Arne Slot yang biasanya tampil tenang mendadak frustrasi terhadap sikap Darwin Nunez. Musim ini santer disebut sebagai yang terakhir untuk Nunez.
21 Feb 2025 10:22 WIB · Olahraga
Mengkritik pemain secara terang-terangan dengan kalimat pedas di hadapan media bukanlah karakter yang biasa dari Arne Slot. Manajer Liverpool itu tidak lagi bisa menutupi kekesalannya terhadap perilaku Darwin Nunez seusai gagal mengonversi peluang saat melawan Aston Villa. Sejumlah analis memperkirakan, Nunez kian mendekati pintu keluar dari Liverpool.
Bukan kegagalan Nunez mencetak gol yang membuat Slot frustrasi. Namun, Slot lebih menyayangkan perilaku Nunez yang mendadak kehilangan semangat dan menyesal secara berlebihan setelah gagal mencetak gol ke gawang kosong.
Dia bukan Darwin biasa yang bekerja keras dan memastikan dia membantu tim.
Setelah kegagalan itu, Nunez mendadak jadi rendah diri. Dia kehilangan semangat bermain. Performanya merosot dengan hanya menciptakan 10 sentuhan bola dalam 22 menit. Ia juga hanya menyelesaikan dua operan, memenangi satu dari lima duel, dan kehilangan bola sebanyak lima kali.
”Yang agak sulit saya terima adalah perilakunya setelah peluang itu, dan yang saya maksud dengan perilaku adalah saya pikir itu (kegagalan mencetak gol) terlalu banyak memengaruhi pikirannya. Dia bukan Darwin biasa yang bekerja keras dan memastikan dia membantu tim. Saya pikir dia terlalu kecewa setelah kehilangan kesempatan itu dan mungkin, kita tidak akan pernah tahu, itulah sebabnya dia hanya kekurangan sedikit waktu setelahnya,” tutur Slot.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/21/c6bfdd33013b3f45ca62fb656de9ab6e-FBL_ENG_FACUP_PLYMOUTH_LIVERPOOL_127357775.jpg)
Melalui pernyataan itu, Slot hendak mengatakan bahwa seorang penyerang boleh saja kehilangan kesempatan mencetak gol berkali-kali. Namun, yang lebih penting adalah ia tidak boleh kehilangan semangat.
Menurut Slot, risiko menjadi penyerang adalah mengemban ekspektasi luar biasa dari pendukung terkait torehan gol. Namun, seorang penyerang tidak selayaknya kemudian kehilangan semangat dan menurunkan performa.
Slot jarang mengkritik kinerja pemainnya di depan media. Sebagai seorang manajer berpengalaman, Slot paham bahwa mengkritik pemain secara terbuka bisa menjadi bumerang. Psikolog Olahraga Abrahams, yang bekerja bersama Slot saat masih menangani Feyenoord, mengungkapkan, Slot termasuk manajer yang selalu memperhatikan pilihan kata dan ritme kalimat.
Akan tetapi, Slot bisa sangat keras jika hal-hal berjalan tidak sesuai dengan keinginannya. Dalam kondisi seperti itu pun, menurut kerabat dekat Slot, ia masih bisa memilih nada serta kata-kata positif untuk meningkatkan semangat para pemain.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/21/872bf83fe88176c91ab5a1cc3470b741-FBL_ENG_PR_ASTON_VILLA_LIVERPOOL_127613069.jpg)
Dengan begitu, kritik Slot terhadap Nunez tergolong hal yang di luar kebiasaan. Apalagi ia membandingkan Nunez dengan etos kerja dari Wataru Endo. Slot menilai Endo bisa menjadi contoh bagus di mana seorang pemain selalu siap dan mampu bermain bagus kala dibutuhkan.
Berangkat dari itu pula beberapa pakar menilai kritik terbuka Slot sebagai pesan tersirat yang berarti Nunez tidak akan masuk dalam skemanya. Seusai laga menghadapi Aston Villa yang berakhir imbang 2-2, Liverpool akan menjalani ujian berat dengan bertandang ke markas Manchester City akhir pekan nanti.
Jurnalis The Athletic, James Pearce, yang mengikuti isu-isu Liverpool menilai Slot punya pilihan membela Nunez, alih-alih mengkritik sikapnya. Namun, pilihan itu tidak diambil Slot. Hal ini pun memicu spekulasi bahwa musim ketiga Nunez membela Liverpool ini akan menjadi musim terakhirnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/21/b7d867b007b5e73dacdec69bab940e32-FBL_ENG_PR_BRENTFORD_LIVERPOOL_126833534.jpg)
Sejak didatangkan dari Benfica, Nunez masih kesulitan beradaptasi. Selama tiga musim di Liverpool, Nunez telah tampil 131 kali dengan mencetak 39 gol dan 22 asis.
Jumlah tersebut cukup jauh jika dibandingkan dengan performanya selama dua musim di Benfica. Dalam 85 penampilan bersama Benfica, Nunez melesakkan 48 gol serta 16 asis. Citranya sebagai pencetak gol ulung seketika runtuh di Liverpool. Tidak hanya saat melawan Villa, Nunez juga kerap dicemooh karena terlampau sering membuang-buang peluang emas saat berseragam Liverpool.
Setelah performa buruknya itu, Nunez dikaitkan dengan kepindahan ke Liga Pro Saudi. Sejumlah klub dikabarkan tertarik menggunakan jasanya. Kontrak Nunez bersama Liverpool masih tersisa hingga 2028, untuk itulah Liverpool bisa meraup untung besar dari hasil penjualan Nunez.
Akan tetapi, Nunez menegaskan bahwa dirinya masih ingin bertahan di Liverpool. Melalui sebuah unggahan di media sosial pribadinya, Nunez mengakui performanya sedang tidak bagus dalam tiga pekan terakhir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/20/3170ddac9fe61507328fea810413db65-wires_photo_2025_02_20T112115.002.jpg)
”Jika saya terjatuh, saya akan bangkit. Kalian tidak akan melihat saya menyerah. Saya akan memberikan semua yang saya bisa hingga hari terakhir di Liverpool,” ucap Nunez.
Unggahan bernada semangat itu tentunya bagus untuk mengangkat kepercayaan diri Nunez di tengah kritik yang menerpanya. Namun, alangkah lebih baik lagi jika ucapan itu segera ia terjemahkan ke dalam performa impresif di atas lapangan.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nur Adji