Doa-doa Terbaik Akan Dilangitkan dari Arafah

Menyambut pelaksanaan puncak ibadah haji, jemaah mempersiapkan doa-doa terbaik. Dari dalam tenda-tenda di Arafah, zikir dan segala doa terbaik akan dilangitkan.

30 Mei 2025 20:16 WIB · Dikbud

Oleh Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab Saudi

”Haji itu adalah wukuf di Arafah, maka barang siapa yang mendapati malam Arafah sebelum terbit fajar dari malam berkumpulnya jemaah, maka sungguh hajinya telah sempurna” (Abu Dawud, 1949)

Hadits ini jelas menyebut bahwa kesempurnaan haji adalah melaksanakan wukuf di Arafah. Puncak ibadah haji ini ditandai dengan berkumpulnya semua jemaah di Arafah. Pada momen inilah jemaah akan duduk berzikir, melafalkan dan melangitkan segala doa, sekaligus memohon ampun.

Aulia Purnamasari (26) sesenggukan menceritakan keharuannya menginjakkan kaki pertama kali di Bandara King Abdul Aziz. Terlebih saat tiba di Mekkah dan melihat Kabah. Jemaah asal Maros, Sulawesi Selatan, ini datang melalui embarkasi UPG, kloter 23.

Bersama ayahnya, M Nasir (59), keduanya mantap melakukan haji Ifrad. Berbeda dengan sebagian besar jemaah Indonesia yang melakukan haji tamattu’, yakni melakukan umrah sebelum haji, keduanya akan melakukan haji terlebih dahulu di Arafah. Umrah akan dilaksanakan kemudian.

M Nasir (59) dan putrinya, Aulia Purnamasari, jemaah yang melakukan haji ifrad. Ditemui di Mekkah, Arab Saudi, Kamis (29/5/2025), mereka menyampaikan keinginan bisa khusuk berdoa saat wukuf di Arafah.

Sejak tiba pada Minggu (18/5/2025) keduanya tak pernah melepas pakaian ihram. Segala larangan ihram begitu ketat dipatuhi dan dijaga. Mereka menunggu momen wukuf untuk menyempurnakan haji.

”Saya mengingat anak dan suami saya serta semua keluarga. Saat wukuf nanti, saya akan berdoa agar saya bisa kembali ke sini bersama anak dan semua keluarga. Saya juga sudah menyiapkan doa-doa terbaik lainnya saat wukuf nanti,” kata Aulia, saat ditemui di Hotel 217 Sektor 2, Mekkah, Arab Saudi, pada Kamis (29/5/2025).

Menyiapkan doa terbaik juga dilakukan Tasbih Marunduri Amarullah (46), anggota jemaah asal Padang, Sumatera Barat.  Bahkan, sejak sebelum berangkat, dia sudah menulis sejumlah doa terbaik. Tak ketinggalan titipan doa dari kerabat.

”Saat wukuf benar-benar akan saya manfaatkan untuk berzikir dan berdoa. Tentu saja doa terbaik untuk keluarga. Kesehatan, nikmat iman, rezeki, apa pun yang terbaik. Ada banyak kerabat yang juga menitip doa untuk dipanjatkan di Arafah,” katanya.

Pasangan suami istri Djumadi (71) dan Yulinar Barun (68) mempunyai harapan yang sama, mendoakan yang terbaik bagi anak cucu.

Sejumlah jemaah haji asal Indonesia turun dari bus shalawat sepulang dari Masjidil Haram, Rabu (14/5/2025). Sementara yang lain bersiap naik.

”Semoga kami tetap sehat dan ibadah wukuf nanti lancar. Harapannya bisa memperbanyak doa saat di Arafah nanti. Setiap hari saya teleponan dengan anak dan cucu. Tentu saya akan berdoa yang baik untuk mereka semua. Kalau kami yang tua ini, cukup berdoa memohon ampunan dan diberi kesehatan,” kata Yulinar.

Wukuf memang begitu dinantikan karena  momen ini disebut juga sebagai saat mustajab untuk berdoa. Tak heran sebagian anggota jemaah bahkan membawa bekal buku doa. Ini seperti dilakukan Dewi Agustina, salah seorang anggota Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Quote

Saat wukuf benar-benar akan saya manfaatkan untuk berzikir dan berdoa. Tentu saja doa terbaik untuk keluarga. Kesehatan, nikmat iman, rezeki, apa pun yang terbaik.

Sebuah kumpulan doa yang tercetak di kertas tebal berwarna-warni, dibawanya sebagai bekal. Saat melaksanakan umrah pertama kali tiba di Mekkah, buku bertali ini dia gantungkan di leher. Sembari berjalan, dia membaca doa yang tertulis di lembaran-lembaran tersebut. Buku kumpulan doa ini adalah hadiah seorang rekannya.

”Karena sebagai petugas, kami tak punya waktu leluasa ke Masjidil Haram untuk beribadah tiap saat, momen wukuf akan saya manfaatkan untuk memanjatkan segala doa  terbaik. Buku kumpulan doa ini adalah bekal berharga yang saya bawa. Doa apa pun yang terbaik, akan saya panjatkan. Tentu mendoakan keluarga dan teman-teman juga,” katanya.

Suasana di sekitar Kabah di Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi yang dipenuhi jemaah pada Selasa (20/5/2025) dinihari. Saat ini arus kedatangan jemaah kian padat.

Begitu besar harapan untuk melantunkan doa-doa terbaik, jemaah berharap pelaksanaan wukuf  bisa lancar. Bahkan sebagian rela meninggalkan ibadah sunnah di Masjidil Haram demi mempersiapkan diri pada puncak pelaksanaan ibadah nanti.

Persiapan Armuzna

Menjadi puncak ibadah haji dan impian jemaah, fase beribadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dipersiapkan lebih matang. Tenda-tenda diatur sedemikian rupa untuk bisa menampung jemaah. Kasur-kasir berjejer rapih dengan seprai dan bantal berwarna putih.

Untuk memastikan kenyamanan jemaah saat wukuf nanti, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief meninjau tenda-tenda jemaah. Fasilitas pendingin ruangan dipastikan dingin. Toilet juga dicek termasuk ketersediaan air bersih.

Tim konsumsi juga akan menyiapkan makanan siap saji yang bisa disantap jemaah tanpa harus dimasak dulu. Untuk pengangkutan jemaah, koordinasi dengan pihak syarikah terus diintensifkan.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, mengecek kondiis kasur di tenda wukuf di Arafah, Arab Saudi, Senin (26/5/2025). Persiapan terus dilakukan untuk menyambut puncak pelaksanaan ibadah haji.

”Kami mau agar saat puncak pelaksanaan ibadah haji nanti, semua jemaah terangkut. Yang terpisah kami minta pihak syarikah mau menggabung. Tentu saja bergabung tak berarti bersama setiap saat karena ada pemisahan tenda perempuan dan laki-laki,” kata Hilman.

Untuk memastikan semua anggota jemaah terangkut, validasi data terus dilakukan, terutama untuk memastikan hotel penempatan jemaah. Sebab, sejumlah anggota jemaah yang terpisah akibat layanan syarikah, tanpa sepengetahuan petugas bergabung dengan rombongannya.

Kondisi ini mengakibatkan ada anggota jemaah haji yang tercatat di satu hotel tetapi lebih sering berada di hotel lain di mana rombongan besar atau keluarganya tinggal.

Pendataan akan memudahkan mobilisasi atau pengangkutan jemaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Karena itu, jemaah diimbau kembali ke hotel pemondokannya menjelang pergerakan ke Arafah untuk memastikan mereka diangkut dan untuk kepentingan penyisiran sehari jelang wukuf.

Hilman mengatakan, pendataan sebenarnya sudah selesai. Namun sebelum diserahkan ke syarikah, akan kembali divalidasi.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief. Mengecek tenda wukuf di Arafah, Arab Saudi, Senin (26/5/2025). Pengecekan dilakukan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan puncak ibadah haki/

”Sebelum kami serahkan ke syarikah, kami juga berkoordinasi dengan sektor-sektor, memvalidasi lagi dan itu akan kami sampaikan kepada syarikah. Terkait data akhir yang kami miliki, akan menunjukkan jemaah berada di mana dan akan masuk ke maktab mana,” katanya.

Amirulhaj bertolak ke Arab Saudi

Untuk mengawal pelaksaan ibadah haji, terutama fase puncak di Armuzna, Amirulhaj Indonesia resmi bertolak ke Arab Saudi, Kamis (29/5/2025). Keberangkatan ini menandai dimulainya misi kenegaraan mengawal pelaksanaan ibadah haji, khususnya memastikan layanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.

”Amirulhaj membawa amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan jemaah Indonesia mendapat layanan terbaik selama beribadah haji. Ini adalah tugas kenegaraan sangat penting,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers jelang keberangkatan Amirulhaj di Jakarta, Kamis (29/5/2025).

Sesuai ketentuan undang-undang, Amirulhaj memiliki mandat untuk memimpin misi haji Indonesia serta menjalankan diplomasi haji dengan otoritas Arab Saudi.

”Selain memastikan layanan langsung kepada jemaah, kami akan melakukan pertemuan dengan sejumlah otoritas Saudi untuk membahas peningkatan kualitas penyelenggaraan haji ke depan,” ucap Nasaruddin.

Suasana Masjidil Haram nampak dari Menara Zamzam, Selasa (27/5/2025).  Aktivitas umrah selalu ada walau siang hari.

Hingga hari ke-29 operasional haji, tercatat 189.734 anggota jemaah haji reguler telah tiba di Tanah Suci dalam 482 kloter. Dari jumlah tersebut, 55 persen merupakan jemaah perempuan (105.085 orang), dan 45 persen laki-laki (84.649 orang). Selain itu, 15.033 anggota jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.

Fase kedatangan jemaah gelombang pertama ke Madinah telah berakhir pada Minggu (25/5/2025). Seluruh anggota jemaah kini telah berada di Mekkah dan bersiap menghadapi puncak ibadah haji.

”Seperti Indonesia, Arab Saudi juga telah menetapkan 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada 28 Mei 2025. Jadi wukuf di Arafah akan berlangsung pada 5 Juni 2025. PPIH Arab Saudi berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Haji dan para penyedia layanan (syarikah) untuk memastikan kesiapan layanan puncak haji,” ucap Nasaruddin.

Menjelang fase puncak ibadah, Pemerintah Indonesia menyambut baik imbauan otoritas Arab Saudi terkait keselamatan dan kesehatan jemaah. Jemaah diimbau tak keluar dari tenda saat di Arafah dan Mina mengingat suhu ekstrem yang diperkirakan 50 derajat celsius.

Jemaah melaksanakan shalat berjamaah di lantai atas atau atap Masjidil Haram, Rabu (21/5/2025$ malam. Saat ini kondiis Masjidil Haram kian padat dan penuhi jemaah.

Jemaah juga diminta mengikuti jadwal pergerakan serta melontar jumrah yang diatur syarikah masing-masing. Pemerintah Arab Saudi menyediakan nomor telepon untuk aduan terkait layanan syarikah. Jika terdapat keluhan terkait listrik, pendingin ruangan, air bersih atau fasilitas lainnya, jemaah dapat menghubungi nomor pengaduan resmi 1966.


Kerabat Kerja

Penulis:

Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab Saudi
 | 

Editor:

Evy Rachmawati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari