Indonesia akan menyiapkan langkah antisipasi jika konflik Thailand-Kamboja kembali meletus saat pelaksanaan SEA Games edisi ke-33 itu. Keamanan kontingen prioritas.
22 Nov 2025 18:59 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Meskipun dibayangi konflik, Thailand memastikan perlakuan setara dan jaminan keamanan untuk Kamboja di SEA Games 2025. Sementara itu, Indonesia akan menyiapkan antisipasi jika konflik Thailand-Kamboja kembali meletus saat pelaksanaan SEA Games edisi ke-33 itu.
Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Atthakorn Sirilatthayakorn menegaskan kesiapan Thailand untuk menjadi tuan rumah SEA Games 2025. Sirilatthayakorn mengatakan, pemerintah akan memastikan perlakuan yang setara, keamanan penuh, dan kenyamanan maksimal bagi semua negara peserta SEA Games, termasuk Kamboja.
Sirilatthayakorn menambahkan, dia telah berbicara dengan pejabat senior di Otoritas Olahraga Thailand dan menekankan bahwa Thailand tidak membeda-bedakan atlet Kamboja dan atlet dari negara lain. ”Kami memandang mereka sebagai atlet dan tamu kami. Tugas kami adalah memberikan layanan terbaik bagi mereka, dalam hal kenyamanan, akomodasi, dan keamanan,” ujarnya dikutip dari media Thailand, The Nation, Selasa (18/11/2025).
Thailand dan Kamboja dibayangi konflik perbatasan yang telah berlangsung lebih dari satu abad. Pada Juli 2025, pertikaian bersenjata berlangsung selama lima hari. Konflik itu memakan korban jiwa dan membuat penduduk harus mengungsi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/26/abf436b2-496a-4850-aef0-84dbda488f13_png.png)
Thailand melakukan yang terbaik. Langkah-langkah keamanan berlaku sama untuk semua, dikoordinasikan dengan kepolisian dan Otoritas Olahraga Thailand.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 29 Juli 2025, situasi relatif tenang. Namun, kedua negara masih saling tuduh pelanggaran.
Meski pada akhir Oktober 2025 menandatangi kesepakatan damai, Thailand menangguhkan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata dengan Kamboja pada awal November 2025. Keputusan itu diambil setelah ledakan ranjau di perbatasan melukai prajurit Thailand.
Thailand-Kamboja berbagi perbatasan darat sejauh 870 kilometer. Terdapat sejumlah titik sengketa di perbatasan, terutama di sekitar Candi Preah Vihear, yang oleh Mahkaham Internasional (ICJ) dinyatakan sebagai milik Kamboja di tahun 1962.
Di tengah situasi itu, Sirilatthayakorn meyakini para atlet memahami semangat olahraga. Jika mereka datang sebagai atlet profesional, katanya, tugas mereka adalah berkompetisi, sementara tugas Thailand adalah memastikan keamanan semua negara secara setara, bukan hanya satu negara.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/05/08/dd38b13b-d090-4e72-8ca3-f2927bb6899b_jpg.jpg)
Sirilatthayakorn mengonfirmasi bahwa memang ada beberapa penarikan diri, baik atlet maupun staf, dengan total sekitar 300 orang. Namun, dia menolak mengkritik kesiapan negara lain.
”Thailand melakukan yang terbaik. Langkah-langkah keamanan berlaku sama untuk semua, dikoordinasikan dengan kepolisian dan Otoritas Olahraga Thailand. Pengaturan akomodasi telah dibuat untuk menyesuaikan dengan tiap-tiap cabang olahraga,” ujar Sirilatthayakorn.
Thailand akan menggelar SEA Games 2025 di 10 wilayah, meliputi Bangkok, Nonthaburi, Pathum Thani, Samut Prakan, Nakhon Pathom, Chonburi, Rayong, Songkhla, Chiang Mai, dan Ratchaburi. Bangkok, Chonburi, dan Songkhla akan menjadi wilayah utama yang menjadi tuan rumah ajang tersebut.
Secara jarak, Bangkok, Chonburi, dan Songkhla relatif jauh dari perbatasan Kamboja. Akan tetapi, Songkhla di selatan Thailand memiliki sejarah soal konflik separatis.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/05/17/891ca032-39d0-43d3-976a-7809bf4fae76_jpg.jpg)
Adapun Pemerintah Kamboja akhirnya menyetujui pengiriman delegasinya yang beranggotakan 333 orang, yang terdiri dari atlet dan ofisial, untuk berpartisipasi di SEA Games Thailand 2025. Sebelumnya, ketidakpastian muncul mengenai partisipasi Kamboja di tengah konflik dengan Thailand.
Kamboja akan bertanding pada 21 cabang olahraga, termasuk atletik, renang, berkuda, senam, dan judo. Sementara itu, Federasi Biliar Kamboja telah secara terbuka menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam SEA Games dengan alasan kekhawatiran atas keamanan dan keselamatan.
Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Nasional Kamboja (NOCC), Vath Chamroeun, mengatakan, seluruh anggota kontingen akan ditempatkan di satu hotel di Bangkok. Chamroeun juga membahas prinsip non-diskriminasi dalam gerakan Olimpiade.
”Kompetisi olahraga tidak boleh dijadikan platform politik, tetapi harus tetap menjadi kompetisi teknis yang mempromosikan perdamaian dan harmoni,” ujar Chamroeun, dikutip dari media Kamboja, Khmer Times.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/21/caa97864b7056680485164db67e4fd04-DSC05767.JPG)
Sementara itu, Indonesia akan menyiapkan langkah antisipatif jika konflik kembali meletus. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan, antisipasi akan dilakukan guna memastikan keamanan kontingen Indonesia yang berjumlah 966 atlet tersebut.
”Saya berharap dari CdM (Chief de Mission/Ketua Kontingen) mulai memetakan cabor-cabor mana yang berada di wilayah mana. Jadi, ini benar-benar harus dilihat oleh CdM,” tutur Erick dalam konferensi pers yang juga dihadiri CdM Indonesia untuk SEA Games Thailand 2024, Bayu Priawan Djokosoetono, di Gedung Kemenpora, Jakarta, Jumat (21/11/2025).
”Dan saya sepakat, di wilayah-wilayah yang berada di luar Bangkok atau yang dekat perbatasan perlu ada antisipasi,” ujar Erick.
Erick juga menegaskan, perlindungan atlet merupakan prioritas pemerintah. Dia juga meminta pimpinan pengurus cabang olahraga untuk lebih aktif memastikan keamanan tiap-tiap atlet selama di Thailand.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto