Dimensi Baru Dedikasi Rizki Juniansyah

Sebagai lifter peraih emas Olimpiade, bukan hal aneh jika Rizki Juniansyah meraih emas dan pecahkan rekor SEA Games. Namun, Rizki kini menunjukkan dimensi barunya.

15 Des 2025 20:11 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah dari Chonburi, Thailand

CHONBURI, KOMPAS — Rizki Juniansyah beraksi di SEA Games Thailand 2025 seperti sedang menyajikan pertunjukan yang tak hanya menarik, tetapi juga memukau siapa pun yang datang. Di sisi lain, sebagai seorang lifter yang baru saja diangkat menjadi tentara berpangkat letnan dua, Rizki menunjukkan dimensi baru dari penampilannya.

Para penonton, yang didominasi kontingen dari berbagai negara peserta cabor angkat besi dan siswi sekolah di Chonburi, bersorak ketika Rizki Juniansyah menajamkan rekor dunia clean and jerk seberat 205 kilogram, Senin (15/12/2025). Berlomba di kelas 79 kg putra di Gedung Chonburi Sport School, Rizki unggul dari lima lifter lain untuk mempersembahkan emas kedua untuk tim angkat besi Indonesia.

Dominasi lifter asal Banten ini tecermin dari total angkatannya yang mencapai 365 kg (gabungan snatch 160 kg dan clean and jerk 205 kg). Dengan total angkatan tersebut, Rizki sudah terpaut jauh dari peraih perak, Muhammad Erry Hidayat (Malaysia) dengan 336 kg dan Nattawut Suepsuan (Thailand) 335 kg.

Quote

Sebenarnya, 160 kg dan 205 kg itu masih jauh di bawah rekor saya saat latihan.

Maka, wajar, meski tuan rumah punya Suepsuan yang penampilannya mengundang sorakan, kehadiran Rizki tetap mencuri perhatian. Sebelum atau sesudah perlombaan, banyak orang berebut meminta foto bersama.

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah, meraih medali emas angkat besi kelas 79 kg putra di Gedung Chonburi Sport School, Chonburi, Thailand, Senin (15/12/2025). Rizki mempersembahkan medali emas kedua tim angkat besi Indonesia sekaligus memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri dengan clean and jerk 205 kg. Adapun total angkatannya 365 kg.

”Sebenarnya, 160 kg dan 205 kg itu masih jauh di bawah rekor saya saat latihan,” kata Rizki dengan wajah semringah dan keringat yang masih bercucuran.

Rizki seperti bukan sedang berkompetisi. Sekilas tidak ada yang berubah dari aksinya. Alih-alih lifter, dia lebih seperti penampil yang menyuguhkan tontonan menghibur dan memukau. Kali ini, hiburan itu datang lewat angkatan rekor dunia yang menajamkan rekor atas namanya sendiri (204 kg) di Kejuaraan Dunia 2025 di Norwegia, Oktober lalu.

Namun, Rizki sebenarnya menunjukkan dimensi baru dalam penampilannya itu. Pembawaannya lebih tenang. Setiap menuntaskan angkatan dengan sukses, Rizki selalu hormat dengan tubuh tegap. Ketika berbicara, kata-katanya lebih selektif dan tertata.

”Selebrasi tadi itu khasnya tentara, kan, ya,” kata Rizki.

Dalam upacara pada 27 November 2025, Rizki resmi diangkat sebagai perwira pertama TNI Angkatan Laut dengan pangkat letnan dua. Sebelumnya, ia menjalani Pendidikan Pertama Perwira (Dikmapa) Prajurit Karier (PK) TNI Keahlian Khusus Siber TA 2025.

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah, meraih medali emas angkat besi kelas 79 kg putra di Gedung Chonburi Sport School, Chonburi, Thailand, Senin (15/12/2025). Rizki mempersembahkan medali emas kedua tim angkat besi Indonesia sekaligus memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri dengan clean and jerk 205 kg. Adapun total angkatannya 365 kg.

Kata Rizki, menjadi TNI merupakan impian almarhum ayah sekaligus pelatihnya sejak kecil, Muhammad Yasin. Prestasinya di berbagai kompetisi menjadi alasan Presiden Prabowo Subianto meminta TNI mengangkatnya menjadi seorang perwira.

”(Masuk tentara) kesempatan yang bagus buat saya dan masa depan saya. Ini bukti kalau angkat besi itu bisa membawa kita ke masa depan yang lebih baik. Artinya, masa depan bisa terjamin jika beprestasi,” ujar Rizki.

Status baru sedikit banyak mengubah hidup Rizki. Lifter berusia 22 tahun ini dikenal sebagai orang dengan jiwa yang bebas. Si lifter ”nakal” ini punya cara dan aturan sendiri yang tampak tidak umum bagi para atlet.

Triyatno, pelatih sekaligus kaka ipar Rizki, sempat mengatakan, jika dikekang dengan aturan ketat, dia akan kehilangan motivasi saat berlatih. Terlepas dari itu, Rizki bertanggung jawab atas kebebasan itu, termasuk menunjukkannya dengan performa baik di perlombaan.

Kini, setelah menjadi tentara, Rizki perlahan beradaptasi dengan aturan ketat. Namun, yang paling terasa justru bukan dari cara Rizki hidup, melainkan caranya memaknai perjuangan.

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah tengah), meraih medali emas angkat besi kelas 79 kg putra di Gedung Chonburi Sport School, Chonburi, Thailand, Senin (15/12/2025). Rizki mempersembahkan medali emas kedua tim angkat besi Indonesia sekaligus memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri dengan clean and jerk 205 kg. Adapun total angkatannya 365 kg.

Di arena perlombaan seperti SEA Games, kata Rizki, perjuangannya kini bukan hanya untuk diri sendiri, keluarga, dan Tanah Air. Dia juga membawa nama dan beban korps tempatnya bernaung.

”Dalam lubuk hati saya, ada tekad untuk berlatih lebih keras lagi untuk membawa nama Indonesia. Sekarang memaknai perjuangan bukan hanya sebagai seorang atlet, tetapi juga prajurit untuk Tanah Air,” ucap Rizki.

Triyatno sepakat ada perubahan-perubahan dalam diri Rizki setelah jadi tentara. Rizki sadar ada tanggung jawab baru yang harus diemban dan nama baik yang harus dijaga.

Namun, dengan status baru Rizki itu juga Triyatno harus ekstra ”menjaga” adik iparnya itu. Selama ini, peraih perak angkat besi di Olimpiade London 2012 ini berperan menjaga Rizki agar tetap dalam ”jalur”.

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah, meraih medali emas angkat besi kelas 79 kg putra di Gedung Chonburi Sport School, Chonburi, Thailand, Senin (15/12/2025). Rizki mempersembahkan medali emas kedua tim angkat besi Indonesia sekaligus memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri dengan clean and jerk 205 kg. Adapun total angkatannya 365 kg.

Dalam latihan atau perlombaan, Triyatno juga yang berperan menjaga ambisi Rizki yang sering menyala-nyala. Di perlombaan SEA Games, Triyatno tidak membolehkan Rizki langsung memasang angkatan tinggi meski sang lifter meminta. Pertimbangan Triyatno, persiapan Rizki tidak terlalu maksimal.

Akhirnya, Triyatno baru membolehkan Rizki memasang angkatan yang tinggi setelah sukses menuntaskan clean and jerk kedua dengan berat 195 kg. Dengan keberhasilan itu, Rizki sudah memastikan emas di tangan.

Angkatan Rizki, lifter termuda dari total enam peserta, tidak lagi terkejar oleh pesaingnya. Baik Erry maupun Suepsuan tidak punya kesempatan untuk mengangkat lagi, sedangkan Rizki masih punya satu percobaan tersisa.

”Maka dari itu, saya kasih Rizki pecah rekor dunia karena sudah mengamankan emas,” ujar Triyatno.

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah tengah), meraih medali emas angkat besi kelas 79 kg putra di Gedung Chonburi Sport School, Chonburi, Thailand, Senin (15/12/2025). Rizki mempersembahkan medali emas kedua tim angkat besi Indonesia sekaligus memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri dengan clean and jerk 205 kg. Adapun total angkatannya 365 kg.

Sebagai lifter peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Rizki tahu levelnya memang ada di atas lawannya. Namun, Rizki juga menyadari bahwa SEA Games hanya batu loncatan untuk ajang lebih tinggi lagi yang ingin dia kejar, termasuk Olimpiade Los Angeles.

Per Senin, tim angkat besi Indonesia baru mengumpulkan total dua emas SEA Games. Sebelumnya, Luluk Diana Tri Wijayana yang membuka penampilan tim angkat besi Indonesia di Thailand mempersembahkan emas di kelas 48 kg.

Kata Sekretaris Jenderal Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia Djoko Pramono, sulit bagi tim Indonesia kembali mengejar juara umum seperti pada SEA Games Kamboja 2023 dengan lima emas. Apalagi, Thailand sudah mengoleksi lima medali emas, bahkan ketika perlombaan masih tersisa dua hari. ”Namun, kami akan berjuang terus untuk menyumbang medali bagi Indonesia,” ujarnya.

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah dari Chonburi, Thailand
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra