Diva Renatta Jayadi Siap Meloncat Lebih Tinggi

Atlet loncat galah seperti Diva tahu, ada batas yang menunggu di sana, tetapi mereka terus mendorong diri lebih tinggi. Medali di SEA Games Thailand 2025 menanti.

01 Des 2025 07:02 WIB · Olahraga

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Oleh Rebiyyah Salasah, Kelvin Hianusa

Berlari, meloncat, menengadah ke langit, lalu menantang gravitasi sembari melentingkan tubuh. Itulah loncat galah, olahraga yang para atletnya tahu ada batas yang menunggu di atas sana, tetapi mereka terus mendorong diri lebih tinggi. Sebab, aturannya sederhana: mereka yang mampu meloncat dan melewati palang paling tinggilah yang jadi pemenang.

Peloncat galah putri Indonesia, Diva Renatta Jayadi, ingin menyesap esensi dari olahraga yang dikenalnya sejak kecil itu. Atlet yang sudah berkenalan dengan loncat galah bahkan sebelum dia bisa meloncat ini kini siap untuk terus meloncat lebih tinggi, baik secara harfiah maupun kiasan.

Maka, ketika matahari sedang terik-teriknya di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar DKI Jakarta, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (24/11/2025) siang, Diva justru ada di lapangan. Dia berdiri menantang matahari, memilih waktu berlatih lebih awal dari atlet lain demi hasil maksimal di SEA Games Thailand 2025, 9-20 Desember.

”Memang sudah cetak rekor nasional. Tapi, masa cuma mampu terbaik di Indonesia saja? Aku juga ingin bisa terbaik di luar, dapat hasil bagus di internasional,” ujar Diva yang dilatih sang ayah sekaligus peraih medali emas loncat galah di SEA Games Bandar Seri Begawan 1999, Nunung Jayadi.

Atlet lompat galah putri Diva Renatta Jayadi berlatih di kawasan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Provinsi Jakarta, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025). Para atlet atletik dari berbagai nomor memusatkan pelatihan di Jakarta sebagai bagian dari program aklimatisasi menjelang SEA Games 2025 di Thailand. Walau demikian, masih ada beberapa atlet yang fokus menyelesaikan training center di luar negeri seperti Odekta Naibaho di Kenya dan Lalu Muhammad Zohri di Jepang. Total ada 30 atlet yang disiapkan PB Pasi untuk bertanding di SEA Games Thailand 2025.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
21-11-2025

Diva adalah pemegang rekor nasional loncat galah putri. Dengan loncatan setinggi 4,30 meter, anak dari Nunung Jayadi dan mantan pelari gawang nasional, Dedeh Erawati, tersebut merupakan peloncat galah putri terbaik Indonesia saat ini.

Diva menggapai 4,30 meter di Kejuaraan Internasional Loncat Galah Taiwan, di Sun Moon Lake, Maret lalu. Atlet berusia 23 tahun ini meloncat lebih tinggi sekaligus menajamkan rekor nasional atas namanya sendiri yang ditorehkan di PON Aceh-Sumut 2024 dengan 4,20 meter.

Quote

Ada rasa gereget, pasti. Rasanya Ingin membuktikan kalau aku bisa dapat medali kali ini.

Namun, Diva menyadari, memecahkan rekor nasional saja tak cukup. Di latihan, dia mendorong diri mencapai loncatan setinggi 4,40 meter dan 4,50 meter. Diva perlu meloncat lebih tinggi lagi karena dia harus menggapai posisi yang lebih baik dari sebelumnya.

Impian Diva adalah lolos Olimpiade lewat jalur kualifikasi. Untuk bisa mencapai Olimpiade, level tertinggi, dia harus lebih dulu bisa berhasil di pesta olahraga level awal, yakni SEA Games. Setidaknya atlet yang pernah tampil di Olimpiade Remaja Buenos Aires 2018 ini mampu meraih medali, menuntaskan rasa geregetan dan penasaran dengan tampil gemilang di Thailand.

Atlet lompat galah putri Diva Renatta Jayadi berlari saat berlatih di kawasan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Provinsi Jakarta, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025). Para atlet atletik dari berbagai nomor memusatkan pelatihan di Jakarta sebagai bagian dari program aklimatisasi menjelang SEA Games 2025 di Thailand. Walau demikian, masih ada beberapa atlet yang fokus menyelesaikan training center di luar negeri seperti Odekta Naibaho di Kenya dan Lalu Muhammad Zohri di Jepang. Total ada 30 atlet yang disiapkan PB Pasi untuk bertanding di SEA Games Thailand 2025.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
21-11-2025

”Ada rasa gereget, pasti. Rasanya Ingin membuktikan kalau aku bisa dapat medali kali ini,” ucap Diva, yang merebut medali emas di ASEAN University Games 2022.

Rasa gereget itu muncul karena pada dua partisipasi sebelumnya, Diva pulang dengan tangan hampa. Saat debut di SEA Games Filipina 2019, Diva hanya mampu finis pada posisi keempat dengan loncatan setinggi 3,80 meter. Dia kalah dari peraih perunggu, Khabut Chonthicha (Thailand) dengan loncatan 4 meter.

Tiga tahun berselang, Diva sebenarnya siap membalaskan ”dendam”. Namun, lantaran keterbatasan kuota, Diva tak diikutsertakan ke SEA Games Vietnam 2021 yang pelaksanaannya mundur setahun karena pandemi Covid-19.

Padahal, peluang Diva untuk membawa pulang medali terbuka lebar di Vietnam. Peraih medali emas, Nor Sarah Adi (Malaysia) ”hanya” mencapai ketinggian 4 meter. Bahkan, Alyana Nicolas (Filipina) cuma mencapai ketinggian 3,60 meter untuk mengamankan perak, lebih rendah dari pencapaian Diva saat menempati peringkat keempat di Filipina.

Infografik Cabang Atletik di SEA Games Thailand 2025

Kesempatan itu terbuka lagi di SEA Games Kamboja 2023. Diva datang dengan lebih matang. Kemampuannya pun meningkat. Terlebih, peraih medali emas di Asian Youth Games 2018 ini punya bekal pernah mencatatkan loncatan 4,15 meter di Kejuaraan Thailand Terbuka 2022.

Namun, di Kamboja, medali itu masih belum juga menjadi milik Diva. Loncatan Diva setinggi 4 meter sebenarnya sama dengan Natalie Uy (Filipina) yang akhirnya meraih perunggu. Jika terjadi seri, atlet dengan kegagalan paling sedikit pada ketinggian tersebut dinyatakan sebagai pemenang. Uy mencatatkan kegagalan lebih sedikit.

”Seperti di level dunia, di level Asia Tenggara juga kompetitif kalau kategori putri. Yang menang bisa bergantian. Kadang juga ada kejutan. Tapi, aku mencoba siapkan mental saja,” ujar Diva.

Di atas kertas, Diva lebih unggul dari pesaing-pesaingnya saat ini. Jika menggunakan catatan terbaiknya sekarang, Diva melampaui pencapaian peraih emas di Kamboja 2023, Khabut Chonthicha (Thailand) 4,05 meter.

Diva juga unggul dari rekor personal terbaik Chonthicha tahun ini setinggi 4,10 meter yang diciptakan di ajang yang sama ketika Diva pecah rekor, Kejuaraan Internasional Loncat Galah Taiwan. Chonthicha menempati peringkat ketiga ketika Diva meraih emas.

Diva pun lebih baik dari andalan lain Thailand, Chayanisa Chomchuendee, yang meraih perak di Taiwan dengan 4,20 meter. Adapun Nor Adi Sarah tidak tercatat aktif kompetisi internasional sejak meraih perak di Kamboja 2023.

Atlet loncat galah putri, Diva Renatta Jayadi, berlatih di kawasan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Provinsi Jakarta, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025).
Atlet loncat galah putri Diva Renatta Jayadi berlatih di kawasan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Provinsi Jakarta, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025).
Atlet loncat galah putri Diva Renatta Jayadi berlatih bersama pelatihnya di kawasan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Provinsi Jakarta, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025).
Atlet loncat galah putri, Diva Renatta Jayadi, berlatih di kawasan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Provinsi Jakarta, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2025).

Natalie Uy juga sudah tidak aktif lagi di turnamen internasional sejak 2023. Diva mengatakan, pesaing lain dari Filipina adalah yunior Uy, yakni Alyana Nicolas, yang rekor personalnya tahun ini adalah 4 meter.

”Mental yang dimaksud bukan lagi mental pertandingan menghadapi gugup atau takut dengan lawan, tetapi mental melihat cuaca nanti. Mudah-mudahan cuaca bagus, tidak hujan, angin tipis. Kalau sudah seperti itu, aman, insya Allah (medali),” ucapnya.

Pada loncat galah, akhir dari rangkaian gerakan olahraga ini adalah menjatuhkan diri di matras. Jika dua partisipasi sebelumnya ibarat gerakan terakhir di loncat galah, Diva memang perlu mengalami jatuh itu dalam perjalanannya.

Namun, setelah jatuh itu, Diva harus meloncat lebih tinggi. Sebab, medali di Thailand menanti….

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto, Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra