PERANCIS TERBUKA

Djokovic Masih Memukau di Usia 39 Tahun

Usia hanyalah angka bagi beberapa petenis, termasuk Novak Djokovic. Dia bermain di Perancis Terbuka untuk ke-22 kali dalam usia 39 tahun.

25 Mei 2026 07:45 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Yulia Sapthiani

Novak Djokovic memenangi babak pertama turnamen tenis Perancis Terbuka. Meskipun baru melewati satu babak, perjuangannya untuk memenangi pertandingan setelah kehilangan set pembuka sungguh memukau. Apalagi, dia melakukannya dalam usia 39 tahun pada pertandingan hampir tiga jam.

Djokovic memperlihatkan kematangan dan kemampuannya mengatasi tekanan saat melawan Giovanni Mpetshi Perricard di Lapangan Philippe Chatrier, lapangan utama di Roland Garros, Paris, Perancis, Minggu (24/5/2026). Perricard, yang bertinggi badan 2,01 meter, mempersulit Djokovic dengan servis keras.

Tekanan untuk Djokovic bertambah karena Perricard adalah petenis tuan rumah yang mendapat dukungan sebagian besar penonton di stadion. Teriakan ”Gio-vanni! Gio-vanni!” kerap terdengar dari tribune stadion, menjadi bentuk dukungan bagi petenis berusia 22 tahun tersebut.

Djokovic pun membutuhkan waktu hingga 1 jam 45 menit untuk menguasai pertandingan, yaitu setelah dia kehilangan set pertama dan bermain ketat pada set kedua. Dia menang dengan skor 5-7, 7-5, 6-1, 6-4 setelah bertanding selama 2 jam 51 menit.

Winner Serbia's Novak Djokovic (R) greets France's Giovanni Mpetshi Perricard at the end of their men's singles match on day 1 of the French Open tennis tournament on Court Philippe-Chatrier at the Roland-Garros Complex in Paris on May 24, 2026. (Photo by Thomas SAMSON / AFP)

”Sudah tentu, melawan petenis Perancis di lapangan utama Roland Garros tak pernah mudah. Penonton selalu ikut terlibat dan itu menambah tekanan,” kata Djokovic yang akan menghadapi tantangan petenis tuan rumah lainnya, Valentin Voyer, pada babak kedua.

Dengan postur tinggi dan kekuatan servisnya, Perricard menyulitkan Djokovic. Pemilik 24 gelar juara Grand Slam ini bahkan menilai Perricard memiliki servis terbaik dalam hal kecepatan dan presisi.

Quote

Djokovic menjadi salah satu dari hanya dua juara tunggal putra Perancis Terbuka yang bersaing, selain Stan Wawrinka (juara 2015).

Kecepatan tertinggi servis Perricard saat melawan Djokovic adalah 223 km/jam. Djokovic pun baru bisa mematahkan servis lawannya pada kesempatan kesepuluh yang membuatnya bisa merebut set kedua.

Servis keras

Meskipun demikian, servis keras bukan kemampuan utama yang bisa mengantarkan petenis meraih kemenangan di lapangan tanah liat. Lapangan ini memantulkan bola dengan lambat dan tinggi.

Laju bola menjadi lambat, seberapapun kerasnya servis dilakukan. Berbeda dengan lapangan keras yang berkarakter cepat, di lapangan tanah liat, servis keras tak bisa menjadi senjata meraih poin gratis.

Serbia's Novak Djokovic plays a forehand return to France's Giovanni Mpetshi Perricard during their men's singles match on day 1 of the French Open tennis tournament on Court Philippe-Chatrier at the Roland-Garros Complex in Paris on May 24, 2026. (Photo by Thomas SAMSON / AFP)

Djokovic bisa menetralkan servis Perricard sejak set ketiga hingga dua set berikutnya dimenangi hanya dalam waktu 1 jam 6 menit. Di sisi lain, Perricard mulai kelelahan. Padahal, di lapangan tanah liat, ketangguhan daya tahan fisik menjadi kebutuhan lain karena perebutan poin cenderung berlangsung dalam reli.

Sebaliknya, Djokovic bisa mengelola energinya dengan baik meskipun hanya menjalani pertandingan kedua di tanah liat pada 2026. Satu pertandingan sebelumnya dijalani saat kalah dari Dino Prizmic pada babak kedua ATP Masters 1000 Roma, 4 Mei. Djokovic absen dari turnamen karena cedera bahu kanan sejak tersingkir pada babak keempat Indian Wells Masters, Maret.

Namun, Grand Slam adalah panggung persaingan tenis profesional tertinggi yang dikuasai Djokovic. Saat melangkah ke lapangan untuk melawan Perricard, dia tampil untuk ke-82 kali di ajang Grand Slam. Djokovic melampaui jumlah 81 Grand Slam milik Roger Federer dan Feliciano Lopez.

Dia juga menyamai petenis Perancis, Richard Gasquet dan Antoine Gentian, dengan rekor 22 penampilan di Roland Garros untuk petenis tunggal putra. Sejak debut pada 2005, Djokovic mencapai perempat final atau lebih dalam 19 penampilan dan 16 di antaranya dilakukan secara beruntun sejak 2010. Ayah dari dua anak ini menjadi juara di Roland Garros pada 2016, 2021, dan 2023.

Novak Djokovic of Serbia prepares to serve against Giovanni Mpetshi Perricard of France during their first round men's singles tennis match at the French Open tennis tournament in Paris, Sunday, May 24, 2026. (AP Photo/Emma Da Silva)

Stan Wawrinka

Djokovic menjadi salah satu dari hanya dua juara tunggal putra Perancis Terbuka yang bersaing, selain Stan Wawrinka (juara 2015). Dalam usia 41 tahun, Wawrinka juga akan tampil untuk ke-22 kali di Perancis Terbuka dan untuk terakhir kalinya.

Selain Djokovic dan Wawrinka, ada petenis tua lainnya yang bermain di Roland Garros pada tahun ini, yaitu petenis Italia berusia 36 tahun, Marco Trungelliti. Dia memenangi babak pertama saat mengalahkan Kyrian Jacquet, 6-4, 6-2, 6-2.

Trungelliti bahkan menjadi petenis tertua dalam era Terbuka yang menembus ranking 100 dunia. Dia melakukan itu pada 6 April 2026 ketika menempati ranking ke-76, naik dari posisi ke-117 setelah menjuarai ATP 250 Marrakesh.

”Puncak penampilan saya ada di usia 36 tahun,” kata Trungelliti yang lebih dikenal karena mengungkap terjadinya pengaturan hasil dalam tenis profesional pada 2015. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar