Dua Bek Sayap Agresif, Posisi Janggal, dan Sikap Dingin Spalletti

Tidak hanya kemenangan, Spalletti menunjukkan atensi perubahan metode permainan Juventus. Satu sesi latihan jelang kontra Cremonese sudah cukup hadirkan eksperimen.

02 Nov 2025 12:28 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Luciano Spalletti membuka tirai eranya menangani Juventus dengan raihan tiga poin. ”Si Nyonya Besar” unggul 2-1 atas Cremonese di Stadion Giovanni Zini, Minggu (2/11/2025) WIB. Sejumlah perubahan ditunjukkan Spalletti meskipun belum sepenuhnya sesuai dengan identitas permainan pelatih berkepala plontos itu.

Juve hanya butuh 85 detik untuk menghadirkan gol perdana di rezim Spalletti. Philip Kostic, bek sayap kiri, adalah pemain pertama yang mencatatkan nama di papan skor bersama juru taktik yang mengantarkan Napoli meraih scudetto edisi 2022-2023 itu.

Kostic tidak pernah mendapat kepercayaan tampil sejak sepak mula bersama Igor Tudor, yang dipecat pada Senin (27/10/2025). Bersama Tudor, Kostic tidak pernah bermain lebih dari 28 menit pada musim ini.

Tampil selama 79 menit, Kostic tidak hanya membuka keunggulan Juve. Ia tercatat pemain paling banyak menghasilkan dribel sukses (2 kali). Kostic bermain lebih agresif dengan sering sejajar dengan Lois Openda yang berperan sebagai tandem Dusan Vlahovic di lini serang.

Dalam tugas bertahan, performa pemain tim nasional Serbia itu patut diapresiasi pula. Koleksi 100 persen tekel sukses, 50 persen kemenangan duel, satu sapuan, dan lima pemulihan penguasaan bola adalah modal Kostic untuk mendapat kesempatan bermain rutin di bawah kendali Spalletti.

Italy Soccer Serie A

”Kemenangan ini penting untuk kami. Saya puas mencetak gol. Saya menjalani masa-masa sulit musim ini, tetapi selalu bekerja keras untuk bersiap. Rekan setim menolong saya melalui situasi ini,” tutur Kostic, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik laga itu, seperti dikutip Tuttosport.

Di sisi sayap lainnya, Andrea Cambiaso tampil tidak kalah agresifnya. Cambiaso mengkreasi tiga umpan kunci. Mayoritas umpannya diarahkan untuk membantu peran Weston McKennie sebagai gelandang serang yang bergerak bebas di antara duet Vlahovic dan Openda.

Cambiaso menegaskan perannya dengan menggandakan keunggulan Juve pada menit ke-68. Gol perdana bek timnas Italia itu membantu koleksi tiga poin Juve bergeming meski penyerang veteran Jamie Vardy sempat membuka harapan tim tuan rumah meraih poin lewat gol pada menit ke-83.

Serupa dengan Kostic, Cambiaso juga kerap berdiri sejajar dengan dua penyerang Juve dalam proses membangun serangan. Agresivitas yang dituntut Spalletti kepada dua bek sayap itu berbuah dua gol di Cremona.

Kostic dan Cambiaso mencetak gol setelah memenangi situasi bola kedua di dalam kotak penalti Cremonese. Mereka menjadi opsi tambahan Juve untuk menyelesaikan peluang ketika dua penyerang ditempel ketat oleh bek-bek lawan. Keduanya hadir di posisi yang tepat setelah hadangan dan sapuan tidak sempurna bek Cremonese.

Bek Juventus Andrea Cambiaso (kiri) berebut bola dengan gelandang Cremonese Jari Vandeputte pada laga Serie A di Cremona, Minggu (2/11/2025) WIB.

Cambiaso menilai gol perdananya di musim ini adalah momen yang indah. Ia pun nyaman bermain di pos sayap kanan, alih-alih peran naturalnya sebagai bek sayap kiri.

”Tentu bermain di sisi kanan lebih mudah bagi saya. Karakter saya berbeda bermain di kedua sisi sayap. Gol menunjukkan itu,” ucap Cambiaso kepada Sky Sport Italia.

Performa agresif Kostic dan Cambiaso mengakhiri catatan nirbobol kiper Cremonese dan timnas Indonesia, Emil Audero, dalam tiga laga beruntun. Selain itu, Juve adalah tim pertama yang memberikan kekalahan kepada Cremonese dalam enam penampilan Audero di Liga Italia 2025-2026.

Peran Koopmeiners

Selain dua bek sayap yang mencetak gol, Spalletti memberikan peran janggal kepada Tuen Koopmeiners. Pemain asal Belanda itu ditempatkan sebagai bek tengah untuk mendampingi Federico Gatti dan Pierre Kalulu.

Bermain sebagai bek tengah tidak pernah terpikirkan oleh Koopmeniners. Dalam wawancara terakhirnya seusai Juve menumbangkan Udinese, Kamis (30/10/2025), Koopmeiners suka bermain lebih dekat dengan gawang untuk menopang penyerang.

Gelandang Juventus Teun Koopmeiners saat laga melawan Cremonese di Cremona, Minggu (2/11/2025) WIB.

Dalam konferensi pers pengenalan sebagai pelatih Juve, Spalletti pun mengamini untuk menempatkan Koopmeiners lebih menyerang dibandingkan sekadar gelandang yang menjaga keseimbangan tim. Kenyataannya, Koopmeiners diturunkan di pos bek tengah pada laga debut Spalletti.

Krisis bek tengah seiring cedera dialami Gleison Bremer dan Lloyd Kelly merupakan penyebabnya. Koopmeiners bahkan lebih dipercaya Spalletti dibandingkan Daniele Rugani.

Spalletti mengungkapkan, penempatan Koopmeiners di posisi bek tengah sebelah kiri untuk meredam layanan kepada Vardy dari sayap kanan Cremonese. Koopmeiners mendukung pergerakan Kostic di sisi kiri lini serang Juve.

Selain itu, Spalletti membutuhkan kemampuan umpan matang Koopmeiners untuk membantu proses serangan dari bawah. Itu ditunjukkan Koopmeiners sebagai pemain pencipta operan sukses terbanyak pada laga itu, yakni 48 umpan akurat.

”Kami butuh penguatan di sisi sayap untuk membatasi layanan kepada Vardy. Koopmeiners bermain lebih bertahan untuk membantu kami memulai serangan,” kata Spalletti.

Pelatih Juventus Luciano Spalletti (2nd R) speaks with his players during the Italian Serie A football match between Cremonese and Juventus at the Giovanni Zini Stadium in Cremona on November 1, 2025.  (Photo by MARCO BERTORELLO / AFP)

Pelatih Cremonese Davide Nicola menyebut kekurangan timnya adalah buruknya operan final di sepertiga akhir pertahanan Juve. ”Mungkin kami kekurangan sesuatu dalam hal fisik di pertahanan mereka, tetapi secara mendasar saya puas dengan performa tim secara keseluruhan,” kata Nicola.

Selain dua kondisi itu, satu hal yang paling mencolok adalah penampilan Spalletti di sisi lapangan. Ia tampil dengan gaya formal khasnya. Spalletti mengenakan jas overcoat berwarna hitam untuk mendampingi anak asuhannya.

Namun, ia tidak terlihat menggebu-gebu ketika menyaksikan timnya mencetak dua gol ke gawang Audero. Tidak ada senyum. Air mukanya tetap dingin menanggapi dua gol kemenangan Juventus.

Mimik Spalletti lebih beragam ketika memberikan instruksi kepada anak asuhannya. Teriakannya amat keras sehingga terdengar dari layar kaca di tengah yel-yel dari suporter kedua tim.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji