Upaya Mewujudkan Mimpi Bebas Banjir Warga Kali Cakung Lama

Kali Cakung Lama di Jakarta Utara dikeruk, diturap, dan dilebarkan pada beberapa bagian agar warga Kelapa Gading, Koja, dan Cilincing tak kebanjiran lagi.

19 Mei 2025 15:12 WIB · Metro

Oleh Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany

Warga sekitar Kali Cakung Lama di Jakarta Utara menjerit-menjerit karena jadi langganan banjir. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun meresponsnya dengan pengerukan, penurapan, dan pelebaran pada beberapa bagian kali secara bertahap.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meyakinkan warga bahwa nantinya permukiman mereka tidak akan kebanjiran lagi saat meninjau lokasi pengerjaan di RW 003 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin (19/5/2025).

Kondisi Kali Cakung Lama terbilang memprihatinkan. Warnanya butek kehitaman dan beraroma tidak sedap. Apalagi, banyak sampah yang diserok pasukan oranye atau petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari dalam badan kali.

Kali Cakung Lama juga dangkal dan sempit. Di RW 003 Pegangsaan Dua, misalnya, rumah warga menempel badan kali sehingga lebarnya tersisa kurang dari lima meter.

Ada turap antara rumah dan kali. Namun, sebagian sudah rusak hingga jebol. Warga menambalnya secara darurat dengan bambu, seng, dan karung.

Kondisi ini berimbas pada hanya satu ekskavator yang bisa masuk ke badan kali. Ekskavator tersebut mengeruk lumpur bercampur sampah ke tepi kali sebelum diangkut ke dalam truk oleh pasukan biru dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.

Truk lantas membawa pergi karung-karung berisi lumpur itu ke area reklamasi Ancol Taman Impian.

Anggi (47), salah satu warga RW 003 Pegangsaan Dua, sudah mengalami banjir sejak kecil. Dua di antaranya pada 28 Januari 2025 setinggi 40 cm dan pada 4 Maret 2025 yang mengganggu lalu lintas dan aktivitas warga.

”Banjir bisa 2-3 hari baru surut. Makanya kami minta ke RW untuk dikeruk sampai beres. Langsung diturap juga,” kata Anggi.

Suasana pengerukan aliran Kali Cakung Lama di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (19/5/2025).

Aliran sungai diperlebar

Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta melaporkan bahwa Kali Cakung Lama tidak mampu menampung debit air hujan deras. Selain dangkal dan sempit, juga terjadi longsoran turap di beberapa titik.

Oleh sebab itu, sejak tahun 2024 berlangsung pengerukan untuk memperlebar aliran sungai dan meningkatkan kapasitas tampung air agar tidak meluap saat hujan deras. Pengerukan ini terbagi dalam 17 segmen, mulai dari Jalan Pegangsaan Dua sampai dengan Rumah Pompa Bulak Cabe sepanjang 8,75 kilometer.

Saat ini, pengerukan sudah mencakup aliran sepanjang 2,4 km (27,54 persen). Sisanya 6,35 km dikeruk secara bertahap dengan target selesai pada pertengahan tahun 2027.

Setelah dikeruk, aliran akan diturap sepanjang 2.600 meter pada sisi kanan dan kiri dari Jalan Sukapura sampai Jalan Bendungan Betik. Kemudian, di Kampung Begog sepanjang 1.350 meter pada masing-masing sisi.

Pemprov DKI Jakarta juga berencana menambah kapasitas pompa di Rumah Pompa Bulak Cabe. Pompa berkapasitas 3 x 8 meter kubik per detik dan pompa lumpur 2 x 0,25 meter kubik per detik ini untuk menyedot aliran Kali Cakung Lama menuju Cakung Drain.

Di sisi satunya, sebagian area aliran selebar 2 meter butuh pembebasan lahan agar pengendalian banjir lebih optimal. Sejak Februari 2025 lalu telah berjalan sosialisasi untuk pembebasan lahan permukiman padat.

”Sosialisasi pembebasan lahan disambut baik warga,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum. Secara keseluruhan, hal ini disebut mampu mereduksi banjir di tiga kecamatan, yaitu Kelapa Gading, Koja, dan Kecamatan Cilincing.

Deretan rumah semi permanen berdiri di atas bantaran Kali Ciliwung yang melalui kawasan Matraman, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2025). Pengentasan kemiskinan yang menjadi salah satu program pemerintah akan terhalang oleh efisiensi anggaran yang juga merupakan program pemerintah. Program yang terkendala efisiensi anggaran antara lain program pembangunan balai latihan kerja dan program padat karya. Hingga 2024 jumlah penduduk miskin sebanyak 24,06 juta orang atau 8,57 persen dari total jumlah warga Indonesia.

Normalisasi Ciliwung

Dalam tinjauan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menyampaikan progres normalisasi Sungai Ciliwung. Salah satunya ialah sudah ada tiga penetapan lokasi, yakni Cawang dan Cililitan di Jakarta Timur, serta Pengadegan di Jakarta Selatan dengan anggaran Rp 98 miliar.

”Ciliwung kontribusinya besar pada banjir Jakarta, sampai 40 persen. Maka, sudah kami tetapkan tiga penetapan lokasi dari sebelas. Artinya, normalisasi Ciliwung lanjut,” ujar Pramono.

Progres normalisasi Sungai Ciliwung baru mencakup 17,14 km dari target sepanjang 33,69 km. Kendala di lapangan, antara lain, kepemilikan tanah yang masih perlu proses pembuktian, keterbatasan anggaran, dan penolakan warga yang tidak ingin lahannya dibebaskan.

Pemprov DKI Jakarta menetapkan tiga wilayah prioritas. Ketiganya ialah Cawang dengan 411 bidang tanah seluas 58.946 meter persegi, Bidara Cina (162 bidang tanah dengan luas total 57.035 meter persegi), dan Pengadegan (61 bidang tanah dengan luas total 13.101 meter persegi).

Politisi PDI-P ini sebelumnya memastikan bahwa program pengendalian banjir dari hulu ke hilir Jakarta akan dikebut setelah Lebaran 2025. Pihaknya akan menambah tinggi tanggul pantai hingga 2,5 meter dan menerbitkan penetapan lokasi pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung.

Kedua upaya tersebut guna meminimalkan dampak banjir rob di pesisir dan banjir kiriman dari hulu di Bogor, Jawa Barat. Di samping itu, juga mengantisipasi banjir lokal karena hujan lebat hingga ekstrem.

Sejauh ini, Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk kelanjutan pembangunan tanggul laut Tahap B sepanjang 21 kilometer. Kementerian mengkaji pembiayaan dan studi kelayakan (feasibility study) terkait desain tanggul yang mengacu pada Integrated Flood Safety Plan Giant Sea Wall Tahap B Jakarta pada tahun 2020 atau menggunakan masterplan tahun 2016 dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta melanjutkan pembangunan tanggul pengaman pantai atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dengan target rampung pada tahun 2028 atau 2029.

Kapal motor nelayan bersandar di tanggul pengaman pantai di Pelabuhan Lama Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (10/1/2025). Nelayan setempat mengatakan hasil tangkapan tidak menentu karena faktor cuaca dalam beberapa minggu terakhir. Kapal motor nelayan melaut hingga Kepulauan Seribu dan Tanjung Karawang. Pada masa kejayaan pukat harimau tahun 1960-an, kawasan ini ramai sebagai pelabuhan ikan, kemudian berganti menjadi pelabuhan kayu dan kini berganti lagi menjadi tempat bersandarnya kapal motor.

NCICD dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemprov DKI Jakarta dengan total panjang trase kritisnya sepanjang 39 km. Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta bertanggung jawab membangun tanggul fase A pada area pantai dan muara sungai sepanjang 21 km di Kamal Muara, Muara Angke, Muara Baru, Pantai Mutiara, Sunda Kelapa-Ancol Barat, dan Kali Blencong.

Capaian pembangunan sampai tahun 2023 meliputi tanggul pantai dan muara sungai sepanjang 8,2 km. Sementara pada 2024 berlangsung pembangunan tanggul pantai dan muara sungai dalam tiga paket pekerjaan sepanjang 4,8 km.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany
 | 

Editor:

Harry Susilo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto