Negara-negara Eropa kaget dengan respons Amerika Serikat soal Perang Ukraina-Rusia. AS akan bertemu Rusia di Arab Saudi untuk membahas Ukraina.
17 Feb 2025 11:00 WIB · Internasional
PARIS, SENIN — Negara-negara Eropa akan berkumpul di Paris, Perancis, untuk konferensi tingkat tinggi membahas perang Ukraina-Rusia dan keamanan Eropa, Senin (17/2/2025) waktu setempat. Pertemuan ini menyusul langkah Amerika Serikat melakukan pendekatan unilateral terkait dengan perang tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengejutkan Ukraina dan negara-negara Eropa dengan menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin tentang negosiasi damai. Dalam Konferensi Keamanan Muenchen, Jerman, pekan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance mengulangi tuntutan Trump agar Eropa menjaga pertahanannya sendiri sehingga Washington bisa fokus pada kawasan lain, khususnya Indo-Pasifik.
”Presiden Perancis Emmanuel Macron akan mempertemukan negara-negara utama Eropa, besok, untuk membahas keamanan Eropa,” kata Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Noel Barrot kepada radio France Inter, Minggu (16/2/2025), tanpa menyebutkan nama negara yang akan berpartisipasi.
Barrot melanjutkan, konferensi tingkat tinggi (KTT) ini akan menjadi sesi kerja yang tidak boleh ”terlalu didramatisasi”.
Menurut Kantor Kepresidenan Perancis, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Sekretaris Jenderal Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen akan menghadiri pertemuan itu. Pihak lain yang bakal hadir adalah pemimpin Italia, Polandia, Spanyol, Belanda, dan Denmark.
”Presiden Trump memiliki metode operasi, yang oleh Rusia disebut pengintaian melalui pertempuran. Anda menekan dan melihat apa yang terjadi, lalu Anda mengubah posisi Anda, taktik yang sah. Dan, kita perlu merespons,” ujar Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/14/c79a7a2f1009b9d73794c9be24adfbcf-cropped_image.png)
KTT tersebut bertujuan untuk menelaah bantuan langsung apa yang dapat diberikan kepada Ukraina. Eropa juga akan membahas peran apa yang dapat dimainkan Eropa dalam menjamin keamanan Kyiv serta cara memperkuat keamanan kolektif Eropa.
Beberapa jam sebelum pertemuan di Paris, PM Starmer mengatakan, dia bersiap untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina jika diperlukan. ”Peran apa pun untuk membantu menjamin keamanan Ukraina adalah membantu menjamin keamanan benua kita dan keamanan negara ini,” tulis Starmer di Daily Telegraph, Minggu malam waktu setempat.
Pada Sabtu (15/2/2025), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan pembentukan tentara Eropa. Menurut dia, Eropa itu tidak lagi dapat yakin akan perlindungan dari AS.
Meski demikian, pertemuan di Paris belum tentu memberi hasil konkret. Eropa telah menggelar puluhan pertemuan puncak serupa yang menunjukkan mereka masih ragu, terkadang tidak kompak, dan lemah secara politik. Eropa juga kesulitan untuk menghasilkan rencana yang padu guna mengakhiri perang Ukraina-Rusia meskipun perang sudah berlangsung selama tiga tahun.
Belum ada kabar apakah Zelenskyy atau perwakilan Ukraina akan diundang ke Paris. Di sela-sela Konferensi Keamanan Muenchen, ia telah mengonfirmasi akan berkunjung ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Turki.
Dalam konferensi itu, Zelenskyy juga mengatakan, seharusnya tidak ada keputusan ”tentang Ukraina tanpa Ukraina” atau ”tentang Eropa tanpa Eropa”.
Perhelatan KTT di Paris turut dipicu oleh aksi Rusia yang mendorong pembicaraan negosiasi dengan AS soal perang Ukraina-Rusia serta keamanan Eropa. Eropa khawatir, Putin bisa kembali menuntut pembatasan pasukan NATO di Eropa Timur dan keterlibatan AS di Eropa.
Seorang pejabat AS, Minggu (16/2/2025), menyampaikan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sedang memimpin delegasi ke Arab Saudi guna berbicara langsung dengan pejabat Rusia dalam beberapa hari mendatang. Pejabat lain yang ikut serta dalam perjalanan itu adalah Penasihat Keamanan Nasional Michael Waltz dan Utusan Khusus untuk Timur Tengah Steve Witkoff.
Namun, Pemerintah AS masih melihat pertemuan itu sebagai negosiasi tahap awal. Belum pasti siapa yang akhirnya akan terlibat perundingan.
”Saya dan Waltz akan mengadakan pertemuan sesuai arahan presiden dan berharap untuk membuat beberapa kemajuan yang sangat baik terkait dengan Rusia-Ukraina,” ucap Witkoff kepada Fox News tanpa merinci siapa yang akan ditemui atau apa yang akan dibahas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/11/a7604d57b8212eceb449876478117c01-1000000164.jpg)
Dalam wawancara itu, Witkoff tidak langsung menanggapi pertanyaan tentang apakah Ukraina harus menyerahkan sebagian besar wilayahnya sebagai bagian dari penyelesaian yang dinegosiasikan. Trump sebelumnya telah menyebutkan, kesepakatan damai bisa membuat Ukraina menyerahkan Crimea yang sudah direbut Rusia pada 2014.
”Itu rinciannya, dan saya tidak mengabaikan rinciannya, itu penting. Namun, saya pikir awalnya di sini adalah membangun kepercayaan. Ini membuat semua orang mengerti bahwa perang ini tidak boleh dilanjutkan, dan harus diakhiri. Itulah yang diperintahkan presiden kepada kami,” kata Witkoff.
Sebelumnya, Utusan Trump untuk Ukraina dan Rusia Keith Kellogg menyatakan, Eropa tidak akan terlibat langsung dalam pembicaraan meski tetap akan memberikan ”masukan”. ”Saya beraliran realisme, saya rasa itu tidak akan terjadi,” tuturnya.
Pada Minggu, Perancis telah mengontak Arab Saudi soal Ukraina. Presiden Macron menelepon Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman guna membahas peran Arab Saudi dalam setiap kesepakatan damai untuk Ukraina dan bagaimana Eropa harus memainkan peran kunci dalam hal ini.
Presiden Finlandia Alexander Stubb mengatakan, pembicaraan AS-Rusia tidak boleh mengubah keamanan Eropa. ”Tidak mungkin kami harus membuka pintu bagi fantasi Rusia tentang tatanan keamanan baru yang tidak dapat dibagi-bagi, di mana Rusia dapat melakukan kepentingannya,” katanya.
Tidak jelas apakah ada perwakilan Ukraina yang ikut serta. Saat ini, menurut The Kyiv Independent, Menteri Ekonomi sekaligus Wakil Perdana Menteri Pertama Ukraina Yulia Svyrydenko juga berada di Arab Saudi untuk membahas kerja sama bilateral dan investasi menjelang kedatangan Zelenskyy.
Dalam unggahan di Facebook, Minggu, Svyrydenko tidak menyebut soal kaitan rencana perjalanan Zelenskyy dan perundingan AS-Rusia. Dia hanya menulis, penguatan kerja sama ekonomi berdampak pada penguatan keamanan negara, kawasan, dan global.
”Kami akan mengadakan puluhan pertemuan dalam beberapa hari mendatang untuk mempersiapkan kunjungan Volodymyr Zelenskyy ke Arab Saudi. Secara khusus, kami tengah mempersiapkan penandatanganan perjanjian ekonomi penting dengan negara-negara di kawasan tersebut,” tulis Svyrydenko tanpa menyebut kapan Zelenskyy tiba.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/17/820b4b67-7361-4ea9-8e70-21b15886ce5c_jpg.jpg)
Zelensky telah tiba di Uni Emirat Arab pada Minggu. Dia sebelumnya menyebutkan, tidak ada rencana untuk bertemu dengan delegasi Rusia atau AS di negara-negara tersebut.
”Saya tidak akan bertemu dengan orang Rusia, saya tidak akan bertemu dengan orang Amerika di sana,” kata Zelenskyy yang sudah berkali-kali menyatakan tidak akan menerima negosiasi damai apa pun tanpa keterlibatan Ukraina.
Penasihat utama Zelenskyy, Andriy Yermak, menegaskan, tidak ada kemungkinan perwakilan Ukraina dan Rusia bertemu langsung dalam waktu dekat. Lewat Telegram, dia menjelaskan, Ukraina tidak berencana melakukannya ”sampai kami mengembangkan rencana” untuk mengakhiri perang dan mewujudkan ”perdamaian yang adil”.
Mykhailo Podolyak, penasihat Zelenskyy lainnya, juga sudah membantah dan mengatakan, Ukraina hanya akan berpartisipasi dalam pertemuan AS-Rusia di Arab Saudi. ”Tidak ada yang perlu dibahas di meja perundingan. Rusia tidak siap untuk negosiasi,” katanya kepada televisi Ukraina. (AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .