Dominasi pemain naturalisasi dan bermain di kandang tidak membuat Indonesia mampu mengimbangi Jepang. ”Garuda” tak boleh kehilangan poin lagi di tiga gim kandang.
15 Nov 2024 22:02 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Tim nasional Indonesia kembali harus mengakui terjalnya jalan menuju babak utama Piala Dunia 2026. Jepang memberikan kekalahan kedua bagi skuad ”Garuda” pada gim keempat Grup C putaran ketiga fase kualifikasi zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (15/11/2024) malam.
Indonesia tumbang 0-4 dari Jepang yang dibuka gol bunuh diri bek tengah Indonesia, Justin Hubner, di menit ke-35, lalu tiga pemain ”Samurai Biru” silih berganti menaklukkan kiper Indonesia, Maarten Paes. Mereka adalah Takumi Minamino (40’), Hidemasa Morita (49’), serta Yukinari Sugawara (69’).
Kebobolan empat gol menunjukkan belum ada peningkatan, bahkan terjadi penurunan kualitas Indonesia dibandingkan pertemuan di fase grup Piala Asia Qatar 2023, 24 Januari 2024. Saat itu, Indonesia tumbang 1-3 di Stadion Al Thumama, Doha.
Tidak mudah untuk lolos ke Piala Dunia. Saya tidak bisa menjamin kita bisa lolos Piala Dunia atau tidak, tetapi saya berharap dan berusaha membawa tim berada di posisi ketiga atau keempat untuk lolos ke putaran keempat.
Padahal, duel kedua dengan Jepang di tahun ini, skuad Indonesia berekspektasi meraih hasil lebih baik. Pelatih Indonesia Shin Tae-yong memasukkan 12 pemain naturalisasi dalam daftar 22 susunan pemain.
Kuantitas itu meningkat dari tujuh pemain naturalisasi yang dibawa pada Piala Asia 2023. Dari jumlah itu, 11 pemain diturunkan sehingga hanya Shayne Pattynama yang duduk di bangku cadangan selama 90 menit.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/15/9d929f88-f1a5-4322-8ade-f44ac9877481_jpg.jpg)
Selain itu, Indonesia juga mendapat dukungan dari mayoritas 60.304 suporter yang memadati SUGBK. Dua kelompok suporter Indonesia di tribune utara dan selatan, yakni La Grande Indonesia dan Ultras Indonesia, juga menyiapkan koreo apik nan penuh pesan sebelum sepak mula.
”Tidak mudah untuk lolos ke Piala Dunia. Saya tidak bisa menjamin kita bisa lolos Piala Dunia atau tidak, tetapi saya berharap dan berusaha untuk membawa tim berada di posisi ketiga atau keempat untuk lolos ke putaran keempat,” ujar Shin dalam konferensi pers seusai laga.
Kekalahan itu juga meruntuhkan rekor nirkalah dan nirbobol Indonesia pada dua gim kandang terdahulu kontra Jepang di Jakarta. Hasil itu membuat Indonesia menduduki peringkat terakhir grup setelah merampungkan gim kelima.
Dalam persaingan Grup C, langkah Indonesia semakin sulit untuk bersaing meraih posisi empat besar. Perolehan poin Indonesia masih tetap tiga poin sejak laga ketiga.
Indonesia satu-satunya tim di grup C yang belum menang. Jika membandingkan dua grup lain, catatan Garuda setara dengan Korea Utara di grup A serta Kuwait dan Palestina di Grup B.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/15/d5792c7d-d922-44b5-a573-ca0b0750593f_jpg.jpg)
Garuda tertinggal tiga poin dari tiga tim di peringkat kedua hingga keempat, yaitu Australia, Arab Saudi, dan China. Lalu, Indonesia berselisih dua poin dari Bahrain di posisi kelima.
Demi bersaing untuk mengejar target lolos ke putaran keempat dengan menghuni posisi empat besar, Indonesia harus memaksimalkan lima pertandingan tersisa. Garuda wajib menyapu bersih tiga gim laga kandang tersisa yang dimulai dengan menghadapi Arab Saudi, Selasa (19/11/2024), kemudian berturut-turut menjamu Bahrain dan China pada Maret dan Juni tahun depan.
Selain itu, Jay Idzes kawan-kawan juga harus berjuang semaksimal mungkin agar tidak kehilangan poin pada dua gim tandang di Australia dan Jepang. Dalam sejarahnya, Indonesia belum pernah menang ketika tampil di kandang dua tim raksasa Asia itu.
”Saya akan melakukan evaluasi dan bersama pemain akan bekerja untuk tampil lebih baik di laga selanjutnya demi mencapai target kami,” kata Shin yang berasal dari Korea Selatan.
Jika Indonesia semakin sulit lolos, jalan Jepang semakin dekat untuk menjadi tim Asia pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026. Tiga poin dari Jakarta membantu Jepang semakin mustahil terusik dari puncak klasemen Grup C.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/15/ce774a72-1501-47bb-a3d7-5782de50f538_jpg.jpg)
Tim ”Samurai Biru” telah mengumpulkan 13 poin. Mereka unggul tujuh poin dari Australia, Arab Saudi, dan China. Apabila tampil konsisten, Samurai Biru bisa menjaga catatan tampil di Piala Dunia dalam delapan edisi beruntun pada Maret mendatang.
Jepang mencatatkan rekor sempurna menang di tiga gim tandang. Mereka bahkan juga belum kebobolan ketika bermain di kandang lawan. Sebelumnya, Jepang menaklukkan Bahrain dan Arab Saudi dalam lawatan ke Timur Tengah dengan skor 5-0 dan 2-0.
”Perasaan luar biasa tampil di bawah atmosfer dan tekanan dari suporter Indonesia. Kondisi itu membuat kami merasakan kesulitan, tetapi saya senang kami bisa atasi itu untuk meraih kemenangan,” kata Pelatih Jepang Hajime Moriyasu.
Indonesia sudah tertinggal dua gol pada babak pertama. Meski begitu, skuad Garuda sejatinya memiliki peluang besar (big chance) pertama di gim itu. Kesempatan untuk mengejutkan Jepang hadir pada menit kesembilan.
Penyerang Ragnar Oratmangoen sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Jepang, Zion Suzuki, setelah menerima umpan jauh Thom Haye. Sayang, Ragnar gagal mencatatkan nama di papan skor karena tembakannya bisa dihalau dengan kaki oleh pemain klub Parma itu.
”Jika peluang Ragnar berbuah gol, maka pertandingan akan berbeda,” ucap Shin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/15/d79f58eadcac44cac3c23230046210d1-Screen_Shot_2024_11_15_at_20.14.47.png)
Setelah itu, memasuki menit ke-15, Indonesia menciptakan kesempatan melalui dua umpan silang dari Kevin Diks dan Rafael Struick yang gagal disambut rekan mereka di depan gawang. Dua situasi itu tercipta pada durasi penguasaan bola terpanjang skuad Garuda di gim itu selama 63 detik.
Jepang baru mulai mengancam gawang Indonesia pada menit ke-23. Penyerang Daichi Kamada adalah pemain Jepang pertama yang mencatatkan tembakan tepat sasaran menuju kiper Indonesia, Maarten Paes. Semenit berselang, tendangan voli Ritsu Doan kembali bisa ditangkap Maarten.
Fokus bertahan pemain Indonesia menurun pada 10 menit terakhir babak pertama. Itu ditunjukkan dengan gol pertama Jepang yang tercatat sebagai gol bunuh diri Justin yang berniat menghadang bola yang disepak penyerang Jepang, Koko Ogawa.
Alhasil, Justin mencetak gol bunuh diri dalam dua gim melawan Jepang. Ia juga berkontribusi untuk gol ketiga Samurai Biru pada laga fase grup Piala Asia lalu.
Lima menit kemudian, pemain AS Monaco, Minamino, melepaskan tembakan kali pertama (first time) yang menggetarkan jala gawang Indonesia. Itu adalah gol ke-24 dari Minamino untuk Samurai Biru. Tak ayal, ia adalah pemain tersubur di skuad Jepang saat ini.
Indonesia tengah bermain dengan 10 pemain pada proses gol kedua Jepang itu. Pasalnya, bek sayap kanan, Kevin Diks, keluar dari lapangan akibat menderita cedera.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/15/4bc14d98-89da-4250-b536-7f59d41d531c_jpg.jpg)
Di sisi lain, Indonesia belum melakukan pergantian pemain karena bola belum dalam situasi mati, baik keluar lapangan maupun tendangan bebas. Indonesia bermain selama lima menit dengan kekurangan satu pemain hingga Sandy Walsh masuk di menit ke-41.
Sebelum gol tercipta, Shin sejatinya menyiapkan Witan Sulaeman untuk masuk. Wasit keempat sudah menyiapkan pergantian di papan elektronik dengan memasukkan nomor Witan, yakni delapan. Seusai gol tercipta, Sandy diminta membuka rompi, sedangkan Witan duduk kembali ke bangku cadangan.
Di babak kedua, Indonesia melakukan parade eror di sepertiga akhir pertahanan sendiri. Itu diawali kesalahan Maarten melakukan operan yang justru memberikan operan kepada gelandang Morita yang berdiri di muka kotak penalti tim tuan rumah.
Morita hanya melakukan dua kali sentuhan sebelum melepaskan tembakan yang mengelabui Jay dan Maarten. Kemudian, gol pamungkas Jepang diawali Calvin Verdonk kalah adu lari dengan Sugawara yang menggantikan Doan.
Alih-alih mengganggu ruang tembak bek Southampton itu, pemain belakang Indonesia lebih memilih menjaga pemain Jepang di muka gawang Indonesia untuk menutup target operan Sugawara. Kondisi itu justru memudahkan Sugawara melepaskan tembakan dari sudut sempit untuk menaklukkan Maarten.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari