Di balik serangan Trump yang semakin gencar kepada Zelenskyy, ada perjanjian mineral AS yang belum juga disepakati Ukraina.
24 Feb 2025 13:00 WIB · Internasional
KYIV, SENIN — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan siap mundur demi keanggotaan Ukraina di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Ia bersedia melepaskan jabatannya itu jika hal itu membawa perdamaian di Ukraina.
Zelenskyy menambahkan, pengunduran dirinya dapat ditukar dengan masuknya Ukraina ke dalam aliansi militer NATO. ”Jika (itu berarti) perdamaian bagi Ukraina, jika saya benar-benar dibutuhkan untuk meninggalkan jabatan saya, saya siap,” kata Zelenskyy saat menjawab pertanyaan di konferensi pers, di Myiv, Ukraina, Minggu (24/2/2025) malam waktu setempat.
Zelenskyy tampak kesal ketika menjawab pertanyaan itu, apakah ia siap untuk meninggalkan jabatannya jika itu berarti mengamankan perdamaian. ”Saya dapat menukar ini dengan (keanggotaan) NATO, jika syarat itu ada, segera,” imbuhnya.
Setelah tiga tahun perang dengan Rusia, perdamaian semakin jauh dari Ukraina. Dukungan Amerika Serikat, yang selama ini merupakan sekutu utama Ukraina, terus menipis. AS justru semakin mesra dengan Rusia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/24/a8e16729e0bb97b0b015596f310bf987-wires_photo.jpg)
Presiden AS Donald Trump juga terus menyerang dengan aneka pernyataan. Trump menekan Zelenskyy dengan mendorong agar pemilihan umum diadakan di Ukraina. Sebelumnya, ia menyebut Zelenskyy dengan cemoohan ”diktator tanpa pemilu”.
Sebutan Trump itu merujuk pada masa jabatan resmi pemimpin Ukraina selama lima tahun yang berakhir pada 2024. Rusia juga pernah menyebut Zelenskyy sebagai pemimpin yang tidak sah.
Sesuai undang-undang (UU) Ukraina, penyelenggaraan pemilu tak dilakukan selama keadaan darurat. Ukraina mendeklarasikan keadaan darurat sejak Rusia menginvasi pada Februari 2022.
Jika (itu berarti) perdamaian bagi Ukraina, jika saya benar-benar dibutuhkan untuk meninggalkan jabatan saya, saya siap.
Trump mengklaim tingkat persetujuan warga Ukraina terhadap Zelenskyy sangat rendah, hanya 4 persen. Hal ini disangkal Zelenskyy yang mengungkap hasil jajak pendapat terbaru yang dirilis Minggu (23/2/2025), dukungan publik padanya sebesar 63 persen.
”Saya tidak akan berkuasa selama beberapa dekade, tetapi kami juga tidak akan membiarkan Putin berkuasa atas wilayah Ukraina,” kata Zelenskyy merujuk Presiden Rusia Vladimir Putin.
Zelenskyy mengatakan, klaim Trump soal persetujuan publik terhadap dia merupakan pernyataan palsu yang berbahaya. Namun, ia tak menyalahkan Presiden AS itu. Ia meyakini kesalahan itu merupakan dampak misinformasi yang diterima Trump. ”Saya yakin itu bukan kesalahan, itu adalah misinformasi yang berdampak besar,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/21/5d48f52830af2421cbe937f3ac9f6b40-000_36YB2MT.jpg)
Awal pekan lalu, Zelenskyy mengatakan, Trump berada dalam gelembung disinformasi yang diciptakan Rusia untuk membuat marah Presiden AS dan timnya.
”(Informasi) tentang 4 persen warga Ukraina yang mendukung saya adalah salah satu sinyal yang disebarkan oleh Rusia. Itulah mengapa saya mengatakan itu serangan disinformasi, saya tidak mengatakan itu kesalahan Presiden Trump,” katanya.
Kritik Trump terhadap Zelenskyy terus disuarakan dan semakin memperburuk hubungan di antara kedua pemimpin itu dalam beberapa pekan terakhir. Zelenskyy menentang pemilihan umum dilangsungkan di tengah perang sesuai dengan UU Ukraina.
Presiden Ukraina itu mengatakan ingin melihat Trump sebagai mitra bagi Ukraina, bukan sekadar mediator antara Kyiv dan Moskwa. ”Saya benar-benar menginginkannya lebih dari sekadar mediasi, itu tidak cukup,” ujarnya.
Di balik serangan Trump yang semakin gencar terhadap Zelenskyy, ada perjanjian mineral AS yang belum juga disepakati Ukraina. Trump mengatakan, Ukraina harus memberikan bahan baku penting senilai 500 miliar dollar AS kepada AS sebagai balasan atas bantuan yang telah diterima Kyiv selama pemerintahan mantan Presiden Joe Biden.
Zelenskyy menolak menandatangani proposal yang diajukan AS pekan lalu. Proposal itu berisi Washington menerima 50 persen mineral penting Ukraina, yang meliputi grafit, uranium, titanium, dan litium. Litium merupakan komponen utama dalam baterai mobil listrik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/02/20/d45217dd-8e9e-4fa6-b21b-3c9b0d2ee19f.png)
Zelenskyy mengatakan ingin bersepakat soal mineral dengan AS. Namun, sebagai imbalannya, kesepakatan itu harus menawarkan jaminan keamanan bagi Ukraina.
Ia tidak mau menyepakati perjanjian yang harus ditanggung rakyat Ukraina dalam jangka panjang. ”Saya tidak akan menandatangani sesuatu yang harus dibayar kembali selama 10 generasi warga Ukraina,” kata Zelenskyy tentang kesepakatan mineral.
Pada Jumat (21/2/2025), ia mengatakan, tim AS dan Ukraina sedang menggodok kembali kesepakatan mineral. Trump berharap kesepakatan segera ditandatangani.
Pada Minggu, Zelenskyy juga menolak klaim AS bahwa Ukraina berutang 500 miliar dollar AS kepada AS. ”Tidak ada format (apa pun) yang menjadikan kita debitor untuk (bantuan) lama,” ujarnya.
Menurut Zelenskyy, selama tiga tahun perang, Washington telah memasok negaranya dengan 67 miliar dollar AS dalam bentuk senjata dan 31,5 miliar dollar AS dalam bentuk dukungan anggaran langsung selama perang dengan Rusia.
Menteri Perekonomian Ukraina Yuliia Svyrydenko mengatakan, 18 persen wilayah Ukraina yang diduduki Rusia mengandung sekitar 350 miliar dollar AS bahan baku penting. Saat ini, Ukraina sedang mengadakan penelitian geologi untuk memperbarui informasi yang disusun puluhan tahun lalu.
Kepala Staf Presiden Ukraina Andriy Yermak mengatakan, ia telah mengadakan pembicaraan baru yang konstruktif dengan pejabat senior AS mengenai kesepakatan untuk mengembangkan mineral Ukraina. ”Kami terus melanjutkan pekerjaan kami. Ini diskusi yang konstruktif,” tulis Yermak di Telegram.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/24/6aa8ed4785b2df1a17d7051753b07258-AFP_36YH72M.jpg)
Dalam acara ”State of the Union” di CNN pekan ini, Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff mengatakan, ia mengharapkan kesepakatan mineral selesai pekan ini. Kesepakatan baru itu memungkinkan AS memainkan peran lebih besar dalam mengeksploitasi sumber daya mineral Ukraina.
Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan, rencana mineral pemerintah adalah untuk menciptakan kemitraan AS-Ukraina. Ia menyebutnya sebagai saling menguntungkan.
”Kami menghasilkan uang jika rakyat Ukraina menghasilkan uang,” kata Bessent dalam acara Sunday Morning Futures di Fox News Channel.
Rusia-AS kian mesra. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan, Moskwa dan Washington akan melanjutkan pembicaraan bilateral pada akhir pekan depan.
Kantor berita Rusia, TASS, Minggu, melaporkan, Ryabkov mengatakan, pembicaraan akan dilakukan antara kepala departemen dari kedua kementerian luar negeri. ”Cukup banyak kontak sedang berlangsung antara pihak Rusia dan Amerika,” katanya.
Adapun Uni Eropa (UE) terus menunjukkan dukungan kepada Ukraina. Presiden Komisi UE Ursula von der Leyen dan pejabat tinggi UE lainnya akan mengunjungi Kyiv pada Senin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/19/99bd2651eb0165afa7435b32bf303f05-cropped_image.png)
Kunjungan itu dilakukan di tengah upaya Eropa untuk merancang tanggapan terhadap perubahan kebijakan AS oleh pemerintahan Trump yang berbalik haluan dari mendukung penuh Ukraina menjadi dekat dengan Rusia. UE juga tengah menggagas cara untuk mempertahankan dukungan bagi Kyiv jika bantuan dari Washington berakhir.
Inggris menyatakan akan mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia pada Senin. Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy mengatakan, sanksi itu bertujuan untuk mengikis mesin militer Rusia dan mengurangi pendapatan yang memicu api kehancuran di Ukraina.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Perancis Emmanuel Macron akan mengunjungi Washington pekan ini. Pertemuan itu diprediksi guna membujuk Trump agar tidak meninggalkan Ukraina dalam pembicaraan kesepakatan damai.
Di tengah berbagai upaya mengakhiri perang, Rusia terus meluncurkan serangan di Ukraina. Pasukan Ukraina bertahan, sebagian dalam kondisi cacat karena luka dalam perang. Pasukan Rusia yang terluka juga dilaporkan terus bertempur di palagan.
Sebelumnya pada Minggu, Zelenskyy mengatakan, Rusia telah meluncurkan 267 pesawat nirawak (drone) ke Ukraina dalam semalam. Serangan itu merupakan serangan yang lebih besar dibandingkan dengan serangan tunggal biasanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/24/2c036f9e2d97aeddbb49bca0f6594f92-10049898cb644622b67f0bbcfda8b7b1_0_88b78b8f8027403484cf27d83d872241.jpg)
Angkatan Udara Ukraina mengatakan, 138 drone Rusia itu berhasil ditembak jatuh di 13 wilayah Ukraina. Sebanyak 119 lainnya hilang dalam perjalanan menuju sasaran.
Selain serangan drone, Angkatan Udara Ukraina mengatakan, tiga rudal balistik ditembakkan. Satu orang tewas di kota Kryvyi Rih. ”Tidak seorang pun boleh memercayai kata-kata Putin. Lihat saja tindakannya,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha dalam unggahan di media sosial menanggapi serangan Rusia terbaru. (Reuters/AFP/AP)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .