AC Milan Dikalahkan Ketakutan

Laga besar antara AC Milan dan Juventus yang diproyeksikan menarik justru berjalan menjemukan. Milan mendapat sorotan tajam karena bermain terlalu waspada.

24 Nov 2024 08:19 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MILAN, MINGGU — Bukan poin penuh melainkan kritik yang didapatkan AC Milan saat menjamu Juventus dalam lanjutan Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Minggu (24/11/2024) dini hari WIB. Di saat Milan seharusnya berani mengambil risiko demi mencetak gol dan menang, mereka malah dikalahkan ketakutan. Duel yang awalnya dipercaya bakal berlangsung menarik dan panen peluang berakhir antiklimaks, 0-0.

Bermain di markas sendiri tidak serta-merta membuat Milan tampil lebih berani. Nama besar Juventus dan pengalaman buruk saat dibobol tiga gol pada laga sebelumnya menghadapi Cagliari turut membentuk persepsi para pemain Milan kali ini. Kala itu, Milan sudah unggul, 3-2, sebelum akhirnya kebobolan gol Gabirele Zappa pada menit-menit akhir laga.

Setelah ditahan imbang Cagliari, alam bawah sadar para pemain ”Rossoneri” seakan terbentuk untuk bermain aman. Alih-alih berani mengambil risiko saat menyerang, mereka justru fokus memperkuat pertahanan.

”Kami perlu menyerang dengan cepat, tetapi kami tidak mengambil risiko. Kami membuat keputusan yang buruk. Pada saat-saat ketika kami seharusnya bisa melakukan sesuatu yang lebih, kami gagal memanfaatkan umpan terakhir dan tidak mengambil risiko. Secara pertahanan, kami melakukannya dengan baik. Kami tidak boleh lupa bahwa Juventus mencetak empat gol melawan Inter di sini. Namun, ketika kami memiliki peluang, kami harus mengambil risiko,” tutur Pelatih Milan Paulo Fonseca.

Gelandang Juventus, Nicolo Fagioli (kanan), dan gelandang AC Milan, Youssouf Fofana, berebut bola dalam pertandingan Liga Italia antara AC Milan dan Juventus di Stadion San Siro, Milan, Minggu (24/11/2024) dini hari WIB. Pertandingan berakhir imbang 0-0.

Milan dikalahkan ketakutan pada babak pertama. Mereka enggan untuk segera merebut bola sejak Juventus membangun serangan dan lebih memilih menunggu di area pertahanan sendiri.

Pada babak kedua, Milan sedikit lebih berani keluar menyerang. Namun, pertahanan berlapis serta disiplin Juventus tidak mudah untuk ditembus. Untuk mengurai rapatnya pertahanan Juventus, Fonseca mengutus Samuel Chukwueze dan Christian Pulisic.

Kemampuan Chukwueze dalam menggiring dan mempertahankan bola diharapkan bisa menarik bek Juventus sehingga tercipta ruang untuk Pulisic atau Alvaro Morata. Nmaun, kurangnya akurasi operan membuat upaya serangan itu berakhir sia-sia.

Milan total hanya mampu menciptakan satu tembakan tepat sasaran ke gawang. Kecenderungan untuk bermain aman juga mengakibatkan tidak ada peluang emas yang bisa mereka ciptakan sepanjang pertandingan.

Quote

Saya puas dengan kinerja tim kami dalam bertahan melawan Milan yang punya sedikit kesempatan. Mereka bahkan hampir tidak memiliki kesempatan (membahayakan gawang Juventus) sama sekali.

Italy Soccer Serie A

”Saya puas dengan kinerja tim kami dalam bertahan melawan Milan yang punya sedikit kesempatan. Mereka bahkan hampir tidak memiliki kesempatan (membahayakan gawang Juventus) sama sekali,” kata Pelatih Juventus Thiago Motta dikutip dari DAZN.

Dengan hasil imbang 0-0 ini, Juventus tetap tidak terkalahkan hingga pekan ke-13 Liga Italia. Motta pun pelatih kelima Juventus yang mampu melakukannya. Sebelumnya, ada Jesse Carver, Cestmir Vycpalek, Antonio Conte, dan Maurizio Sarri yang lebih dulu membawa Juventus nirkekalahan dalam 13 laga pada musim pertama melatih.

Poin terendah

Milan kini tetap tertahan di peringkat ketujuh liga dengan koleksi 19 poin. Jarak poin dengan Juventus di peringkat keenam tidak berubah, tetap enam poin.

Tidak ayal para pendukung Milan sangat tidak puas dengan hasil imbang kontra Juventus. Mereka sejak awal berharap Milan mampu tampil agresif dan menang demi memperpendek jarak dengan Juventus.

Gelandang Juventus, Nicolo Fagioli (tengah), disergap bek AC Milan, Emerson Royal (kanan), dalam pertandingan Liga Italia antara AC Milan dan Juventus di Stadion San Siro, Milan, Minggu (24/11/2024) dini hari WIB. Pertandingan berakhir imbang 0-0.

Koleksi 19 poin setelah menjalani 12 laga merupakan yang terendah dikumpulkan Milan dalam lima musim terakhir. Musim lalu, Milan mengumpulkan 23 poin dalam 12 laga. Saat menjuarai liga pada musim 2021-2022, Milan sanggup meraih 32 poin dalam 12 laga.

Akibatnya, mulai banyak pendukung yang meragukan Milan bisa meraih scudetto musim ini. Saat disinggung mengenai peluang juara, Fonseca menyatakan timnya tetap punya kans. Apalagi, ini baru di awal musim.

”Saya tahu ini sulit dipahami bagi orang lain, tetapi saya tetap percaya pada scudetto. Masih banyak pertandingan yang harus dimainkan dan banyak poin yang bisa hilang dari tim,” ujarnya. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan