Indonesia mengirim 996 atlet ke SEA Games Thailand 2025, terbanyak sejak edisi Jakarta-Palembang 2011. Namun, target ”hanya” peringkat tiga dan 80-85 emas.
21 Nov 2025 17:18 WIB · Olahraga
KOMPAS/REBIYYAH SALASAH
JAKARTA, KOMPAS — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memperlihatkan ambisi sangat besar di SEA Games Thailand 2025. Dari jumlah atlet di bawah rata-rata, Indonesia kini akan mengirimkan kontingen tergemuk kedua sepanjang sejarah. Masalahnya, kenaikan kuantitas atlet itu tidak sejalan dengan target prestasi.
Setelah berlarut-larut tanpa kepastian, Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Menpora Erick Thohir akhirnya mengumumkan kontingen Indonesia untuk SEA Games di Gedung Kemenpora, Jakarta, Jumat (21/11/2025) atau kurang dari tiga pekan jelang perhelatan ajang multicabang tersebut. Indonesia akan mengirim 996 atlet yang berlaga di 48 cabang olahraga dengan target mempertahankan peringkat ketiga.
Dua bulan lalu, beberapa hari setelah dilantik Menpora, Erick mengklaim Indonesia hanya bisa mengirimkan 120 atlet karena pendanaan yang tersedia baru Rp 10 miliar. Pada Oktober, Erick mengklaim anggaran naik menjadi Rp 60 miliar sehingga bisa untuk mengirimkan 700-800 atlet. Dengan jumlah itu, Erick menargetkan Indonesia paling tidak bisa meraih peringkat tiga lagi, seperti di SEA Games Vietnam 2021 dan SEA Games Kamboja 2023.
”Karena targetnya peringkat ketiga, makanya kita push (jumlah atlet),” kata Erick menjawab pertanyaan Kompas soal alasan memberangkatkan banyak atlet.
”Ini kenapa kita push mati-matian. Kemenpora sisir anggaran sampai Rp 66 miliar, ya, karena kita ingin peringkat ketiga. Itu alasannya. Kita serius masuk ke angka-angka (medali) itu. Itu pun medali emasnya di angka 80-an,” tutur Erick melanjutkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/21/cf9fd62f933beb4641cd7e092cff95cf-DSC05760.JPG)
Jumlah 996 atlet ini naik hingga 66,3 persen dari total kontingen Indonesia untuk SEA Games Kamboja 2023. Saat itu, Indonesia berkekuatan 599 atlet dari 31 cabang olahraga. Jumlah ini juga terbanyak kedua setelah Indonesia jadi tuan rumah SEA Games Jakarta-Palembang 2011 dengan 1.053 atlet.
Erick menekankan, semua atlet itu dikirim ke SEA Games menggunakan anggaran Kemenpora. Tidak ada atlet yang berangkat mandiri. Untuk itu, Erick meminta keseriusan pengurus cabang olahraga agar memastikan atlet yang berangkat mendapatkan medali.
Kini, dengan kekuataan 996 atlet, Erick mengatakan, target medali emas Indonesia berada pada 80-85 keping. Jika jumlah medali emas yang diraih di bawah 80 keping atau bahkan menyentuh 70 keping, Indonesia terancam menempati peringkat keempat.
Meski begitu, target 80-85 medali emas itu tidak jauh berbeda dengan proyeksi Menpora pada Oktober lalu dengan 78 medali emas saat potensi mengirimkan 700-800 atlet. Selain itu, jumlah medali juga lebih rendah dari perkiraan para pengurus cabang olahraga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/21/5429bea79e2718b3c9869598152afea4-DSC05780.JPG)
Erick berkata, para pengurus cabor menargetkan total 129 medali emas. ”Alhamdulillah kalau 129 medali emas. Tapi, kan, kita mesti benar-benar menginjak bumi, hasil evaluasinya memang kalau bisa di 90 persen sesuai dari target,” ujarnya.
Adapun jumlah yang ditargetkan Kemenpora juga lebih sedikit dari total yang diraih Indonesia di SEA Games Kamboja 2023 dengan 87 medali emas. Padahal, total 996 atlet akan menjadi jumlah terbanyak kedua kontingen Indonesia sepanjang partisipasi Indonesia di SEA Games sejak edisi Kuala Lumpur 1977.
Indonesia pernah menurunkan hingga 1.053 atlet, tetapi saat itu Indonesia berstatus sebagai tuan rumah pada edisi Jakarta-Palembang 2011. Setelahnya, jumlah kontingen terbanyak Indonesia tercipta saat SEA Games Filipina 2019 dengan 841 atlet. Namun, selepas Filipina, kekuatan Indonesia bahkan tidak pernah mencapai 600 atlet.
Apalagi, mulai edisi Vietnam 2021, SEA Games ditegaskan bukan prioritas utama atau hanya sasaran antara. Sasaran utama adalah Asian Games dan Olimpiade. Ini menjadi bagian dari program pembinaan jangka panjang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Komitmen yang sama tetap berlanjut di SEA Games Kamboja 2023.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/05/02/0839be2c-6fea-411e-b3ac-2a85fbed8998_jpg.jpg)
Dengan paradigma itu, tuntutan kepada para atlet beralih dari sekadar medali di SEA Games menjadi standar prestasi. Para atlet perlu mencapai standar performa sesuai dengan periodisasi pembinaan untuk berprestasi di ajang lebih tinggi, yakni Asian Games atau Olimpiade. Jika standar itu tercapai, dan lebih baik dari atlet negara lain, medali akan datang dengan sendirinya.
Terlebih, kuantitas kontingen pun tidak melulu sejalan dengan kualitas prestasi yang diraih. Terbukti, dalam dua edisi terakhir, Indonesia bisa menempati posisi ketiga meski jumlah atlet lebih sedikit. Sementara ketika berkekuatan lebih banyak di Filipina, Indonesia justru terlempar ke posisi keempat.
Erick berkata, SEA Games Thailand 2025 menjadi dasar Kemenpora melakukan evaluasi dalam rangka mempersiapkan peta jalan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Evaluasi dilakukan karena SEA Games menjadi sasaran antara, sedangkan sasaran utama adalah Asian Games dan Olimpiade.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/05/07/b44577b4-217e-4fbe-92c4-479e35b81a50_jpg.jpg)
Di sisi lain, walaupun sudah mengirim hampir seribu atlet, ternyata pembagian jatah di beberapa cabang pun dinilai belum ideal. Di renang yang merupakan cabang Olimpiade, contohnya, mereka hanya bisa mengirim 22 atlet dari permintaan awal 26 atlet. Adapun di SEA Games Kamboja 2023, Indonesia diwakili 24 perenang.
Manajer Tim Nasional Renang Indonesia Wisnu Wardhana mengatakan, Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PBAI) masih berupaya meminta tambahan dua atlet lagi. ’Namun, belum ada approval. Itu untuk kekuatan tim. Kalau ada (24 atlet), penyisihan estafet bisa menurunkan tim cadangan. Tim utama bisa tampil maksimal di final,” ujarnya.
Terlepas dari penurunan jumlah perenang dari edisi lalu, PBAI tetap ditargetkan untuk meraih tiga emas di Thailand. Target itu sama dengan capaian prestasi mereka di Kamboja. Tiga peraih emas sebelumnya, I Gede Siman Sudartawa, Felix Viktor Iberle, Masinari Wolf, akan kembali turun pada Desember nanti.
Penulis:
Rebiyyah Salasah, Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra