Dilibas Arsenal, Senja Kala Manchester City

Arsenal meruntuhkan kewibawaan Manchester City yang berstatus juara bertahan Liga Inggris. Di Emirates, City catatkan kekalahan terburuk sejak 2008.

03 Feb 2025 09:26 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LONDON, SENIN — Riwayat dominasi Manchester City dalam tujuh tahun terakhir di Liga Inggris runtuh di hadapan Arsenal pada laga pekan ke-24, Senin (3/1/2025) dini hari WIB, di Stadion Emirates, London. Dari segala sisi performa, ”The Citizens” sudah tidak layak menjadi kandidat juara liga.

Untuk kali pertama Pep Guardiola menyaksikan anak asuhannya tumbang dengan kebobolan lima gol sepanjang karier kepelatihannya. City dilibas Arsenal 1-5.

Kemenangan ”Si Meriam” disumbangkan oleh Martin Odegaard (menit ke-2), Thomas Partey (menit ke-56), Myles Lewis-Skelly (menit ke-62), Kai Havertz (menit ke-76), dan Ethan Nwaneri (menit ke-90+3). Sebaliknya, City hanya sempat menyamakan skor melalui Erling Haaland ketika babak kedua baru berjalan 10 menit.

Bagi City, kalah dengan kemasukan lima gol di Emirates adalah hasil negatif terburuk mereka sejak dibekap Middlesbrough, 1-8 pada 11 Mei 2008 lalu. Kala itu, City masih dimiliki oleh mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Sinawatra. Pada September 2008, Sinawatra menjual saham mayoritasnya kepada Grup Abu Dhabi United yang hingga kini memegang kendali ”The Citizens”.

Pemain Arsenal Martin Odegaard merayakan golnya ke gawang Manchester City pada laga Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Senin (3/1/2025) dini hari WIB. Arsenal menang 5-1 pada laga itu.

Sejak November 2024, City sudah menjalani lima pertandingan di seluruh ajang dengan kemasukan lebih dari tiga gol. Sebelum dihabisi Arsenal, mereka kemasukan empat gol oleh Sporting Lisbon, Tottenham Hotspur, dan Paris Saint-Germain. Feyenoord pun mampu menyarangkan tiga gol ke gawang City.

John Stones dan kawan-kawan pun sudah kemasukan 35 gol di Liga Inggris musim ini. Catatan itu sudah melampaui koleksi kemasukan mereka pada kompetisi musim 2023-2024 dengan 34 gol.

The Citizens pun semakin dekat untuk menuliskan rekor buruk terbaru di era Guardiola. Mereka hanya berjarak empat gol dari catatan pertahanan terburuk bersama Guardiola di Liga Inggris. Hal itu tercipta pada musim perdana Guardiola, yakni 2016-2017, ketika City kemasukan 39 gol dan menutup musim di peringkat ketiga.

”Saya tidak katakan ini adalah akhir dari sebuah era (Manchester City), mungkin masih menuju titik akhir,” ujar Micah Richards, mantan bek City, kepada Sky Sports.

Pemain Arsenal Thomas Partey (kiri) berebut bola dengan pemain Manchester City Bernardo Silva laga Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Senin (3/1/2025) dini hari WIB. Arsenal menang 5-1 pada laga itu dan Partey mencetak satu gol.

”Sedih melihat ini. Saya tidak berekspektasi mereka memenangi liga setiap tahun, tetapi penurunan mereka sangat dramatis,” tambah Richards yang membela City pada periode 2005 hingga 2014.

Guardiola menyesali performa anak asuhannya pada 25 menit akhir pertandingan. Setelah kemasukan gol cepat, ia menganggap, performa City membaik hingga bisa membalas gol pada awal babak kedua.

Namun, setelah kemasukan gol Partey yang ”dibantu” defleksi dari Stones, kata Guardiola, timnya kehilangan momentum dan gagal melakukan hal yang sepatutnya mereka kerjakan secara defensif.

”Ini terjadi sepanjang musim ini. Kami terlalu mudah memberikan banyak hal kepada lawan. Kami sadar itu tidak boleh terjadi, tetapi tetap terjadi,” tutur Guardiola kepada BBC.

Ekspresi manajer Manchester City Pep Guardiola saat timnya dilumat Arsenal dengan skor 1-5 pada laga Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Senin (3/1/2025) dini hari WIB.

Ia menambahkan, ”Kami harus mengatasi ini. Kami tidak bisa kehilangan kontrol karena pertandingan berjalan 90-95 menit. Kami bisa mencetak tiga gol atau lebih, tetapi tim harus stabil terlepas apa pun yang terjadi.”

Dengan kekalahan ketujuh kian memastikan tidak ada gelar juara Liga Inggris bagi City di musim ini. Mereka sudah tertinggal sembilan poin dari Arsenal di posisi kedua, lalu berselisih 15 poin dari Liverpool yang memuncaki klasemen.

Fokus utama The Citizens adalah mempertahankan posisi empat besar. Jika gagal tampil konsisten di sisa 14 gim liga edisi 2024-2025, City berpotensi melepas pula kesempatan tampil di Liga Champions pada musim depan. Sebab, empat tim lain, yakni Newcastle United, Chelsea, Bournemouth, dan Aston Villa, siap memburu posisi keempat yang dihuni mereka.

Tidak kreatif

City memang bisa mendominasi penguasaan bola dengan 54 persen, tetapi kontrol itu tidak dibarengi kreasi peluang yang baik. Setelah menciptakan enam tembakan pada babak pertama, The Citizens hanya bisa melepaskan satu tembakan yang berbuah gol pada babak kedua.

Pemain Arsenal Myles Lewis-Skelly (tengah) menggiring bola di bawah kejaran para pemain Manchester City pada laga Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Senin (3/1/2025) dini hari WIB. Arsenal menang 5-1 pada laga itu dan Lewis-Skelly mencetak satu gol.

Upaya City mengancam pertahanan Arsenal dari aksi pemain sayap berbahasa Portugis, Savinho dan Matheus Nunes, tidak berbuah hasil. Kreasi serangan dari tengah dengan mengandalkan Phil Foden dan Omar Marmoush pun menemui kebuntuan akibat zonal marking yang diterapkan Arsenal.

Keputusan Guardiola memasukan Kevin de Bruyne dan James McAtee juga tidak memperbaiki performa menyerang City. Justru penampilan De Bruyne kian menegaskan kualitasnya sudah jauh menurun di musim ini. Hanya satu operan progresif tidak tepat sasaran yang membuktikan eksistensi De Bruyne di Emirates.

Di sisi lain, permainan bertahan City tak lebih baik dari tim-tim medioker Inggris. Foden memberikan ”asis” untuk gol Partey. Arsenal mampu memaksimalkan tiga situasi fast-break untuk mencetak gol.

Lalu, Stones gagal menjadi tembok yang seharusnya menutup ruang tiga tembakan pemain Arsenal yang berbuah gol di babak kedua. Pasalnya, Partey, Lewis-Skelly, dan Havertz mampu melepaskan tembakan akurat ketika Stones berada di depan mereka.

Pemain Manchester City Manuel Akanji (kiri) dan pemain Arsenal Kai Havertz berebut bola pada laga Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Senin (3/1/2025) dini hari WIB. Arsenal menang 5-1 dan Havertz mencetak satu gol pada laga itu.

”Saya seharusnya bisa menghalau (tembakan), saya harus menyaksikan ulang insiden itu. Kami berhenti melakukan hal yang kami inginkan (menang). Banyak hal berbeda terjadi yang sulit dijelaskan mengapa kami gagal meraih hasil positif,” kata Stones kepada Sky Sports.

Sementara itu, Arsenal menegaskan, mereka adalah satu-satunya tim yang bisa menganggu perjalanan Liverpool menuju juara musim ini. Tidak hanya pendekatan taktik Arteta yang berjalan mulus, performa setiap individu pemain ”Si Meriam” pun patut diacungi jempol.

Dua pemain remaja, Lewis-Skelly dan Nwaneri, pun mengikuti jejak Wayne Rooney pada 22 tahun lalu. Mereka menjadi pemain remaja yang mencetak gol melawan juara bertahan Liga Inggris. Rooney ciptakan capaian itu ketika masih membela Everton untuk menjebol gawang Arsenal, Maret 2003.

”Hari yang luar biasa untuk kami, terutama dengan situasi kami harus memenangi laga. Saya sangat puas dengan sikap yang ditunjukkan anak-anak. Secara kesuluruhan, kami mencetak gol-gol indah dan tim menunjukkan level kompetitif tinggi,” ucap Arteta dilansir laman klub.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .