Eksamen Sebenarnya Sosok ”Nomor 6” Inggris, Elliot Anderson

Cederanya Stones menjadi berkah terselubung untuk Inggris. Tuchel, yang semula ingin bereksperimen dengan Stones, justru menemukan potensi besar dalam diri Anderson.

08 Sep 2025 19:32 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

BEOGRAD, SENIN — Untuk pertama kali di rezim pelatih Thomas Tuchel, tim nasional Inggris akan menghadapi laga kompetitif dengan lawan cukup sepadan. Duel itu akan sekaligus menjadi panggung pembuktian bagi gelandang berusia 22 tahun, Elliot Anderson, yang bersinar terang dalam debutnya.

Tuchel sempat mengatakan, Inggris sedang kekurangan gelandang jangkar atau ”nomor 6”. Dia bahkan berniat memainkan bek tengah John Stones untuk posisi itu dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup K versus Serbia di Stadion Rajko Mitic, Beograd, Rabu (10/9/2025) pukul 01.45 WIB.

Rencana Tuchel muncul menjelang menghadapi Andorra, Sabtu lalu, sebelum Stones dipulangkan karena cedera. Peran itu diambil oleh Anderson, debutan asal Nottingham Forest, yang menjadi motor kemenangan 2-0 atas Andorra. Performa apik Anderson dipuji banyak pihak, termasuk Tuchel.

Anderson sanggup menjembatani serangan dan melindungi pertahanan. Itu tecermin di statistik. Dia menghasilkan 107 umpan sukses dengan akurasi 94 persen, tujuh kali menang duel, hingga 100 persen tekel sukses. ”Kualitas fisiknya bagus. Dia adalah ’nomor 6’ yang sangat dinamis,” kata Tuchel.

Aspek defensif Anderson menjadi hal paling dicari. Tuchel tidak menemukan kriteria itu sebelumnya, termasuk dari Kobbie Mainoo yang dipercaya di Piala Eropa 2024. ’Dia senang bertahan. Dia mengerahkan seluruh tenaga untuk memenangi duel. Senang melihatnya,” tambah Tuchel.

Namun, Anderson perlu pembuktian lain. Andorra yang berada di peringkat ke-174 dunia masih sangat jauh dari level Inggris. Kebetulan, ’Tiga Singa” ditantang Serbia yang berstatus tim terkuat kedua di Grup K. Serbia, di peringkat ke-32 dunia, akan menjadi lawan terberat Inggris di era Tuchel.

England's midfielder Elliot Anderson takes part in a training session at St George's Park in Burton-upon-Trent, central England, on September 3, 2025, prior to their World Cup Qualifiers football match against Andorra. (Photo by Oli SCARFF / AFP) / NOT FOR MARKETING OR ADVERTISING USE / RESTRICTED TO EDITORIAL USE
Quote

Senang dengan penampilan debut saya, tetapi itu tidak lebih dari sekadar satu laga.

Kualitas skuad Serbia cukup merata. Mereka diperkuat tiga pemain dari Liga Inggris, yaitu gelandang Sasa Lukic (Fulham), bek Nikola Milenkovic (Forest), dan kiper Djorjde Petrovic (Bournemouth). Di lini depan terdapat Dusan Vlahovic yang merupakan striker andalan tim raksasa Italia Juventus.

Tuan rumah Serbia belum terkalahkan dan kemasukan gol dalam tiga pertandingan Grup K, 2 menang-1 seri (7 poin). Tim asuhan pelatih Dragan Stojkovic itu hanya berada satu peringkat di bawah Inggris yang menyapu bersih empat kemenangan dari empat laga (12 poin).

Anderson menyadari tantangan itu. Dia bertekad tampil konsisten untuk mengejar mimpi bermain di Piala Dunia 2026. ”Senang dengan penampilan debut saya, tetapi itu tidak lebih dari sekadar satu laga. Saya akan fokus ke laga selanjutnya agar terus bisa memberikan pengaruh,” ujarnya.

Sang gelandang serba bisa dipanggil untuk pertama kali ke timnas berkat penampilan memukau dan konsisten bersama Forest sejak musim lalu. Anderson tampil 37 kali dari 38 laga, serta menyumbang 2 gol dan 6 asis di Liga Inggris musim 2024-25. Berkat itu, Forest sukses finis di tujuh besar.

Potensi besar Anderson sudah terlihat sebelum pindah ke Forest, musim panas 2024. Sebelumnya, dia menjadi pelapis di Newcastle United selama dua musim beruntun. Pelatih Newcastle Eddie Howe mengatakan terpaksa melepas Anderson karena pertimbangan finansial.

Di Forest, Anderson dididik pelatih kawakan Nuno Espirito Santo. Bakatnya bermain di banyak posisi semakin dieksplorasi. Musim lalu, dia sempat tampil sebagai gelandang serang dan pemain sayap kiri dalam formasi 4-2-3-1 walaupun lebih sering turun di posisi gelandang jangkar.

Pemain Newcastle United Elliot Anderson (kiri) terjatuh setelah berebut bola dengan dengan pemain Liverpool James Milner dalam pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Newcastle United di Stadion Anfield, Liverpool, Kamis (1/9/2022). Liverpool akan menjalani laga derbi Merseyside ke kandang Everton di Stadion Goodison Park, Sabtu (3/9/2022) malam WIB. ***Newcastle's Elliot Anderson, left, falls as he battles for control of the ball with Liverpool's James Milner during the English Premier League soccer match between Liverpool and Newcastle United at Anfield stadium in Liverpool, England, England, Wednesday, Aug. 31, 2022. (AP Photo/Jon Super)

Anderson memiliki kualitas mumpuni di lini serang karena terbiasa bermain sebagai gelandang serang sejak di akademi Newcastle. Namun, kemampuan daya jelajah tinggi dan kepekaan bertahan membuatnya ditempatkan lebih ke belakang. Alhasil, Tuchel seperti mendapat banyak pemain dalam satu tubuh.

Anderson bukan pemain tinggi dan kekar seperti yang biasanya dimiliki gelandang jangkar. Tingginya hanya 179 sentimeter. Tubuhnya juga tampak kurus jika dibandingkan dengan gelandang veteran Declan Rice. Meskipun begitu, semua tergantikan dengan keuletan dan energi besar dari tubuhnya.

Berkat Anderson yang menjaga stabilitas lini tengah, Tuchel bisa menginstruksikan gelandang lain untuk fokus menyerang. Rice, salah satunya, yang bebas maju ke sepertiga akhir lawan. Adapun Rice menyumbang satu gol dengan sundulan di kotak penalti dalam laga versus Andorra.

Di sisi lain, laga tandang ke Beograd juga akan menjadi pembuktian untuk Tuchel. Sang pelatih belum pernah menghadapi laga kompetitif versus tim yang tidak terlalu jauh dari sisi kualitas. Lawan terbesar tim asuhan Tuchel sejauh ini hanyalah Albania yang menempati peringkat dunia ke-68.

Masalahnya, Tiga Singa saja masih terlihat kurang meyakinkan saat menghadapi tim-tim seperti Andorra. Mereka hanya mampu menang tipis karena kesulitan menembus ”parkir bus” lawan. ”Kami akan membuktikan diri, menang dan tampil bagus di laga berikutnya,” kata Tuchel.

”Kami dinanti stadion yang sangat emosional, para penonton yang emosional. Kami harus beradaptasi dengan itu dan bersikap tangguh. Lalu, kami akan menghadapi tim yang sangat tangguh dari sisi fisik. Mereka punya kualitas bagus di lini serang. Itu menjadi tantangan kami,” lanjutnya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto