Liga Italia musim 2024-2025 bukan milik Juventus. Harapan terbesar Juve adalah mengejar tiket Liga Champions.
30 Des 2024 07:52 WIB · Olahraga
TURIN, SENIN — Gagal mempertahankan keunggulan dua kali kontra Fiorentina, Senin (30/12/2024) WIB, di Stadion Allianz Arena bermakna ganda bagi Juventus. ”Si Nyonya besar” gagal menanjak ke posisi empat besar pada laga pamungkas 2024 dan peluang scudetto semakin menjauh.
Juve dipaksa bermain imbang oleh Fiorentina dengan skor 2-2. Dua gol dari gelandang Khephren Thuram pada setiap babak, tepatnya menit ke-20 dan ke-48, mampu dibalas oleh ”La Viola”. Moise Kean menyamakan kedudukan pada menit ke-38 lalu Riccardo Sottil melenyapkan kemenangan tim tuan rumah tiga menit jelang waktu normal rampung.
Kehilangan dua poin membuat Juve langgeng di peringkat keenam. Mereka masih berjarak tiga poin dari Lazio di peringkat keempat. Adapun Fiorentina duduk satu posisi di atas Juve. Sejatinya, Fiorentina dan Juve memiliki poin setara, 32 poin, tetapi Fiorentina berhak posisi lebih baik berkat unggul selisih gol.
Posisi Juve bisa semakin menjauh dari zona kompetisi Eropa. Sebab, dua tim di bawah mereka, Bologna dan AC Milan, masih memiliki tabungan satu pertandingan tunda.
Dengan kondisi itu, maka target paling realistis bagi Juve pada musim perdana diasuh Thiago Motta adalah mengejar zona empat besar demi lolos ke Liga Champions musim depan. Juve tak memiliki harapan untuk bersaing dengan tiga tim teratas, yakni Atalanta, Napoli, dan Inter Milan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/30/3f5a69b2404c7a89fa6a660fbb8873c0-a794abc6a78d401e9c13dc7cf3a34910_0_f35ce6982e284f319ac9b2b8542ff8ae.jpg)
Saya tidak percaya kepada nasib buruk. Kami harus belajar lebih klinis dan merampungkan laga demi tidak memberikan lawan kesempatan.
Meskipun kompetisi musim 2024-2025 baru berjalan setengah jalan, Juve sudah berselisih delapan poin dari Inter—dengan memiliki satu laga tunda—serta tertinggal sembilan poin dari Atalanta dan Napoli.
Dengan kondisi itu, Juve tidak hanya perlu menemukan konsistensi menang demi bersaing di papan atas. Si Nyonya Besar juga perlu berharap tiga tim papan atas itu mengalami periode buruk dan performa menurun pada awal 2025.
Dengan merujuk penampilan trio papan atas yang sulit terbendung, maka peluang Juve bersaing scudetto sudah mustahil. Alhasil, puasa gelar Liga Italia bagi Juve akan berlanjut memasuki musim kelima pada musim panas mendatang.
”Saya tidak percaya pada nasib buruk. Kami harus belajar lebih klinis dan merampungkan laga demi tidak memberikan lawan kesempatan,” kata Motta dilansir Sky Sport Italia.
Ia menambahkan, ”Tujuan utama kami adalah mengejar gol ketiga. Sejumlah momen bagus kami ciptakan, tetapi kami kurang mampu memaksimalkan situasi itu.”
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/30/ba2931ce0c526ad18bf603ff4dddbeee-AFP_36RQ9HL.jpg)
Keinginan Juve untuk mengejar gol secepat mungkin terlihat sejak sepak mula. Inisiatif serangan dilancarkan Si Nyonya Besar dengan mengandalkan Teun Koopmeiners sebagai trequartista di belakang Dusan Vlahovic.
Keputusan Motta untuk lebih memilih Samuel Mbangula sebagai penyerang sayap kiri, alih-alih Kenan Yildiz, bertujuan untuk menjaga keunggulan pemain di sisi luar lapangan. Berbeda dengan Yildiz yang gemar cutting inside, Mbangula yang berpaspor Belgia lebih sering menarik pemain lawan ke sisi sayap dengan aksi individunya.
Strategi permainan itu membuahkan gol Juve yang dicetak Thuram. Pemain asal Perancis itu melakukan penetrasi di sisi tengah lapangan yang luang sehingga ia bisa menggiring bola dan melepaskan tembakan di dalam kotak penalti La Viola.
Thuram melanjutkan sumbangan gol ayahnya, Lilian Thuram, yang mencetak sebuah gol selama berseragam Juve pada 2001 hingga 2006. Koleksi brace ke gawang Fiorentina tidak hanya menyamai prestasi ayahnya, Khephren juga sudah melampaui jumlah gol Lilian bagi Juve.
Kebahagiaan pendukung Juve menyaksikan gol debut generasi kedua keluarga Thuram bersama Si Nyonya Besar dicoreng oleh pemain didikan mereka, Moise Kean. Pemain yang meninggalkan Juve musim panas lalu mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/30/e4333e4d4b5b1ddf839cbef6add4aaf5-AFP_36RQ9GZ.jpg)
Kean memanfaatkan dengan baik umpan matang gelandang Yacine Adli. Bola umpan silang Adli ditempatkan di antara dua bek Juve, Pierre Kalulu dan Weston McKennie, sehingga Kean tanpa gangguan menyambut bola dengan sundulan untuk mencetak gol ke-11 di Liga Italia musim ini.
Itu menjadi gol pertama Kean ke gawang Juve. Demi menghormati tim yang membesarkannya sekaligus memberikan kesempatan perdana kepadanya tampil di Serie A Italia pada 19 November 2016, Kean tidak merayakan gol itu. Meski begitu, rekan setimnya memeluk Kean.
Gol penyama kedudukan Fiorentina yang dicetak Sottil menegaskan Juve kesulitan menjaga keunggulan. Sudah tiga laga kandang beruntun Liga Italia yang dijalani Juve dengan skor identik 2-2. Juve pun telah mengoleksi hasil imbang ke-11 di liga musim ini.
Meskipun telah tampil dominan dengan koleksi 62 persen penguasaan bola, Juve gagal membendung performa klinis La Viola. Tim asuhan Raffaele Palladino itu mencetak dua gol dari hanya mengoleksi 0,88 expected goals (xG).
Selain itu, kiper Fiorentina, David De Gea, kembali membuktikan kualitasnya sebagai kiper terbaik Liga Italia musim ini. Ia melakukan tiga penyelamatn krusial untuk peluang Juve yang bernilai 0,38 xG.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/30/21382473b2fb1cb0905454bc90ca16a0-AFP_36RQ4UX.jpg)
”Saya sebenarnya melukai diri sendiri ketika mendarat setelah melakukan penyelamatan, tetapi semua pengorbanan itu berakhir indah. Kami membawa pulang poin penting,” ujar De Gea kepada DAZN merujuk tepisan sepakan Vlahovic pada menit ke-41. Eks kiper Manchester United itu sempat mengalami perawatan sejenak dari tim medis Fiorentina.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan