RESHUFFLE KABINET

Dilantik Jadi Menkeu, Apa Arahan Presiden Prabowo kepada Suahasil Nazara?

Sejumlah arahan disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada Suahasil Nazara yang dilantik sebagai Menteri Keuangan sisa masa jabatan 2024-2029. Apa saja arahannya?

14 Sep 2026 16:37 WIB · Politik & Hukum

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETAR

Oleh Kurnia Yunita Rahayu, Nino Citra Anugrahanto, Cyprianus Anto Saptowalyono

JAKARTA, KOMPAS — Sejumlah arahan disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada Suahasil Nazara yang pada Senin (14/9/2026) dilantik Presiden sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

”Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya, menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut. Jadi, APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah. Karena itu, APBN itu harus sehat. Selain harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya,” kata Suahasil di Istana Negara, Jakarta.

Terkait hal itu, menurut Suahasil, Kementerian Keuangan, yang selama ini sudah bekerja dengan sangat sangat keras, akan melanjutkan menjaga keuangan negara tersebut menjadi APBN yang nantinya bisa menumbuhkan dan betul-betul menstabilkan ekonomi Indonesia.

Quote

Secara umum, Presiden memberikan arahan untuk terus menjaga keuangan negara kita, menjaga kesehatan keuangan negara, dan menjaga kredibilitasnya ke depan terus.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK) 07-09-2022

”Dan, Kementerian Keuangan sebagai kementerian yang sangat besar, 77.000 pegawai tentu bekerja di seluruh Indonesia untuk bisa menumbuhkan ekonomi dan menstabilkan ekonomi Indonesia,” ujar Suahasil.

Menjawab pertanyaan wartawan, Suahasil mengatakan bahwa defisit akan tetap di bawah 3 persen. Sehubungan komunikasi langsung dengan Presiden sebelum dilantik, Suahasil mengatakan, ”Ditelepon oleh Istana dan tadi saya menghadap Bapak Presiden.”

Menurut Suahasil, prioritas saat ini adalah menjalankan APBN yang kredibel. Pihaknya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan melalui APBN mendukung program prioritas pemerintah.

”Mungkin dalam proses ini teman-teman media tentu mengikuti dan meng-cover terus selama ini yang namanya program kerja prioritas nasional. Itu adalah prioritas dari negara kita dan telah mendapatkan arahan dari Presiden maupun Kabinet bahwa itu yang harus kita fokuskan dan prioritaskan di situ,” tutur Suahasil.

infografik
”Outlook” Postur APBN 2026

Sehubungan dengan transisi, Suahasil memastikan pihaknya akan mengoordinasikannya dengan baik. ”Dan, setelah ini saya akan kembali ke Kementerian Keuangan dan kita akan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan seperti biasa,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Suahasil menuturkan, efisiensi adalah bagian dari gerak APBN. ”Jadi, APBN itu terdiri dari penerimaan, belanja, dan pembiayaan. Di bagian belanja, tentu kita selalu mencari belanja yang lebih efisien, tetapi menghasilkan output yang kemudian sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Jadi, dengan output yang ada, dengan belanja yang ada, menghasilkan output yang maksimal. Ini adalah bentuk efisiensi dari APBN,” katanya.

Jadi, menurut Suahasil, efisiensi itu bukan hanya sekadar memotong belanja. Efisiensi adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang kemudian memberikan manfaat bagi masyarakat.

”Secara umum, Presiden memberikan arahan untuk terus menjaga keuangan negara kita, menjaga kesehatan keuangan negara, dan menjaga kredibilitasnya ke depan terus,” kata Suahasil.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu, Nino Citra Anugrahanto, Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra