Dicecar Soal Jakabaring dan Proyek Mangkrak, Herman Deru: Waktu Terbuang Bahas Masalah Satu Daerah

Karena terus dicecar soal Jakabaring dan proyek mangkrak, Herman Deru pun tidak mau bertanya kepada Eddy Santana Putra. Herman Deru merasa lebih paham soal Sumsel.

22 Nov 2024 08:25 WIB · Politik & Hukum

Oleh Adrian Fajriansyah

Terus dicecar soal Kompleks Olahraga Jakabaring atau Jakabaring Sport City yang terbengkalai dan banyak proyek mangkrak di Palembang, calon gubernur Sumatera Selatan nomor urut satu Herman Deru menganggap pembahasan itu membuang waktu untuk debat calon pemimpin Sumsel. Bagi dia, Sumsel terlalu luas kalau hanya membahas masalah yang terjadi di satu daerah.

”Sumsel adalah provinsi terluas di Sumatera, mencapai 91 ribu kilometer persegi dengan 17 kabupaten/kota, 241 kecamatan, dan sekitar 3.500 desa/kelurahan. Saat ini, kita sedang melakukan debat publik calon gubernur-wakil gubernur Sumsel. Sayang sekali waktu kita kalau hanya membahas satu titik demi satu titik. Sebab, Sumsel terlalu luas untuk membahas satu titik tersebut,” terang Herman Deru menanggapi calon gubernur nomor dua Eddy Santana Putra dalam segmen ketiga debat ketiga Pilkada Sumsel 2024 di Palembang, Kamis (21/11/2024).

Pernyataan itu dilontarkan Herman Deru karena Eddy terus menudingnya menyebabkan Jakabaring Sport City (JSC) terbengkalai dan banyak proyek besar di Palembang mangkrak. ”Tolok ukur suksesnya pemerintahan itu dalam parameter kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Itu semua tergabung dalam perwujudan angka yang disebut dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan IPM Sumsel pada poin tinggi, yakni 73,18 (pada 2023). Itu kesimpulan sebuah kesuksesan jalannya pemerintahan di era saya,” ujar Herman Deru yang menjabat Gubernur Sumsel 2018-2023.

Tidak mau bertanya

Saat mendapatkan kesempatan bertanya kepada paslon nomor dua, Herman Deru menyampaikan sejumlah informasi. Secara pribadi, dia berterima kasih kepada Eddy atas pertanyaan sebelumnya yang sangat dinamis dan memberikannya kesempatan untuk menjelaskan persoalan JSC dan proyek-proyek mangkrak di Palembang, antara lain proyek pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di kawasan Jakabaring serta proyek Pasar Cinde di pusat kota Palembang.

Herman Deru memastikan kepada Eddy bahwa JSC menjadi BUMD bukan di era kepemimpinannya menjadi Gubernur Sumsel. Herman Deru berdalih, saat dirinya dilantik menjadi gubernur, JSC sudah memiliki direktur utama yang mengelolanya. ”Ini sebagai penjelasan saya kepada Pak Eddy, bukan menyangkal tetapi suatu informatif,” kata Herman Deru.

Setelah itu, Herman Deru berbicara soal suasana kondusif atau sejuk adalah kunci untuk menarik minat penanam modal dalam negeri maupun asing untuk berinvestasi di suatu daerah. Sejauh ini, Sumsel punya modal seperti itu karena dikenal sebagai daerah yang zero konflik sehingga bisa memberikan kepastian keamanan dan kenyamanan untuk investor.

Paslon gubernur-wakil gubernur Sumatera Selatan nomor urut satu Herman Deru-Cik Ujang (kiri), paslon nomor dua Eddy Santana Putra-Riezky Aprilia (tengah), dan paslon nomor tiga Mawardi Yahya-Anita Noeringhati (kanan) mengikuti debat ketiga Pilkada Sumsel 2024 di Palembang, Kamis (21/11/2024).

Terkait infrastruktur, Herman Deru yang juga sering dicecar soal pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin mengatakan bahwa proyek itu tinggal menunggu peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk memulainya. Herman Deru sesumbar, kalau dirinya terpilih, groundbreaking itu akan langsung dilakukan.

”Wilayah Sumbagsel dahulu, terdiri dari Sumsel, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Bangka Belitung. Pelabuhan-pelabuhan Sumbagsel diambil oleh Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Bangka Belitung yang telah menjadi provinsi sendiri. Makanya, Sumsel hanya memiliki Pelabuhan Boom Baru di Sungai Musi, Palembang. Jadi, untuk memenuhi kebutuhan pelabuhan samudera, Pelabuhan Tanjung Carat harus segera diselesaikan,” tuturnya.

Saat waktu kesempatan bertanya berdurasi dua menit akan berakhir, Herman Deru menegaskan, dirinya tidak berniat bertanya kepada Eddy. Pasalnya, sebagai mantan gubernur, dia merasa lebih memahami persoalan di Sumsel.  ”Saya tidak akan bertanya kepada Pak Eddy karena saya lebih tahu persoalan di provinsi ini,” ujarnya.

Membedah JSC

Sementara itu, Eddy menganggap JSC dikerjasamakan dengan pihak swasta di zaman Herman Deru. Sebaliknya, di masa Gubernur Sumsel 2008-2018, Alex Noerdin, JSC berstatus Badan Layanan Umum (BLU). Perubahan status pengelola itu disinyalir sebagai pemicu JSC terbengkalai dalam lima tahun terakhir.

”Saya sangat prihantin dengan kondisi JSC saat ini, tidak terpelihara dan kumuh. Bahkan, tetangga JSC di Jakabaring, bangunan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) juga tidak terawat. Itu semua adalah kegagalan saudara selama menjabat gubernur,” kata Eddy yang berpasangan dengan calon wakil gubernur, Riezky Aprilia.

Foto udara kawasan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/3/2023).
Foto udara kawasan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/3/2023). Sejak Oktober 2022 delegasi FIFA sudah empat kali meninjau stadion yang akan dijadikan salah satu tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tersebut. Inpeksi terakhir tersebut menentukan terpilihnya stadion ini menjadi salah satu tempat penyelenggaraan. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 23-3-2023
Foto udara kawasan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/3/2023). FIFA menilai masih ada sejumlah detail kecil yang perlu dibenahi oleh Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang untuk melaksanakan Piala Dunia U-20 2023. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 24-3-2023
Perwakilan FIFA inspeksi terakhir kesiapan Piala Dunia U-20 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/3/2023). Sejak Oktober 2022 delegasi FIFA sudah empat kali meninjau stadion yang akan dijadikan salah satu tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tersebut. Inpeksi terakhir tersebut menentukan terpilihnya stadion ini menjadi salah satu tempat penyelenggaraan. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 23-3-2023
Suasana lapangan atletik di Kompleks Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/3/2023). Lapangan atletik akan dijadikan menjadi salah satu tempat latihan Piala Dunia U-20 pada 20 Mei-11 Juni mendatang. Dua lapangan latihan lainnya, yakni lapangan bisbol, dan lapangan panahan. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 24-3-2023
Suasana lapangan atletik di Kompleks Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/3/2023). Lapangan atletik akan dijadikan menjadi salah satu tempat latihan Piala Dunia U-20 pada 20 Mei-11 Juni mendatang. Dua lapangan latihan lainnya, yakni lapangan bisbol, dan lapangan panahan. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 24-3-2023
Suasana lapangan atletik di Kompleks Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/3/2023). Lapangan atletik akan dijadikan menjadi salah satu tempat latihan Piala Dunia U-20 pada 20 Mei-11 Juni mendatang. Dua lapangan latihan lainnya, yakni lapangan bisbol, dan lapangan panahan. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 24-3-2023
Foto udara lapangan bisbol di Kompleks Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/3/2023). Lapangan bisbol akan dijadikan menjadi salah satu tempat latihan Piala Dunia U-20 pada 20 Mei-11 Juni mendatang. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 24-3-2023
Foto udara lapangan panahan (kiri) dan lapangan bisbol (kanan) di Kompleks Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/3/2023). Lapangan panahan akan dijadikan menjadi salah satu tempat latihan Piala Dunia U-20 pada 20 Mei-11 Juni mendatang. Lapangan latihan lainnya, yakni lapangan atletik. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 24-3-2023
Foto udara lapangan panahan (bawah) dan lapangan bisbol (atas) di Kompleks Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/3/2023). Lapangan panahan akan dijadikan menjadi salah satu tempat latihan Piala Dunia U-20 pada 20 Mei-11 Juni mendatang. Lapangan latihan lainnya, yakni lapangan atletik. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 24-3-2023

Selain itu, Eddy berpendapat, banyak rencana atau proyek di era kepemimpinan Herman Deru yang tidak masuk logika. Salah satunya rencana memindahkan Kantor Gubernur Sumsel dari lokasi lama di pusat kota Palembang ke daerah Keramasan yang berada di pinggiran Palembang. Penimbunan tanah pun sudah dilakukan di Keramasan. Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian kelanjutan dari proyek itu alias mangkrak.

”Rencana itu tidak ada pertimbangan yang matang dan urgensinya. Lagi pula, masih banyak kebutuhan prioritas untuk masyarakat maupun daerah yang harus dipenuhi Gubernur Sumsel ketimbang memindahkan kantor kerjanya. Biar saja kantor gubernur di lokasi sekarang, masih banyak bangunan di belakang kantor yang butuh direhab,” tutur Eddy.

Quote

Betul bahwa kasus-kasus yang menjerat proyek terbengkalai (Masjid Raya Sriwijaya dan Pasar Cinde) belum inkrah secara pengadilan. Tetapi, paling penting, bagaimana untuk meningkatkan sesuatu tanpa meninggalkan yang sudah ada. Dan bagaimana pun anggaran yang dikeluarkan negara untuk JSC sudah cukup besar. Sayang sekali kalau JSC terlantar. Bagaimana tata kelolanya harus dialihkan kepada profesional, bukan kepada keluarga, relasi, dan lain-lain.

Menurut Riezky, prinsipnya mereka menghormati Herman Deru. Akan tetapi, mereka berharap segera terwujud sustainable development. Tujuannya agar pembangunan bisa berkelanjutan dengan mengambil sesuatu yang baik dan meninggalkan sesuatu yang jelek.

”Betul bahwa kasus-kasus yang menjerat proyek terbengkalai (Masjid Raya Sriwijaya dan Pasar Cinde) belum inkrah secara pengadilan. Tetapi, paling penting, bagaimana untuk meningkatkan sesuatu tanpa meninggalkan yang sudah ada. Dan bagaimana pun anggaran yang dikeluarkan negara untuk JSC sudah cukup besar. Sayang sekali kalau JSC terlantar. Bagaimana tata kelolanya harus dialihkan kepada profesional, bukan kepada keluarga, relasi, dan lain-lain,” ujar Riezky.

comparison left
comparison right
before-after-arrow

Kerabat Kerja

Penulis:

Adrian Fajriansyah
 | 

Editor:

C. Wahyu Haryo P
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .