Disingkirkan Grimsby, Kesialan Tak Masuk Akal Manchester United

Di belahan dunia mana pun, kehadiran nasib buruk selalu ada batasnya. Namun, tidak demikian dengan MU. Kesialan mereka datang seakan tiada ujungnya.

28 Agt 2025 09:43 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

CLEETHORPES, KAMIS — Tiga laga di musim baru dan belum satu pun meraih kemenangan. Begitulah nasib tragis Ruben Amorim dalam musim penuh pertamanya sebagai manajer Manchester United. Kesialan MU dan Amorim terasa kian tidak masuk akal setelah tersingkir oleh Grimsby Town pada putaran kedua Piala Liga Inggris di Stadion Blundell Park, Cleethorpes, Kamis (28/8/2025) dini hari WIB. Meski sukses memaksakan hasil imbang 2-2 pada waktu normal, ”Setan Merah” pada akhirnya kalah dalam drama adu penalti yang melelahkan.

Hasil tersebut membuat MU tersingkir secara prematur pada Piala Liga Inggris. Ini merupakan ketiga kalinya dalam 30 tahun terakhir di mana MU langsung tersisih pada putaran kedua. Pada musim 1995-1996, MU tersingkir oleh tim kasta ketiga, York City. Kemudian, pada musim 2014-2015, gliliran tim kasta ketiga lainnya, yaitu MK Dons, yang menghadirkan duka serupa kepada MU.

Menghadapi Grimsby yang berkompetisi di League 2 atau divisi keempat dalam piramida sepak bola Inggris, MU gagal tampil sesuai harapan. Amorim terkesan meremehkan Grimsby dengan merotasi hingga delapan pemain inti dari saat menghadapi Fulham akhir pekan lalu. Leny Yoro, Matthijs de Ligt, dan Luke Shaw yang bertugas sebagai bek digantikan oleh Tyler Fredricson, Harry Maguire, dan Ayden Heaven.

Perubahan itu membuat Maguire menjadi satu-satunya bek senior pada laga ini. Heaven, bek yang dibeli dari Arsenal pada Januari silam, mampu tampil cukup baik, tetapi tidak dengan Fredricson. Pemain berusia 20 tahun itu tampil kurang tenang dan kerap terpancing pergerakan penyerang Grimsby sehingga meninggalkan celah di sisi kiri pertahanan. Celah inilah yang dimanfaatkan Grimsby saat berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-22 melalui sepakan Charles Vernam.

Britain Soccer League Cup

Delapan menit berselang, giliran kiper Andre Onana yang melakukan kesalahan fatal. Onana gagal menangkap bola lambung hasil umpan silang Vernam. Bola terlepas dari pelukan Onana dan langsung disambar Tyrell Warren untuk membawa Grimsby menggandakan keunggulan.

Amorim tampak frustrasi dengan penampilan timnya. Ia berkali-kali meneriaki para pemain agar berada pada posisi yang benar. Hal lain yang juga membuat Amorim gundah adalah kecenderungan beberapa pemain MU dalam berlama-lama menguasai bola dan melanggar pemain Grimsby yang tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri.

”Cara kami memulai permainan tanpa intensitas apa pun, kami benar-benar tersesat,” ujar Amorim dikutip dari BBC Sport.

Kegagapan para pemain dalam menempatkan posisi sehingga harus selalu mendapat instruksi Amorim dari tepi lapangan semakin memvalidasi isu yang beredar terkait buruknya penampilan MU. Belakangan ini, Amorim kerap diterpa isu terkait kemampuan pemain dalam menjalankan taktiknya.

Britain Soccer League Cup

Kebangkitan palsu

Meski melepaskan empat tembakan yang gagal berbuah gol pada babak pertama, MU mampu bangkit seusai jeda. Amorim memanfaatkan jatah lima pergantian pemain untuk mendongkrak lini serang timnya. Ia memasukkan pemain-pemain bertipe menyerang, seperti Bryan Mbeumo, Mason Mount, Joshua Zirkzee, dan Bruno Fernandes.

Keberadaan mereka meningkatkan performa lini serang MU. Jumlah tembakan tepat sasaran mereka pada babak kedua meningkat menjadi lima. Mbeumo menjaga harapan MU melalui gol sepakan mendatarnya pada menit ke-75. MU pada akhirnya behasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Maguire semenit jelang waktu normal usai. Namun, kebangkitan MU itu ternyata palsu.

Skor imbang memaksa pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Drama adu penalti berlangsung panjang hingga dua putaran. Pada kesempatan keduanya, Mbeumo gagal menjalankan tugasnya. Selain Mbeumo, Matheus Cunha telah lebih dulu gagal tendangan kelima. Adapun di kubu Grumsby, Clarke Oduor yang gagal.

”Para pemain tampil hebat sekali. Mereka pantas mendapatkan semua pujian, semua penghargaan, dan pujian yang akan mereka terima. Itu adalah sesuatu yang sudah lama kami upayakan, yaitu mengembalikan klub ini ke peta (persaingan),” kata Manajer Grimsby Town David Artell.

Britain Soccer League Cup

Artell sukses mengantarkan timnya menulis sejarah dengan menaklukkan MU yang berada tiga divisi di atas mereka. Sebaliknya, bagi MU, kekalahan kelam yang barangkali akan sulit dilupakan.

Kesialan MU dengan belum meraih satu pun kemenangan musim ini sudah terlalu pelik. Kekalahan mengejutkan dari Grimsby seketika terasa tidak masuk akal. Apalagi, Mbeumo dan Cunha yang gagal dalam adu penalti merupakan duet penyerang mahal yang baru saja didatangkan MU. Sulit membayangkan bagaimana rasanya menjadi Amorim diperdaya Grimsby secara habis-habisan. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan