
Permintaan itu disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Ratas digelar secara daring karena Presiden saat ini masih melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat.
Rapat digelar pada Selasa (12/11/2024) pukul 22.00 WIB atau pukul 10.00 waktu di Washington DC. Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam rapat tersebut yakni Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sementara di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Kemudian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BNPB Letjen Suharyanto.
Saya ingin diberi ’update’ bagaimana tentang keadaan bencana di Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/13/e3461cba00a907ff4e2c16a1a2ce7874-IMG_0473.jpeg)
Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo meminta para menteri dan pejabat terkait untuk memberikan laporan terkait perkembangan penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur. Perkembangan harus tetap disampaikan meskipun Presiden masih berada di luar negeri untuk melaksanakan kunjungan kerja ke beberapa negara.
”Saya ingin diberi update bagaimana tentang keadaan bencana di Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT. Mohon saya diberi update, silakan,” ujar Presiden Prabowo.
Suharyanto mengatakan, tim gabungan yang meliputi BNPB, Kementerian Sosial, TNI, Polri, serta pemerintah daerah telah berkoordinasi untuk menangani bencana tersebut. Mereka telah melakukan langkah-langkah penyelamatan dan evakuasi sejak erupsi pertama yang terjadi pada 3 November dini hari. Adapun masyarakat yang mengungsi tercatat lebih dari 13.000 warga.
”Tadi pagi kami juga sudah melakukan rapat koordinasi, dipimpin oleh Bapak Wapres, dan sejak erupsi tanggal 3 November dini hari yang lalu, BNPB, Kemensos, TNI, Polri, serta pemda juga telah langsung melakukan penyelamatan dan evakuasi warga,” ujar Suharyanto.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/13/17b19943-252b-4226-8cff-9c1be0461977_jpg.jpg)
Pratikno menambahkan, Presiden Prabowo telah menerima laporan detail mengenai penanganan tanggap darurat akibat erupsi Gunung Lewotobi. Anggota kabinet juga melaporkan penanganan pascabencana, seperti rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembangunan permukiman warga terdampak. Pemerintah pun menyiapkan dukungan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
”Bapak Presiden meminta kami agar bekerja kompak, pemerintah pusat harus hadir menangani korban bencana. Benar-benar kita harus bekerja kompak dan meninjau ke lapangan secara bergantian agar bisa mengecek bahwa penanganan berjalan dengan baik,” katanya.
Adapun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin rapat koordinasi di kantor BNPB di Jakarta, dengan sebagian menteri terkait dengan bencana erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur, NTT.
Wapres juga dijadwalkan menemui korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Wapres dan rombongan terbatas akan mendarat di Bandar Udara Gewayantana, Larantuka, Flores Timur, dan langsung menuju Rumah Sakit Umum Daerah Dr Hendrikus Fernandes.
Di sana, Wapres direncanakan menemui dan menyapa warga korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang masih dirawat sejak letusan pada Minggu, 3 November 2024.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/12/424f39c4-fd58-4e03-8512-5bdfa49c0e5b_jpg.jpg)
Dari RSUD, Wapres Gibran akan menuju lokasi pengungsian warga di Eputobi. Di tenda pengungsian, Wapres direncanakan akan makan siang bersama dengan para pengungsi erupsi Gunung Lewotobi. Sekitar tiga jam di Larantuka, Wapres Gibran akan kembali ke Sulsel dan terbang kembali ke Jakarta dengan pesawat kepresidenan RJ85.
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi sejak seabad lalu, pada Jumat pekan lalu itu, disertai lontaran lava pijar dan awan panas ke arah barat dan barat laut gunung yang berdampak ke tujuh desa di sekitarnya. Sembilan warga desa meninggal dan 34 orang terluka. Adapun lebih dari 10.000 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Tercatat, hingga Selasa malam, aktivitas Gunung Api Lewotobi Laki-laki masih berada di Level IV atau Awas. Sementara, Gunung Lewotobi Perempuan di dekatnya masih berada di Level I (Normal).
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan