Validasi Data untuk Pastikan Semua Jemaah Diangkut ke Arafah

Validasi data jemaah dilakukan untuk memastikan keberadaan jemaah. Ini akan memudahkan pengangkutan ke Arafah dan penyisiran sehari sebelum wukuf.

27 Mei 2025 20:57 WIB · Humaniora

Oleh Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab Saudi

MEKKAH, KOMPAS — Data jemaah haji dari tingkat sektor hingga hotel-hotel terus divalidasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua jemaah terangkut ke Arafah pada puncak ibadah haji nanti. Pendataan juga untuk memastikan lokasi jemaah saat nanti disisir sehari jelang wukuf.

Pemantapan menjelang fase Arafah, Muzdalifah, Mina terus dilakukan. Selain validasi data, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali meninjau lokasi di Mina, Selasa (27/5/2025).

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengatakan, pendataan sebenarnya sudah selesai. Namun, sebelum diserahkan kepada syarikah, data akan kembali divalidasi.

”Sebelum kita serahkan kepada syarikah, kita juga koordinasi dengan sektor-sektor, memvalidasi lagi, dan itu akan kita sampaikan kepada syarikah. Terkait data akhir yang kita miliki, (itu) akan menunjukkan jemaah berada di mana dan akan masuk ke maktab mana,” ucap Hilman.

Masjidil Haram tampak dari Menara Zamzam, Selasa (27/5/2025).

Pendataan, misalnya, akan memastikan dalam satu maktab atau markaz ada berapa tenda. Di dalam setiap tenda ada berapa orang dan jemaah dari sektor mana.

”Jadi, kita harus paham dan termasuk kepada jemaah. Kita bukan beda syarikah saja, tetapi justru nanti mereka akan kita dorong berada dalam maktab yang sama atau berdekatan. Suami istri di maktab yang sama. Yang tidak bareng kita coba satukan,” tutur Hilman.

Akan tetapi, penggabungan bukan berarti harus bersama-sama dalam satu tenda. ”Karena ada kebijakannya di maktab itu perempuan hanya perempuan saja dan laki-laki saja. Tetapi, di luar itu, malam hari atau ba’da asar setelah suasana tidak panas atau pada saat jumrah, bisa bersama-sama konsepnya,” lanjut Hilman.

Dia meminta jemaah memahami bahwa konsep bersama atau bergabung bukan berarti bersama setiap saat.

”Jadi, mohon juga ini persepsinya bahwa bersama-sama terus itu tidak selalu bermakna berbarengan terus ke mana-mana, termasuk tendanya juga. Di Arafah mungkin ada yang gabung atau mungkin di sini ada juga yang gabung, tapi ada juga yang tidak. Sama seperti di hotel, hotelnya bisa sama, tetapi tidak bisa satu kamar,” papar Hilman.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, mengecek kondiis kasur di tenda wukuf di Arafah, Arab Saudi, Senin (26/5/2025). Persiapan terus dilakukan untuk menyambut puncak pelaksanaan ibadah haji.

Dia mengatakan, seiring validasi data, penggabungan akan diupayakan dilakukan dalam tiga hari ke depan. ”Sehingga mudah bagi jemaah untuk bergabung, baik yang suami istri, lansia, dan disabilitas bersama pendampingnya,” ucapnya.

Quote

Pendataan akan memastikan dalam satu maktab atau markaz ada berapa tenda. Dindalam setiap tenda ada berapa orang dan jemaah dari sektor mana.

Sementara itu, hasil pengecekan kesiapan puncak ibadah haji di Mina memperlihatkan syarikah siap melayani jemaah. ”Sejauh ini sudah baik. Namun, kita ada beberapa catatan, di antaranya penataan kasur. Harapan kami bisa diperbaiki agar lebih memudahkan jemaah untuk bergerak dan akan mengisi kasur-kasur yang berada di pojok. Sejauh ini hanya itu,” ujar Hilman.

Dia menyebut hampir semua syarikah sudah siap. Sejumlah barang masih baru, sebagian besar masih dibungkus dan baru akan dipasang pada tanggal 1 Zulhijah atau empat hari sebelum jemaah datang.

Terkait kartu nusuk, Kementerian Haji Arab Saudi mencatat sudah ada 185.075 anggota jemaah haji Indonesia, baik haji reguler maupun haji khusus, yang sudah tiba di Tanah Suci. Dari jumlah itu, 95 persen sudah menerima kartu nusuk.

”Catatan dari Arab Saudi, ada 176.437 dari 185.075 jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Tanah Suci, baik reguler maupun khusus, sudah menerima kartu nusuk,” kata Konsul Haji pada KJRI Jeddah Nasrullah Jasam di Mekkah, Senin (26/5/2025).

Kartu nusuk diterbitkan oleh syarikah penyedia layanan jemaah haji. Tahun ini, PPIH menjalin kerja sama dengan delapan syarikah, yaitu Rifadah, Rawaf Mina, Mashariq Dzahabiyah atau Sana Mashariq, Rifad, Mashariq Mutamayyizah atau Rakeen Mashariq, Dluyuful Bait, Rehlat wa Manafea, dan MCDC.

Masjidil Haram tampak dari Menara Zamzam, Selasa (27/5/2025).

Kerabat Kerja

Penulis:

Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab Saudi
 | 

Editor:

Adhitya Ramadhan