Jakarta tak hanya menghadapi banjir kiriman dan rob. Kerap terjadi pula banjir lokal ketika hujan lebat sehingga butuh rumah pompa.
26 Mei 2025 13:39 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Provinsi Jakarta berencana menambah 13 rumah pompa untuk pengendalian banjir lokal. Banjir ini kerap terjadi ketika hujan sangat lebat atau lebih dari 150 milimeter per hari.
Hujan deras pada Rabu (21/5/2025), misalnya, menyebabkan banjir di sejumlah titik di Jakarta Barat. Di Kelurahan Sukabumi Selatan, banjir tercatat setinggi 95 sentimeter (cm). Sementara di Kelurahan Duri Kepa mencapai 40 cm.
Banjir seusai hujan deras juga terjadi berulang di Jalan Danau Sunter Utara, Kelurahan Sunter Agung, dan di Jalan Gaya Motor, Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ketinggian air masing-masing 20 cm dan 50 cm.
”Akan ada kurang lebih 13 titik (rumah pompa) yang akan dibangun seperti Rumah Pompa Sunter C. Tujuannya, menyelesaikan hampir sebagian besar banjir lokal Jakarta,” ucap Gubernur Jakarta Pramono Anung, Senin (26/5/2025), selepas meninjau Rumah Pompa Sunter C di Sunter Agung, Jakarta Utara.
Rumah Pompa Sunter C menelan anggaran hingga Rp 80 miliar. Infrastruktur pengendalian banjir itu mengoperasikan tiga pompa pengendali banjir berkapasitas 3 x 2.000 Iiter per detik dan pompa lumpur 1 x 250 Iiter per detik.
Sementara 13 rumah pompa yang akan dibangun yaitu Bulak Cabe, Cilincing Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Warung Jengkol, Kampung Sawah Rawa Terate, Kayu Putih Rawa Terate, dan Ancol. Selain itu, ada juga di IKIP, Cempaka Putih, Cempaka Putih Barat, Cengkareng, Mangga Raya, Greenville, serta Daan Mogot.
Pembangunannya masih dalam tahap pembahasan antara Dinas Sumber Daya Air Jakarta dan DPRD Jakarta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/26/890d4f05-0f4e-34dd-a892-2ba6f7926685_heic.jpg)
Menurut Pramono, rumah pompa menjadi cara pengendalian banjir per titik atau daerah tertentu yang rawan. Infrastruktur tersebut juga melengkapi pengendalian banjir kiriman ataupun rob atau secara keseluruhan dari hulu ke hilir.
”Permukaan sungai sudah lebih tinggi dari jalan. Maka, penanganan harus terpantau dengan baik. Bukan hanya pas hujan kemudian tergopoh-gopoh,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan, Rumah Pompa Sunter C diharapkan ikut mengendalikan banjir seluas 20 hektar di Sunter Agung dan Sungai Bambu. Keberadaannya diklaim bisa meningkatkan kapasitas Polder Sunter Selatan dan Polder Sunter Utara.
Fasilitas yang sama juga disebut dapat menurunkan tinggi muka air di Saluran Penghubung Sunter C. Saat itu terjadi, sistem saluran di sisi utara dan selatan Jalan Danau Sunter Utara dapat berfungsi secara optimal dan mengurangi beban aliran banjir.
”Storage dari Rumah Pompa Sunter C ini kurang lebih panjangnya 2,2 kilometer dan mampu menangani banjir kurang lebih 20 hektar,” ujar Ika.
Penulis:
Fransiskus Wisnu Wardhana DhanyEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto