BULU TANGKIS

Difavoritkan Juara, Fajar/Fikri Justru Kandas

Favorit juara dunia, Fajar/Fikri, tersingkir di perempat final, begitu pula Alwi Farhan. Indonesia pun hanya punya satu wakil di semifinal.

22 Agt 2026 08:12 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

NEW DELHI, JUMAT — Datang ke Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis sebagai salah satu dari dua ganda putra dengan performa terbaik pada 2026, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kandas di perempat final. Mereka gagal memperlihatkan kemampuan terbaik seperti ketika menjuarai dua turnamen terakhir sebelum kejuaraan mayor tersebut.

Tampil di Stadion Indira Gandhi, New Delhi, India, Jumat (21/8/2026), Fajar/Fikri bahkan tak mampu keluar dari tekanan ketika berhadapan dengan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (Taiwan). Hanya dalam waktu 32 menit, Fajar/Fikri kalah dengan skor 19-21, 16-21.

Pada laga perempat final terakhir, Jumat malam, Alwi Farhan pun tersingkir. Atlet berusia 21 tahun itu kalah dari Chou Tien Chen (Taiwan) yang 15 tahun lebih tua darinya. Alwi tak bisa mengulang performa baiknya ketika mengalahkan Chou dalam babak kedua All England, pada Maret, hingga kalah 15-21, 15-21.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri saat melawan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (Taiwan) pada perempat final ganda putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Jumat (21/8/2026). Fajar/kalah dalam dua gim.
Quote

Hari ini, kami tidak bisa keluar dari tekanan. Mereka bermain sangat baik dengan ’speed’ dan ’power’ yang luar biasa. Kami sudah mencoba, tapi mereka tampil lebih baik.

Dengan demikian, Indonesia hanya meloloskan satu semifinalis dari pemain yang justru tak diunggulkan melangkah jauh, yaitu Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Pasangan ganda campuran tersebut mengalahkan lawan yang juga berasal dari Taiwan, Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang, 21-18, 21-9. Di semifinal, Sabtu, Amri/Nita menantang pasangan nomor satu dunia, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China).

Kekalahan Fajar/Fikri menjadi pukulan telak bagi skuad Indonesia karena mereka memiliki peluang terbesar melangkah jauh, bahkan, juara. Dalam kejuaraan individu berlevel tertinggi ini, Indonesia tak pernah mendapatkan gelar sejak Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi juara dunia pada 2019.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri bermain pada perempat final ganda putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di New Delhi, India, Jumat (21/8/2026). Fajar/Fikri tersingkir.

”Hari ini, kami tidak bisa keluar dari tekanan. Mereka bermain sangat baik dengan speed dan power yang luar biasa. Kami sudah mencoba, tapi mereka tampil lebih baik. Pada gim pertama khususnya, saya banyak ragu-ragu, sedikit kaget juga dengan embusan angin hari ini yang lumayan kencang ke pinggir. Jadi, pengembalian bola saya banyak tidak pas,” tutur Fajar.

Bagi Fikri, Kejuaraan Dunia pertamanya dengan Fajar ini memberinya pelajaran untuk selalu siap melawan siapa pun dan cepat beradaptasi dengan berbagai kondisi. Fajar/Fikri pun kesulitan menemukan celah di lapangan lawan. Kelebihan mereka dalam permainan cepat di lapangan depan pun tak terlihat.

Sebelum bertolak ke India, Fikri memang mengatakan bahwa dia tak boleh lengah melawan siapa pun, termasuk lawan yang tidak termasuk ganda putra top dunia. Perempat final melawan Lee/Yang, pasangan dengan peringkat ke-17 dunia, menjadi bukti.

India Badminton World Championships

Fajar/Fikri datang ke India sebagai ganda putra peringkat kedua dunia. Mereka pun dinilai sebagai salah satu favorit juara, selain pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Itu karena Fajar/Fikri menjuarai dua turnamen terakhir sebelum Kejuaraan Dunia secara beruntun, Jepang dan China Terbuka. Fajar/Fikri mengalahkan Kim/Seo dalam final dua turnamen itu.

Namun, status unggulan, ranking, dan juara dari turnamen lain bukan menjadi penentu hasil di lapangan. Pemenang tetaplah pemain yang lebih siap menghadapi permainan lawan dan kondisi di lapangan.

Fajar/Fikri kalah dalam faktor tersebut dari Lee/Yang yang menggagalkan semifinal ganda putra di antara empat unggulan teratas. Semifinalis lainnya adalah Liang Wei Keng/Wang Chang (China/3) yang akan menjadi lawan Lee/Yang, serta Kim/Seo (1) yang akan berhadapan dengan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia/4).

France's Alex Lanier plays against Thailand's Kunlavut Vitidsarn during a quarter final match of the Badminton World Championships in New Delhi, India, Friday, Aug. 21, 2026. (AP Photo)

Alwi juga gagal melengkapi semifinal atlet-atlet ”Next Generation” di sektor tunggal putra seperti yang dicapai pemain seangkatannya, Victor Lai (Kanada) dan Alex Lanier (Perancis). Kedua atlet yang akan berhadapan di semifinal tersebut berusia 21 tahun. Adapun semifinal lain mempertemukan Chou dan Kodai Naraoka (Jepang)

Lanier menghentikan langkah juara dunia 2023, Kunlavut Vitidsarn (Thailand), 19-21, 21-16, 21-16, sementara, Lai mengalahkan Rasmus Gemke (Denmark) 21-19, 21-18. Keduanya menjadi kekuatan baru tunggal putra, setidaknya dalam dua tahun terakhir.

Lanier bersinar lebih dulu ketika menjuarai Jepang Terbuka 2024. Adapun Lai memberikan kejutan pada pemain-pemain top dunia sejak 2025 ketika menembus semifinal Kejuaraan Dunia. Dia menjadi pebulu tangkis pertama Kanada yang mendapatkan medali dari Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis.

Canada's Victor Lai plays against Denmark's Rasmus Gemke during a quarter final match of the Badminton World Championships in New Delhi, India, Friday, Aug. 21, 2026. (AP Photo/Manish Swarup)

Lai, yang lahir di Kanada tetapi memiliki garis keturunan Hong Kong, tampil lebih konsisten pada tahun ini dengan mencapai babak-babak akhir turnamen besar. Dia mencapai semifinal India Terbuka, All England, China Terbuka, dan menjuarai Indonesia Terbuka.  

Selain tunggal putra dan ganda putra, semifinal dengan pemain dari empat negara berbeda juga ada di tunggal putri. Atlet nomor satu dunia, An Se-young (Korea Selatan) akan melawan Wang Zhi Yi (China), adapun Akane Yamaguchi (Jepang) berhadapan dengan Pornpawee Chochuwong (Thailand).


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase