Manajer Nuno Espirito Santo didepak bukan karena prestasi, melainkan akibat hubungan buruk dengan petinggi Forest. Postecoglou dan Mourinho jadi kandidat pengganti.
09 Sep 2025 16:38 WIB · Olahraga
NOTTINGHAM, SELASA — Pemecatan Manajer Nottingham Forest Nuno Espirito Santo terkesan tiba-tiba, tetapi tidak mengejutkan. Hubungan Nuno dengan para petinggi klub itu memang sudah rusak dan sulit diperbaiki. Kejatuhan Nuno terbaca dari segudang drama selama empat bulan terakhir.
Setelah 20 bulan lebih di Forest, Nuno resmi dipecat pada Selasa (9/9/2025) pagi WIB. Dia didepak saat Liga Inggris musim 2025-2026 baru berjalan tiga pekan pertandingan. Padahal, pada musim lalu, Nuno sukses mengantar Forest finis di peringkat ketujuh atau tertinggi dalam sejarah klub sejak 1995.
”Klub berterima kasih kepada Nuno atas kontribusinya selama era yang sangat sukses di (Stadion) City Ground, khususnya perannya pada musim 2024-2025 yang akan selalu dikenang dalam sejarah klub. Beliau akan memiliki tempat istimewa dalam perjalanan kami,” ungkap Forest lewat situs resminya.
Aspek prestasi jelas bukan menjadi alasan pemecatan Nuno. Forest memang takluk dari West Ham United, 0-3, di kandang sendiri, tepat sebelum jeda internasional. Namun, Forest masih berada di peringkat ke-10 dengan sekali menang, sekali seri, dan sekali kalah. Hasil laga-laga itu juga masih di awal musim.
Asap kecil sebelum kebakaran hebat di Forest sebenarnya sudah terlihat pada Mei lalu, tepatnya di laga versus Leicester City. Ketika itu, pemilik Forest, Evangelos Marinakis, meluapkan emosinya kepada Nuno di depan puluhan ribu pendukung akibat pertandingan yang berakhir imbang 2-2.
Nuno masih membela sang pemilik. Dia menyebut itu sebagai spontanitas emosi. Namun, hubungan mereka tiba-tiba memburuk pada awal musim ini. ”Saya selalu berhubungan sangat baik dengan pemilik. Musim lalu sangat, sangat dekat. Musim ini, tidak terlalu,” kata Nuno, 22 Agustus lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/09/a623698720a715fe7c381e66df208e1d-wires_photo_2025_09_09T161856.325.jpg)
Pelatih asal Portugal itu menjelaskan, ”tidak ada asap tanpa api”. Dia mengaku kecewa kepada klub yang sering tidak melibatkannya dalam pengambilan keputusan. ”Bagi saya, penting untuk semua pihak di klub ini berbagi visi dan komitmen yang sama,” katanya.
Menurut Nuno, keretakan hubungan dengan Marinakis bermula sejak kedatangan Edu Gaspar yang mulai menjabat Kepala Sepak Bola Global Forest pada Juli lalu. Nuno tidak pernah berkomunikasi dengan Edu. Padahal, Edu merupakan tangan kanan Marinakis dan pemegang kebijakan transfer klub.
Wajar saja jika Nuno sempat mengeluhkan komposisi skuadnya menjelang laga pembuka liga, 15 Agustus. Dia berkata, timnya masih belum seimbang dan memiliki banyak masalah di berbagai posisi. Mereka sangat jauh dari siap untuk mengarungi musim baru.
Adapun Forest kehilangan beberapa pemain kunci di musim panas ini, antara lain penyerang sayap Anthony Elanga dan gelandang Danilo. Pada saat bersamaan, mereka mendatangkan belasan pemain yang masih muda dan belum terbukti ataupun yang sudah melewati fase emas.
Marinakis bingung terhadap rentetan pernyataan Nuno di media. Dia merasa hubungan mereka baik-baik saja. Meskipun begitu, sang pemilik tidak punya intensi memecat Nuno. Bahkan, seusai pertandingan Liga Europa pada akhir Agustus, dia menyatakan Nuno adalah sosok paling tepat untuk Forest.
Menjelang tenggat transfer, awal September, Nuno mengungkapkan hasrat untuk bertahan. Hanya saja, dia mensyaratkan tambahan satu kiper dan dua bek sayap. Syarat itu diwujudkan dengan kehadiran empat pemain sekaligus di pengujung jendela transfer, salah satunya bek sayap Arsenal, Oleksandr Zinchenko.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/08/14123c208eec2997e0410247d25e5886-Britain_Soccer_Premier_League.jpg)
Sepekan berselang, di tengah jeda internasional, Nuno dipecat dari Forest. Sosok yang masuk nominasi Pelatih Terbaik Liga Inggris musim 2024-2025 itu keluar dari klub setelah melewati berbagai drama dengan sang pemilik. Tanda tanya besar pun tertuju kepada Marinakis selaku pengambil keputusan.
Menurut Sky Sports, Marinakis masih menyimpan kekecewaan kepada sang juru taktik karena komentar negatif di media. Alhasil, kekalahan 0-3 dari West Ham cukup untuk memantik masalah personal tersebut. Pemecatan itu terasa wajar karena Marinakis sangat dominan dalam kepengurusan klub. Subyektivitasnya berperan besar dalam pengambilan keputusan.
Kehilangan Nuno membuat masa depan Forest tampak abu-abu. Pria 51 tahun itu merupakan sosok yang meningkatkan secara drastis prestasi klub dalam dua tahun ke belakang. Nuno menaikkan level tim yang hanya terpaut satu peringkat dari zona degradasi pada musim 2023-2024, hingga masuk zona Eropa.
Pengembangan pemain menjadi kelebihan Nuno. Salah satu pemain Forest yang sedang naik daun adalah gelandang debutan tim nasional Inggris, Elliot Anderson. ”Saya merasa diberikan kebebasan untuk melakukan yang saya inginkan. Dia hanya percaya kepada saya. Itu yang terpenting. Saya berharap begitu (Nuno bertahan),” kata Anderson, pekan lalu.
Tugas berat pun menanti penerus Nuno di Forest. Beberapa kandidat pelatih sudah masuk radar klub, antara lain Ange Postecoglou dan Jose Mourinho. Adapun kedua juru taktik itu sama-sama menjalani kisah kurang baik saat terakhir kali menukangi tim Inggris. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji