Jumlah siswa yang diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan program MBG kembali bertambah mencapai 79 orang.
23 Apr 2025 10:19 WIB · Nusantara
BANDUNG, KOMPAS — Jumlah siswa keracunan yang diduga setelah mengonsumsi paket makanan dari program Makan Bergizi Gratis di Cianjur, Jawa Barat, bertambah menjadi 79 orang. Terkait hal ini, Cianjur menetapkan status kejadian luar biasa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Cianjur Frida Laila Yahya, saat dihubungi Kompas pada Rabu (23/4/2025), membenarkan informasi itu. Data tersebut didasarkan pada pendataan hingga Selasa malam.
Frida memaparkan, 79 korban ini merupakan siswa dari dua sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dua sekolah itu ialah Madrasah Aliyah Negeri 1 Cianjur dan SMP PGRI 1 Cianjur.
Para siswa mengalami gejala keracunan pada Senin (21/4/2025). Sebelumnya mereka mengonsumsi paket makanan dalam program MBG pada pagi hari.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/22/d6414d42b57ba7d7ad504f06243b824d-IMG_20250422_WA0043_1_.jpg)
Para korban mengalami gejala muntah, pusing, hingga diare. Sebagian besar korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Cianjur dan Rumah Sakit Bhayangkara serta sejumlah puskesmas.
”Dari data terkini, masih ada lima siswa yang menjalani perawatan di RSUD Sayang Cianjur. Adapun siswa lainnya yang mengalami gejala keracunan sudah kembali ke rumah masing-masing,” paparnya.
Frida menuturkan, pihaknya masih mendata jumlah siswa yang diduga mengalami gejala keracunan di sekolah lain. Sebab, program MBG terlaksana di sembilan sekolah yang meliputi satu TK, tiga SD, dua SMP, dua SMK, dan satu MAN.
Ia pun menyatakan produksi makanan MBG di dapur tersebut dihentikan sementara. Upaya ini untuk menanti hasil pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Kesehatan Daerah Jabar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/22/9b51c6580310e094315518f8f3258906-IMG_20250422_WA0011.jpg)
”Pemerintah Kabupaten Cianjur juga telah menetapkan status kejadian luar biasa atas puluhan kasus keracunan. Status ini berlaku selama dua hari, terhitung sejak Selasa,” katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jabar Rochady Hendra Setia Wibawa menambahkan, sampel makanan telah dikirimkan ke Labkesda Jabar yang berada di Bandung. Pemeriksaan diperkirakan akan memakan waktu satu pekan.
”Pemeriksaan sampel sekitar satu minggu. Pemeriksaan sampel makanan untuk mengetahui kuman yang mengakibatkan terjadinya keracunan,” paparnya.
Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono meminta Presiden Prabowo Subianto dan Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG. Sebab, banyak masalah yang terjadi, seperti keracunan yang dialami puluhan siswa di Cianjur.
”Kasus siswa yang mengalami keracunan di Cianjur menjadi salah satu masalah yang terus terjadi dalam pelaksanaan MBG. Harus ada evaluasi program ini,” kata Ono.
Penulis:
Fabio Maria Lopes CostaEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Nur Adji