Ekonomi Vietnam sangat mengandalkan pasar AS. Investor di Vietnam berasal dari AS, China, dan Korea Selatan. Mereka terpukul tarif dan siap melakukan PHK.
06 Apr 2025 18:24 WIB · Internasional
HANOI, MINGGU — Para pengusaha Vietnam dan pengusaha Amerika Serikat di Vietnam meminta Presiden AS Donald Trump untuk menunda penerapan tarif 46 persen atas produk asal Vietnam. Para pengusaha AS dan Vietnam menyatakan, tarif tersebut merusak hubungan dagang dua negara yang selama ini berjalan baik.
Kamar Dagang dan Industri Vietnam serta Kamar Dagang AS di Vietnam menyampaikan keprihatinan tersebut kepada Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dalam surat tertanggal Sabtu (5/4/2025). Tarif baru yang diberlakukan AS mengguncang mereka.
”Tarif rendah terhadap produk Vietnam yang dibeli konsumen AS adalah sesuatu yang membantu korporasi, ekonomi, dan rakyat AS,” demikian isi surat Kadin AS di Vietnam (AmCham) dan Kadin Vietnam. Menurut mereka, tarif yang tinggi tidak akan menolong siapa pun. Kedua lembaga itu menegaskan, perjanjian yang adil akan memberikan kepastian bagi pengusaha dan memperbaiki hubungan dagang dua negara.
Vietnam adalah basis manufaktur bagi banyak perusahaan Barat yang membukukan surplus perdagangan 123 miliar dollar AS terhadap AS, tujuan utama ekspor Vietnam tahun 2024.
Analis risiko pada firma BMI, Sayaka Shiba, mengatakan, tarif yang dikenakan Trump pada Vietnam secara siknifikan akan merusak model pertumbuhan negeri itu saat ini. Sebagaimana disebutkan, Vietnam sangat bergantung pada ekspor ke AS. Dalam skenario terburuk, produk domestik bruto Vietnam tahun ini dapat tertekan hingga 3 persen.
Merujuk data Kantor Statistik Nasional Vietnam, pada triwulan I-2025, PDB Vietnam tumbuh 6,93 persen secara tahunan atau year on year. Capaian tersebut melambat dibandingkan PDB Vietnam pada triwulan IV-2024 yang sebesar 7,55 persen.
Sebelumnya, Jumat lalu, selepas Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru impor, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam menawarkan akan memangkas tarif impor produk-produk asal AS. Trump menyambut tawaran yang disampaikan dalam pembicaraan melalui telepon itu dengan hangat.
Sebaliknya, merujuk Vietnam News, To Lam meminta AS menghapus tarif terhadap produk Vietnam. To Lam juga mengundang Presiden Trump dan Ibu Negara untuk segera berkunjung ke Vietnam. Percakapan telepon Trump–To Lam berlangsung dua hari sesudah AS memberlakukan tarif 46 persen terhadap Vietnam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/09/933788625384f424f8b929e22f1824c3-cropped_image.jpg)
Turut mendampingi To Lam yang bercakap dengan Presiden Trump Perdana Menteri Pham Min Chih, Ketua Komite Pusat Partai Komunis Vietnam Le Hoai Trung, dan Wakil PM Ho Duc Phoc.
Sebelum penerapan tarif AS, Rabu, Vietnam terlebih dulu memangkas pajak terhadap beberapa produk AS sebagai konsesi. Vietnam juga berjanji membeli lebih banyak produk AS, seperti pesawat terbang dan produk pertanian.
Vietnam selama ini berusaha menjaga keseimbangan dalam hubungan luar negeri dengan dua kekuatan utama dunia, AS dan China. Vietnam adalah negara ASEAN dengan akses perdagangan langsung dengan Provinsi Guangxi, China, yang menjadi gerbang China ke ASEAN.
Meskipun saat ini ada dalam tekanan, PM Pham Minh Chinh mengatakan, tarif yang diberlakukan Trump tidak mengubah target pertumbuhan Vietnam tahun 2025 yang mencapai 8 persen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/06/e7c3836643e5fef331a3a4ff588808e0-President_Trump_Announces_New_Reciprocal_Tariffs_On_Dozens_Of_Nations.jpg)
Demi mencapai target pertumbuhan tahun ini, kinerja ekonomi Vietnam harus mencapai kisaran 8,2-8,4 persen di sisa waktu delapan bulan. Namun, jika tarif Trump mengakibatkan penurunan ekspor Vietnam hingga 10 persen, itu dapat memangkas 0,84 persen GDP Vietnam tahun ini sehingga sulit mencapai target.
Sektor industri Vietnam yang paling terpukul adalah industri sepatu, busana, elektronik, dan telepon pintar.
”Ekspor ke AS adalah pendorong utama ekonomi Vietnam. Akan tetapi, besarnya tarif akan mengurangi investasi ke Vietnam terutama dari pemodal AS, Korea Selatan, dan China. Itu mengakibatkan peluang kerja dan pendapatan rakyat menurun,” kata pejabat senior Kantor Statistik Nasional Vietnam.
AS adalah pasar ekspor terbesar Vietnam dalam kuartal I-2025 dan surplus perdagangan Vietnam atas AS naik 22,1 persen dari setahun sebelumnya dengan nilai 27,3 miliar dollar AS.
Meskipun demikian, apabila tidak diwaspadai, kinerja industri pada kuartal kedua akan menghadapi tantangan akibat penerapan tarif AS dan ketidakpastian global.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/06/faacc978e64111c4b38097e7762c24e5-President_Trump_Announces_New_Reciprocal_Tariffs_On_Dozens_Of_Nations_1_.jpg)
Aktivitas ekonomi Vietnam biasanya memang melambat di awal tahun karena jeda aktivitas liburan Tahun Baru Lunar atau Tet. Di sisi lain, dengan perkembangan terbaru, para konsultan bisnis di Vietnam mengatakan, pertumbuhan tahun 2025 akan terdampak karena perusahaan akan menunda investasi untuk menyesuaikan diri dengan adanya tarif AS.
Sebelumnya, survei terhadap perusahaan–perusahaan AS di Vietnam pada Februari 2025 pun telah mengungkapkan, sebagian besar pengusaha merencanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) apabila kinerja mereka menurun akibat tarif baru yang dikenakan Trump. (AFP/Reuters)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto