Dua kondisi berbeda terjadi di Amerika Serikat. Los Angeles sedang kebakaran parah; sejumlah kota lain membeku karena salju.
12 Jan 2025 17:00 WIB · Internasional
ATLANTA, MINGGU — Amerika Serikat tengah menghadapi bulan penuh api dan es. Saat Los Angeles membara, kota-kota di Amerika Serikat dilanda badai salju. Banyak penerbangan dan perjalanan dibatalkan.
Badai salju yang menutupi Pesisir Timur dan Pantai Teluk dengan salju beserta es bergerak ke kawasan laut lepas Pantai Timur, Sabtu (11/1/2025). NBC News melaporkan, beberapa peringatan musim dingin atas hujan salju masih berlaku di Pegunungan Appalachian bagian tengah dan New England bagian utara sampai sore.
Salju setebal lima sentimeter mungkin akan turun di wilayah-wilayah tersebut. Tumpukan salju akan bertahan lama. Di beberapa area di wilayah AS bagian selatan dan tenggara, suhu akan tetap 10-20 derajat di bawah rata-rata.
Alhasil, jalanan bisa kembali licin. Di Atlanta, Georgia yang berada di bagian tenggara, jalanan utama sebagian besar lancar dan kendaraan sedikit yang melintas. Tim basket Atlanta Hawks menunda pertandingan sore melawan Houston Rockets dengan alasan kondisi es.
”Saya yakin tidak semuanya akan mencair sepenuhnya. Terutama jalan-jalan sekunder yang mungkin masih akan tertutup lumpur,” kata Scott Carroll, ahli meteorologi dari National Weather Service di Atlanta.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/12/b6f7473e-d03b-40f1-9785-af94bd49f827_jpg.jpg)
Pusaran kutub yang terdiri atas udara yang sangat dingin biasanya berputar di sekitar Kutub Utara, tetapi kadang bergerak ke selatan menuju AS, Eropa, dan Asia. Beberapa ahli mengatakan, peristiwa ini semakin sering terjadi karena dunia yang memanas.
Badai salju menumpuk salju tebal luar biasa di beberapa kota. Di beberapa bagian di Arkansas, salju setebal 31 cm. Ada laporan salju setinggi 25 cm di Little Rock, padahal tinggi rata-rata salju di ibu kota Arkansas ini hanya 9,7 cm per tahun.
Salju di Bandara Internasional Memphis, Tennessee, mencapai 18 cm. Memphis biasanya mendapat salju setinggi 6,9 cm dalam setahun.
Gara-gara salju, lebih dari 10.000 penerbangan tertunda atau batal di seluruh AS, per Jumat (10/1/2025), menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware. Pada Sabtu (11/1/2025), sore, sebanyak 4.000 lebih penerbangan ditunda dan 845 penerbangan dibatalkan.
Gangguan penerbangan juga terjadi di bandara-bandara besar termasuk di Atlanta dan Charlotte, North Carolina. Sekitar 1.000 penerbangan masuk dan keluar dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta dibatalkan atau ditunda.
Bandara ini merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia. Sarah Waithera Wanyoike, warga Lilburn, Atlanta, tiba di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, Jumat (10/1/2025).
Ia ingin mengejar penerbangan Ethiopian Airlines ke tempat kerjanya di Zimbabwe. Setelah masuk pesawat, pesawatnya tidak pernah berangkat. Penumpang turun kembali setelah pesawat melakukan taxi atau bergerak di darat selama enam jam.
Wanyoike mengatakan barang bawaannya tetap berada di pesawat. Dia tidak berani pulang karena diberi tahu untuk kembali ke gerbang sebelum fajar. ”Orang-orang tidur dengan bayi mereka di lantai tadi malam,” kata Wanyoike, Sabtu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/12/0795efc9-2261-4739-b562-fef17a0c05d2_jpg.jpg)
Delta Air Lines, maskapai penerbangan terbesar di bandara tersebut, menyatakan, perusahaan berusaha untuk menstabilkan kegiatan operasional di Atlanta. Maskapai mengantisipasi dimulainya kembali layanan normal pada akhir pekan ini.
Sementara itu, jutaan anak-anak di Texas, Georgia, sampai South Carolina libur sekolah pada Jumat (10/1/2025). Pada Sabtu (11/1/2025), pejabat di Alabama utara mengatakan, sekolah dapat tetap libur pada pekan depan jika es tidak mencair di jalan-jalan sekunder.
Kondisi di beberapa negara bagian beranjak pulih. Pada Sabtu (11/1/2025) pagi, Richmond, Virginia, mencabut peringatan musim dingin setelah kehilangan akses listrik dan sistem air kota terganggu selama seminggu. Wali Kota Richmond Danny Avula mengatakan, uji laboratorium mengonfirmasi bahwa air aman untuk diminum. Peringatan untuk merebus air telah dihapus untuk beberapa daerah lain sekitar kota.
Hujan es juga menyebabkan pemadaman listrik di Georgia. Petugas listrik telah memulihkan hampir semua jaringan, Sabtu (11/1/2025) malam. Layanan Cuaca Nasional (NWS) melaporkan, sejumlah kecil es terkumpul di sekitar Atlanta akibat hujan es.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/12/59b0faa9-b8b2-47f4-a4ff-abdf94888282_jpg.jpg)
Pelaku bisnis dan tempat ibadah mulai menggali salju tebal di Nashville, Tennessee, agar bisa buka kembali pada akhir pekan. Andy Atkins, pemilik truk makanan Bad Luck Burger Club di Nashville, adalah salah satunya.
Atkins membersihkan meja piknik dengan sapu dan menyekop salju di trotoar depan tempat usahanya. Setelah tutup pada Jumat (10/1/2025), ia berharap pelanggan akan datang lagi. ”Libur sehari itu baik untuk jiwa, tetapi buruk untuk kantong lho,” ujarnya.
Di Judah Temple of Praise, Sabtu, anggota gereja terlihat menyekop, menaburkan garam, dan mengembuskan salju dari trotoar dan tempat parkir. Ibadah akan berlangsung pada hari berikutnya. ”Kami tidak akan menggunakan alasan tempat parkir yang tertutup salju untuk tidak datang dan memuji Tuhan besok,” ujar penatua Myyah Lockhart.
Para ahli mengatakan, masalah kebakaran dan badai salju yang terjadi di AS merupakan bagian dari krisis iklim. Diperkirakan bencana alam akan terjadi lebih banyak lagi.
”Bagi kebanyakan orang, ini berarti perubahan yang Anda alami—cuaca yang lebih ekstrem, kenaikan biaya karena dampak iklim, ancaman terhadap ketahanan pangan dan air—bukanlah anomali. Ini adalah hal normal baru kecuali kita bertindak,” kata Victor Gensini, profesor meteorologi di Northern Illinois University.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/12/0511aba9-9e47-4add-879b-a6de1d5438f0_jpg.jpg)
Barbara Hofer, profesor emeritus bidang psikologi di Middlebury College, mengatakan, cuaca ekstrem pekan ini memengaruhi banyak orang dalam skala besar. Kerugian yang terjadi juga makin banyak.
Hofer melanjutkan, dampak yang makin besar mungkin membuat sebagian orang menyangkal, mengabaikan, atau menjadi kebal tentang perubahan-perubahan iklim. Tindakan itu, menurut dia, adalah cara untuk menghindari hal-hal yang secara psikologis tidak mengenakkan.
Hofer tidak terlalu optimistis dengan terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden AS. Trump pernah berjanji untuk menghentikan aksi iklim federal dan mencabut undang-undang terkait masalah tersebut. ”Saya khawatir akan penyangkalan, misinformasi, dan kekuatan yang memicu penyangkalan itu. Itulah yang harus kita atasi,” kata Hofer. (AP)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Kris MadaPenyelaras Bahasa:
Nur Adji