PIALA DUNIA 2026

Digulung Tujuh Gol Jerman, Tak Menghapus Kebanggaan Curacao

Jerman pesta gol saat melawan Curacao. Mengakui banyak gol dilesakkan lawan, hal itu tidak membuat kebanggaan Curacao tampil di Piala Dunia luntur.

15 Jun 2026 15:23 WIB · Olahraga

AP Photo/Eric Gay

Oleh Cornelius Helmy Herlambang

Tidak ada kejutan saat Curacao menghadapi Jerman di laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026 di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB. Meski bisa mencetak satu gol, Curacaco kebobolan 7 gol.

Kekalahan besar itu kembali memunculkan kritik lama tentang kapasitas Curacao di panggung dunia. Curacao dianggap negara yang terlalu kecil dan dipimpin pelatih yang terlalu tua sehingga tidak layak tampil di Piala Dunia. Namun, Pelatih Curacao Dick Advocaat (78) tidak terlalu memusingkan hal itu.

”Tidak memalukan kalah melawan tim seperti Jerman,” kata Advocaat pada konferensi pers setelah pertandingan. ”Tim ini (Jerman) bernilai 850 juta poundsterling (Rp 20 triliun) dan Curacao 25 juta poundsterling (Rp 594 miliar).”

<p>Dick Advocaat, Pelatih Kepala Curacao, memperhatikan sebelum pertandingan Grup E Piala Dunia FIFA 2026 antara Jerman dan Curacao di Stadion Houston pada 14 Juni 2026 di Houston, Texas. Molly Darlington/Getty Images/AFP (Foto oleh Molly Darlington / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)</p>

Sejak awal, Advocaat mengatakan, mereka punya misi lebih besar ketimbang sekadar mencari menang. Timnas ingin mengenalkan semangat Curacao ini pada semesta. Dan, kata Advocaat, hal itu terjadi di laga perdana di putaran final Piala Dunia ini.

Advocaat, yang menyeka air mata sebelum pertandingan dimulai, mengatakan, kekalahan telak itu terbayar kebahagiaan yang terpampang di tribune penonton.

Quote

Apa yang telah kita capai dalam kualifikasi ke putaran final sudah luar biasa. Dan, kita harus menyadari hal itu.

APTOPIX Curacao Germany WCup Soccer

Ada banyak penggemar yang dikenal dengan sebutan ”Gelombang Biru” hadir di sana. Julukan itu merujuk pada posisi Curacao sebagai negara kepulauan yang dikelilingi lautan.

”Apa yang telah kita capai dalam kualifikasi ke putaran final sudah luar biasa. Dan, kita harus menyadari hal itu. Selanjutnya, yang perlu kita lakukan hanya menunjukkan yang terbaik dari diri kita,” kata Advocaat, pelatih yang pernah melatih Korea Selatan di tahun 2006.

Momen bangga

Curacao adalah negara di Laut Karibia. Luas wilayahnya 450 kilometer persegi atau lebih-kurang 4,5 kali Kota Bandung, Jawa Barat.

Jumlah penduduk Curacao jauh lebih sedikit, hanya 156.000 atau hanya sekitar 6 persen dari Kota Bandung yang dihuni 2,5 juta orang. Total warga Curacao lebih kurang setara satu kecamatan di Kota Bandung.

Jika belum terbayang seberapa kecil Curacao, Associated Press membandingkannya dengan kota Houston, tempat laga melawan Jerman digelar.

Kota itu punya penduduk 15 kali lebih banyak dari Curacao. Bahkan, Stadion NRG di Houston dapat menampung setengah dari semua populasi negara itu.

Para pendukung Curaçao bersorak untuk tim mereka saat menonton siaran pertandingan Piala Dunia FIFA antara Jerman dan Curaçao di Willemstad, Curaçao, pada 14 Juni 2026. (Foto oleh Pong Pong / AFP)

Meski begitu, perjuangan mereka menuju Piala Dunia 2026 tidak sekecil luas daerahnya. Mereka melaju setelah menaklukan negara yang lebih besar dan pernah berlaga di Piala Dunia.

Salah satu yang pernah dikalahkan adalah Haiti, yang kini sama-sama berjuang di Amerika Utara. Atau, ada Jamaica, negara yang pernah berlaga di Piala Dunia 1998 di Perancis.

Di edisi kali ini, Curacao satu grup bersama Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading. Meski masih lebih tinggi dari Indonesia (118) secara peringkat FIFA, Curacao menjadi yang terendah di Grup E. Negara ini berada di peringkat ke-82. Sementara Jerman ada di peringkat ke-10, Ekuador ke-23, dan Pantai Gading ke-34.

Para penggemar Curacao tiba sebelum pertandingan Grup E Piala Dunia FIFA 2026 antara Jerman dan Curacao di Stadion Houston pada 14 Juni 2026 di Houston, Texas.

Remko Bicentini, mantan pemain profesional dan eks pelatih kepala timnas Curacao, sejak awal tidak terlalu banyak berharap negaranya akan melaju lebih jauh. Bagi dia, penampilan Curacao tidak harus berujung kemenangan.

”Kami tahu tidak akan memenangi Piala Dunia. Namun, ketika sampai di sana, itu adalah momen sangat, sangat, sangat baik. Kami bangga akan hal itu,” kata Bicentini.

Livano Comenencia (8) dari Curacao merayakan gol pertama timnya selama pertandingan Grup E Piala Dunia FIFA 2026 antara Jerman dan Curacao di Stadion Houston pada 14 Juni 2026 di Houston, Texas.

Bicentini sangat paham dengan situasi itu. Bukan hal yang aneh bagi atlet dari Curacao untuk berkompetisi di panggung internasional. Namun, bagian yang langka adalah mereka melakukannya sebagai ”Curacao”.

Sejauh ini, banyak atlet Curacao bermain di Eropa atau membela tim yang berada di bawah Kerajaan Belanda, seperti dalam World Baseball Classic, di mana mereka tampil untuk tim Kingdom of the Netherlands. Hal serupa juga terjadi di Olimpiade ketika atlet dari Curacao dapat memperkuat tim Belanda.

”Kami bekerja bertahun-tahun, sangat keras untuk mencapai posisi kami sekarang,” Kata Bicentini.

Bermain berani

Akan tetapi, terlepas dari semua hal yang ada, Advocaat mengatakan, hasil melawan Jerman tetap kekalahan telak. Timnya terlalu banyak kebobolan gol mudah. Oleh karena itu, untuk partai selanjutnya, target utama adalah memastikan pemain tidak patah semangat.

”Namun, saya tidak terlalu khawatir. Pemain hanya perlu memperlihatkan yang terbaik dari diri mereka untuk membuat kejutan di dua laga lainnya,” kata Advocaat, pelatih tertua sepanjang sejarah Piala Dunia.

Di tengah kebahagiaan menang besar, Pelatih Jerman Julian Nagelsmann (38) juga tetap memberikan pengakuan atas penampilan lawan. Dia mengatakan tidak menduga Curacao akan mencetak gol.

Curacao Germany WCup Soccer

Curacao, kata dia, bermain lebih baik dari yang diperkirakan banyak orang di Jerman. Di bawah Advocaat, Curacao bermain dengan berani, berbeda dari sebelumnya.

”Oleh karena itu, mencetak tujuh gol dalam laga ini bukanlah hal mudah. Semangat ini penting bagi tim saat melakoni laga perdana,” kata Nagelsmann mengomentari performa tim asuhan Advocaat, pelatih yang usianya terpaut 40 tahun darinya, terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.

Namun, Nagelsmann tidak terlalu yakin akan melatih 40 tahun lagi.

”Saya suka pekerjaan saya. Saya pikir dia (Advocaat) juga pelatih yang sangat keren. Tetapi, saya berharap dapat melakukan hal-hal berbeda dalam hidup saya di usia itu,” katanya sambil tertawa. (Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Yuliana Karim