Ratusan prajurit menolak berperang di Gaza karena dinilai membahayakan nyawa sandera. Kekuatan bombardir Israel mencapai delapan kali bom atom di Hiroshima-Nagasaki.
03 Sep 2025 11:03 WIB · Internasional
TEL AVIV, SELASA — Sekurangnya 400 prajurit Israel menolak diberangkatkan berperang di Jalur Gaza di tengah pengerahan 40.000 prajurit cadangan oleh Israel. Israel merancang serangan besar-besaran untuk menghancurkan Gaza City lalu mendudukinya.
Kelompok bernama Prajurit Bagi Sandera, Selasa (2/9/2025), menyatakan, menolak perintah untuk berperang di Gaza. Max Kresch, seorang anggota komunitas tersebut, mengatakan, sebagai patriot, dia menolak perintah dinas demi keselamatan para sandera. Memperpanjang perang berarti membahayakan nyawa para sandera Israel.
Melanjutkan serangan di Gaza, menurut Kresch, adalah pengkhianatan terhadap para sandera dan rakyat Israel. Akan tetapi, menentang perintah dinas dalam keadaan perang bisa mengakibatkan pidana penjara bagi para prajurit antiperang tersebut.
Masyarakat Israel juga rutin menggelar demo menentang perang dan meminta pembebasan sandera dengan dialog damai.
Selain kelompok Prajurit Bagi Sandera, ada kelompok besar beranggotakan ribuan mantan prajurit Israel dan prajurit cadangan bernama Breaking The Silence (BTS) atau Shrovim Shtika yang menolak perang dan pendudukan Israel. Organisasi beranggotakan lebih dari seribu orang itu mencatat kejahatan perang yang dilakukan tentara pendudukan Israel sejak tahun 2004.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/07/f1a23e42e272a03d776b78f8200cba9b-wires_photo_9_.jpg)
Persiapan perang terhadap Gaza diperintahkan PM Israel Benjamin Netanyahu yang berasal dari kubu ekstremis kanan Zionis, di tengah tekanan dunia untuk mengakhiri perang.
PBB memperkirakan ada setengah juta orang tinggal dan berada dalam keadaan kelaparan di Gaza.
Serangan ini juga dilancarkan Israel pada saat negara Barat, seperti Perancis, Inggris, Kanada, Australia, dan Belgia, akan memberikan pengakuan terhadap Negara Palestina (Daulah Palestina) dalam majelis Sidang Umum PBB di New York akhir September. Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan pada Selasa, aneksasi Israel terhadap Gaza tidak akan menggagalkan komitmen Perancis untuk mengakui Negara Palestina.
Di Israel, Kepala Staf Angkatan Darat Eyal Zamir mengatakan, pasukan cadangan diperintahkan melapor ke pangkalan mereka, Selasa, untuk persiapan serangan pamungkas. Militer Israel (Tzahal) semakin memperbanyak pengeboman di Gaza City, sementara pasukan darat sudah mendekati pinggiran kota.
Mantan Menteri Penerangan Palestina Mustafa al-Bargouti yang berada di Jakarta mengatakan, besaran kekuatan bom yang dijatuhkan Israel di Gaza sudah delapan kali daya bom atom di Nagasaki dan Hiroshima. ”Setiap warga Gaza dibom seberat 66 kilogram rata-rata. Sudah 83.000 kampung dan desa dihancurkan Zionis di Gaza,” kata Bargouti.
Akibat pengeboman itu, sudah 2.316 keluarga dihapus dari Catatan Sipil karena semua anggota keluarga tewas dalam serbuan Israel. Selain itu, 1.590 dokter dan paramedis tewas di Gaza.
”Tidak ada tempat yang aman dan tidak ada sarana untuk mengungsi. Kami lelah lahir dan batin karena terus-menerus mengungsi,” kata Amal Abdel-Aal (60) yang tinggal di tenda pengungsian di barat Gaza.
Khalil al-Madhoum (37) yang tinggal di apartemen yang separuh hancur di barat Gaza mengatakan sudah bepergian ke selatan untuk mencari lokasi mendirikan tenda pengungsi.
”Wilayah pusat dan selatan sudah terlalu padat dipenuhi pengungsi,” kata Madhoum kepada AFP.
Sekurangnya 90 persen dari dua juta penduduk Gaza sudah pernah mengungsi setidaknya sekali selama serangan Israel yang hampir berlangsung dua tahun sejak Oktober 2023.
Pertahanan Sipil Gaza mengatakan, 10 orang terbunuh dalam serangan udara Israel ke sebuah bangunan hunian di tenggara Gaza, pada Senin. Rekaman video AFP dari Tel al-Hawa yang diserang Israel memperlihatkan jenazah gadis cilik dievakuasi dari atap bangunan yang hancur.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/01/a55d39134ce50829c2780aa6cac10754-000_72T44N6.jpg)
”Kami sedang tidur lelap, lalu tiba-tiba terbangun akibat guncangan dan suara ledakan. Tetangga dan kerabat kami banyak yang tewas akibat pengeboman Israel,” kata Sanaa al-Dreimli, warga yang menjadi korban serangan.
Dalam unggahan akun X, Selasa, Juru Bicara Tzahal Avichay Adraee memperingatkan warga akan rencana serangan besar ke Gaza City. ”Kami mengingatkan anda di Al-Mawasi tersedia bantuan medis, air, dan makanan,” kata Adraee.
Seorang pejabat PBB di Palestina mengatakan, di Al-Mawasi hanya tersedia sedikit barang kebutuhan dasar. Lebih buruk lagi, lokasi di Gaza selatan yang ditetapkan sebagai zona kemanusiaan itu pun sudah berulang kali dihantam serangan Israel.
Sementara itu, PM Netanyahu memuji Tzahal dan menyatakan Israel bersiap untuk meraih kemenangan. Perang saat ini memasuki tahap menentukan.
PBB dan masyarakat internasional sudah mendesak Israel menghentikan serangan di Gaza yang mengakibatkan lebih dari 63.633 orang tewas. Korban didominasi perempuan, anak-anak, dan warga lanjut usia.
Serangan Israel dilakukan sebagai pembalasan atas serbuan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang mengakibatkan 1.219 orang tewas (sebagian karena salah sasaran Israel) dan 251 orang disandera.
Para pejuang Hamas adalah keturunan warga Palestina yang rumah dan tanahnya dirampas Israel dalam peristiwa Nakba tahun 1948. Mereka tidak dibolehkan kembali ke tanah dan rumah mereka seusai perang yang merupakan aturan internasional yang tidak diindahkan Israel. (AFP/AP)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Nur HidayatiPenyelaras Bahasa:
Nur Adji