Dilema LeBron James Menuju Rekor Musim Ke-23

LeBron James tidak ragu untuk bermain semusim lagi walaupun sudah berusia kepala empat. Namun, dia gundah karena masih ingin juara. Lakers tidak mendukung mimpi itu.

30 Jun 2025 16:00 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Megabintang Los Angeles Lakers, LeBron James, memastikan akan kembali bermain pada musim depan. Pebasket 40 tahun itu segera menjadi orang pertama yang tampil di NBA selama 23 musim. Hanya saja, James masih bimbang untuk kembali memperkuat Lakers karena visi yang mulai tidak searah.

James sedang memproses opsi pemain dalam kontraknya di Lakers yang senilai 52,6 juta dollar AS (Rp 853,9 miliar) untuk musim 2025-26. Jika terwujud, dia akan menciptakan rekor baru. Sebelumnya, dia berbagi rekor dengan Vince Carter sebagai pemain dengan jumlah musim terbanyak di NBA, yaitu 22 musim.

Rich Paul, agen pemain dari James, berkata, musim depan sangat kompleks. Sang pemain berkomitmen kembali tampil, tetapi belum memutuskan tetap bersama Lakers. Dia ingin maksimal di musim depan yang berpotensi jadi musim terakhir. ”LeBron ingin bersaing meraih juara,” ujar Paul kepada ESPN, Minggu (29/6/2025).

Skuad Lakers masih jauh dari kualitas juara. Musim lalu, setelah kedatangan megabintang baru, Luka Doncic, mereka ditaklukkan Minnesota Timberwolves, 1-4, di babak pertama playoff. James ingin klub bergerak aktif untuk memperkuat skuad pada musim depan. Masalahnya, pihak klub berbeda pandangan.

Para petinggi Lakers lebih ingin berfokus dengan proyek jangka panjang. Mereka memiliki Doncic yang baru berusia 26 tahun sebagai wajah baru klub. Hubungan James sangat baik dengan pemilik klub Jeanie Buss sejak membela Lakers pada 2018. Masalahnya, Buss baru saja menjual saham mayoritas Lakers kepada Mark Walter.

Los Angeles Lakers' LeBron James (23) and Luka Doncic (77) watch action during the second half of an NBA basketball game against the New Orleans Pelicans Tuesday, March 4, 2025, in Los Angeles. (AP Photo/Jae C. Hong)

”Dia mengetahui Lakers sedang membangun untuk masa depan. Kami juga paham betapa sulit membuat tim untuk menang segera sekaligus mempersiapkan masa depan. Karena itu, kami akan mengevaluasi yang terbaik untuk karier dan hidup James ke depan. Dia ingin membuat setiap musim tersisa jadi berarti,” jelas Paul.

Bagi ”King James”, julukannya, pilihan terbaik adalah mengambil opsi pemain di Lakers untuk mengamankan gaji besar. Setelah itu, dia bisa meminta pindah dari Lakers. Klub tidak akan merugi karena James masih punya nilai tukar besar. Paket pertukaran James bisa menjadi fondasi Lakers untuk membangun masa depan.

Banyak klub yang digosipkan ingin merekrut James dalam beberapa tahun terakhir. Golden State Warriors salah satunya, pada awal 2024. Warriors berencana menyatukan ikon tim, Stephen Curry, dengan James. Adapun keduanya sempat mengutarakan keinginan untuk bermain bersama setelah sempat terlibat rivalitas pada di era 2010-an.

Cleveland Cavaliers yang sudah seperti rumah bagi James, juga berpotensi menjadi tujuan berikutnya. Skuad Cavaliers berpotensi juara. Terbukti mereka finis sebagai pemuncak klasemen Wilayah Timur pada musim lalu. Namun, skuad mereka masih kurang berpengalaman di playoff. James bisa mengisi lubang tersebut.

Pencapaian James sudah komplet sebagai pemain. Dia sudah meraih berbagai penghargaan individu dan tim sepanjang karier. Mulai dari empat kali most valuable player musim reguler dan final, empat kali juara dengan tiga klub berbeda, sampai tercatat sebagai pencetak poin terbanyak dalam sejarah NBA.

Pemain LA Lakers LeBron James memegang trofi juara NBA dan pemain terbaik setelah mengalahkan Miami Heat dalam laga final NBA musim 2019-2020 di AdventHealth Arena, Orlando, Amerika Serikat, Senin (12/10/2020) pagi WIB.

Meskipun begitu, James tidak pernah puas untuk terus berprestasi. Terbukti, dia memutuskan untuk kembali ke tim nasional Amerika Serikat dalam Olimpiade Paris 2024. Padahal, dia sudah mengoleksi dua emas Olimpiade dan sempat vakum dalam dua edisi sebelumnya. Adapun James sukses meraih emas ketiga di Paris.

Ambisi besar James juga terlihat jelas pada musim lalu. Dia memaksakan tampil di playoff walaupun sedang dalam kondisi cedera lutut. James bahkan bermain dengan rerata lebih dari 40 menit di seri versus Timberwolves. Hebatnya, dia melakukan semua itu di usia kepala empat, saat kebanyakan pebasket lain sudah pensiun.

Adapun musim lalu, James masih memberikan kontribusi besar untuk Lakers. King James menyumbang rerata 24,4 poin, 7,8 rebound, dan 8,2 asis. Tidak banyak pemain di liga yang mampu menyamai catatan statistik tersebut. Berkat itu, dia terpilih masuk ke dalam tim kedua All-NBA.

”Setiap musim saat saya tidak berhasil lolos ke final atau juara, itu adalah kekecewaan besar. Jadi hasil kali ini sama untuk saya. Jeda musim ini akan berisi kekecewaan dan ketidakpuasan. Saya selalu ingin bermain lebih lama dan berkesempatan meraih piala. Tidak ada yang berubah dari saya,” kata James seusai kalah dari Timberwolves.

James dihadapkan dengan salah satu pilihan tersulit dalam kariernya saat ini. Tubuhnya mungkin masih kuat bermain untuk beberapa musim ke depan, tetapi keluarganya tidak mengizinkan itu. Sang istri, Savannah, sudah mewanti-wanti. ”(Savannah) ingin saya pensiun musim depan atau secepatnya,” kata James. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra