Trump Mau Bantu Ukraina asal Kyiv Beri Mineral Strategis ke AS

Trump meminta jaminan pasokan mineral strategis Ukraina untuk AS sebagai imbalan bantuan AS pada negara itu.

04 Feb 2025 20:10 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

WASHINGTON, SELASA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Ukraina memasok mineral-mineral tanah jarang ke Amerika Serikat sebagai bentuk pembayaran atas bantuan AS kepada Ukraina dalam perang melawan Rusia. Kesepakatan mengenai hal itu akan dirundingkan Washington dan Kyiv.

”Kami menyampaikan kepada Ukraina bahwa mereka punya (mineral-mineral) tanah jarang yang sangat berharga,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Senin (3/2/2025) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB.

”Kami ingin mencapai kesepakatan dengan Ukraina mengenai apa yang akan mereka amankan melalui (mineral-mineral) tanah jarang mereka dan hal-hal lainnya untuk memperoleh apa yang kami berikan kepada mereka,” lanjut Trump.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pernah melontarkan ide tentang barter antara kekayaan mineral-mineral tanah jarang mereka dan bantuan AS pada Oktober 2024 sebagai bagian dari ”rancangan kemenangan” untuk mengakhiri perang melawan Rusia.

Belum jelas benar dari pernyataan Trump, apakah yang dia maksud dengan ”(mineral) tanah jarang” merujuk pada seluruh jenis mineral penting atau hanya mineral tanah jarang. Mineral tanah jarang adalah kumpulan dari 17 metal guna membuat magnet yang mengubah tenaga menjadi gerak pada kendaraan listrik, telepon pintar, dan benda-benda elektronik lainnya.

Foto yang dirilis Layanan Media Istana Kepresidenan Ukraina memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berjabat tangan dengan calon presiden Amerika Serikat Donald Trump usai bertemu di New York, Jumat (27/9/2024). This handout photograph released by the Ukrainian presidential press service on September 27, 2024 shows Ukrainian President Volodymyr Zelensky (L) and Republican presidential nominee former US President Donald Trump, shake hands during a meeting on September 27, 2024 in New York. The meeting coincides with Zelensky's visit to New York for the United Nations General Assembly. (Photo by Handout / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Badan Survei Geologi AS menyebut 50 mineral sebagai mineral penting bagi ekonomi dan pertahanan nasional AS, termasuk beberapa jenis mineral tanah jarang, nikel, dan litium. AS hanya punya satu tambang mineral tanah jarang. Kapasitas negara itu untuk memproses mineral tanah jarang juga sangat sedikit.

Hal ini berbeda dengan China, negara rival utama AS. China adalah produsen terbesar mineral tanah jarang dan banyak mineral penting lainnya di dunia.

Ukraina memiliki banyak kandungan uranium, litium, dan titanium, sekalipun tak satu pun dari mineral-mineral itu masuk dalam lima besar dunia dari volumenya.

Ketika ditanya oleh seorang reporter, apakah Trump ingin agar Ukraina memberikan sumber daya-sumber daya alam itu kepada AS, Trump menjawab, ”Ya, saya ingin mengamankan ketersediaan logam tanah jarang.”

Trump

Pekan lalu, kantor berita Reuters melaporkan, diketahui bantuan militer Amerika Serikat ke Ukraina sempat dihentikan sesaat pengirimannya tanpa dijelaskan penyebabnya. Trump juga mengatakan, pihaknya telah menggelar pembicaraan dengan Moskwa guna menghentikan perang Ukraina-Rusia.

Dalam wawancara dengan kantor berita Associated Press, seperti dilansir pada Sabtu (1/2/2025), Zelenskyy memperingatkan bahwa perundingan untuk menghentikan perang Ukraina-Rusia akan sangat berbahaya jika tidak mengikutsertakan negaranya.

Negosiasi dengan AS mengenai pasokan mineral tanah jarang milik Ukraina ke AS bisa menjadi alat tawar Zelenskyy agar Washington membantu Kyiv, termasuk dalam negosiasi dengan Rusia. Zelenskyy pernah mengungkapkan gagasan tentang pemanfaatan logam tanah jarang negaranya. Ia menyebut kekayaan Ukraina itu bernilai triliunan dollar AS.

”Untuk itu, diperlukan kesepakatan khusus dengan Sekutu Barat dalam pemanfaatan sumber daya strategis tersebut, termasuk dalam investasi demi pemanfaatan logam tanah jarang,” kata Zelenskyy.

Situasi pertempuran

Pada Senin (3/2/2025), militer Rusia mendesak maju hingga menguasai wilayah 430 kilometer persegi mendekati wilayah tengah Ukraina di wilayah Donetsk, Ukraina timur. Pasukan Rusia di front timur Donetsk diketahui terus merangsek maju ke arah pusat Ukraina.

Institut Studi Perang (ISW) di Amerika Serikat melaporkan, pasukan Rusia maju menguasai wilayah seluas 430 kilometer persegi pada Januari 2025. Gerakan tersebut melambat jika dibandingkan pada November 2024 saat pasukan Rusia menguasai wilayah 725 kilometer persegi dan pada Desember 2024 seluas 476 kilometer persegi.

Perang terus berlanjut mendekati tiga tahun serangan Rusia. Moskwa melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022 menyusul persekusi terhadap warga etnis Rusia di wilayah Ukraina timur pasca-Revolusi Maydan tahun 2014 yang menghasilkan pemerintahan pro-Barat di Ukraina.

Pasukan Rusia mendekat ke kota strategis Pokrovsk di barat Donetsk. Kota itu berbatasan dengan wilayah Dnipropetrovsk yang dibelah Sungai Dnipro.

-- AFP PICTURES OF THE YEAR 2024 -- Servicemen of the "Achilles" Battalion, from the 92nd assault brigade of the Ukrainian Army, check a Vampire hexacopter drone after a flight mission over a frontline near Chasiv Yar, Donetsk region, on May 1, 2024, amid the Russian invasion of Ukraine.. These drones are almost exclusively used at night to drop munitions on Russian targets or supplies and medical necessities to Ukrainian soldiers on the frontline.  (Photo by Genya SAVILOV / AFP) / AFP PICTURES OF THE YEAR 2024

Ledakan di Moskwa

Meski terdesak di front timur, Ukraina berhasil melakukan sejumlah serangan terhadap sasaran strategis di Rusia. Sebuah ledakan terjadi di Kota Moskwa, Senin pagi, menewaskan dua orang, termasuk pendiri batalyon etnis Armenia yang memerangi pasukan Ukraina di front timur dan melukai tiga orang lainnya.

Komite Investigasi Rusia mengeluarkan foto memperlihatkan lobi bangunan dengan kaca-kaca yang hancur akibat ledakan serta langit-langit yang runtuh. Tidak dijelaskan penyebab ledakan. Kantor berita Rusia, TASS, mengutip sumber aparat yang menyatakan ada bom yang ditanam di gedung tersebut.

Komite Investigasi Federal Rusia menggelar penyelidikan pidana dalam kasus tersebut dengan pasal pembunuhan, percobaan pembunuhan, melukai masyarakat, dan penyelundupan senjata.

Salah seorang korban tewas dalam serangan itu adalah Armen Sakisyan, seorang pendiri batalyon relawan yang berperang di Donetsk dan memimpin sanggar tinju di wilayah tersebut. Pengawal Sarkisyan juga tewas dalam serangan itu.

Aparat keamanan Rusia berdiri di depan pintu masuk bangunan permukiman menyusul ledakan di Moskwa, Rusia, Senin (3/2/2025).

Pada Desember 2024, Sarkisyan dipidana secara in absentia oleh Badan Keamanan Ukraina (SBU) dengan dakwaan penyelundupan senjata dan pembentukan milisi serta mendukung operasi militer melawan Ukraina.

SBU sebelumnya menuding Sarkisyan merekrut narapidana untuk berperang di Ukraina membantu militer Rusia. Mereka membentuk satuan ArBAT atau Batalyon Armenia. Mereka bertempur di wilayah Toretsk di Donetsk dan juga di wilayah Rusia di Kursk yang diserbu Ukraina, Agustus 2024.

Aparat Rusia tidak menyebut keterlibatan Ukraina dalam serangan bom yang menewaskan Sarkisyan tersebut.

Ukraina juga melancarkan serangan pengeboman ke sasaran pusat energi Rusia di dua fasilitas minyak di Rusia barat. Militer Ukraina menjelaskan, Senin (3/2/2025), serangan drone dan rudal dilancarkan sepanjang malam ke fasilitas kilang minyak Rusia.

SBU mengklaim berhasil menghantam penyulingan minyak di Volgograd dan Astrakhan. Itu adalah serangan kelima sejak awal 2025.

”Fasilitas yang diserang memasok bahan bakar untuk tentara pendudukan Rusia di wilayah kami,” demikian keterangan Staf Umum Militer Ukraina.

Lokasi ledakan bom yang membunuh Letjen Igor Kirillov (54) di Moskwa, Selasa pagi (17/12/2024). Terlihat sesosok tubuh tergeletak di dekat lokasi ledakan dari bahan peledak yang dipasang di sebuah skuter listrik.

Pemerintah Volgograd dan Astrakhan membenarkan adanya serangan drone Ukraina yang mengakibatkan kebakaran di fasilitas migas dan pembangkit listrik mereka. Rusia menyebut menjatuhkan 70 drone serang Ukraina, sebanyak 25 unit di ruang udara Volgograd dan tujuh unit di ruang udara Astrakhan, dan sisanya di wilayah lain.

Rusia juga membalas dengan mengirimkan drone serang ke Ukraina. Ukraina mengklaim menembak jatuh 38 drone serang Rusia.

Rusia dan Ukraina juga saling menyalahkan dalam serangan yang menimpa sebuah sekolah berasrama di wilayah Kursk, Rusia yang diduduki Ukraina. Serangan yang terjadi Minggu (2/2/2025) mengakibatkan 15 orang tewas.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan, empat orang terbunuh dalam serangan Sabtu (1/2/2025) terhadap bekas gedung sekolah berasrama yang dijadikan tempat pengungsian. Disebutkan belasan orang masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Rusia tidak menjelaskan jumlah korban. Mereka menuduh Ukraina sengaja menyasar bangunan sekolah sebagai kejahatan yang tidak terperi.

Adapun di wilayah Ukraina, sepanjang Jumat-Sabtu (31/1-1/2/2025), sebanyak 15 warga tewas akibat serangan Rusia di tengah dan timur Ukraina. Sebanyak 11 orang termasuk seorang bocah tewas di Poltava karena ledakan peluru kendali dan 16 orang terluka. (AFP/REUTERS/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi