Tanpa Target ”Scudetto”, Luciano Spalletti Kandidat Terkuat Pelatih Baru Juventus

Belum ada ”scudetto” untuk Juventus di musim ini. Tidak hanya mengganti pelatih kepala, Juve dituntut merombak manajemen yang inkompetensi.

28 Okt 2025 17:20 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

TURIN, SELASA — Juventus menjadikan mantan pelatih tim nasional Italia, Luciano Spalletti, sebagai calon suksesor utama untuk mengisi pos juru taktik di sisa kampanye kompetisi 2025-2026. Spalletti meminta syarat untuk bisa membentuk skuad sendiri hingga 30 bulan mendatang sebelum mengembalikan ”Si Nyonya Besar” dalam persaingan gelar juara Italia.

Setelah mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan Igor Tudor, Senin (27/10/2025), Manajer Umum Juve Damien Comolli langsung menghubungi perwakilan Spalletti, yaitu Samuelle Spalletti, yang merupakan putra dari pelatih yang membawa Napoli meraih scudetto musim 2022-2023 ini.

Comolli dijadwalkan untuk berbincang secara langsung dengan calon pelatih baru Juve itu pada Selasa (28/10/2025) siang waktu Italia atau malam WIB. Menurut laporan Sky Sports, Spalletti membuka pintu sebesar-besarnya untuk menyambut tawaran dari Si Nyonya Besar yang tengah limbung.

Tuttosport menambahkan, Spalletti memberikan sejumlah syarat yang realistis untuk menerima pinangan Juve. Ia tidak berkeberatan untuk menerima kontrak awal hanya hingga akhir musim 2025-2026.

Quote

Sebelum berjabat tangan, Spalletti diperkirakan meminta waktu selama 30 bulan (2,5 tahun) untuk membangun ulang skuad Juve.

Namun, Spalletti menggarisbawahi untuk kehadiran klausul perpanjangan kontrak otomatis selama dua tahun apabila mampu membawa Juve menembus zona Liga Champions alias empat besar. Spalletti tidak ingin dibebani target scudetto dalam musim ini atau musim depan. Bahkan, ambisi mengejar gelar juara Liga Italia yang terakhir diraih pada 2019-2020 tidak masuk dalam target awal Spalletti.

Pelatih Napoli Luciano Spalletti memberi instruksi kepada pemain dalam pertandingan Liga Italia Serie A antara Napoli dan Cremonese di Stadion Diego Maradona, Napoli, Senin (13/2/2023). Napoli mengalahkan Cremonese, 3-0. ***Napoli's head coach and manager Luciano Spalletti shouts instructions during the Serie A soccer match between Napoli and Cremonese at the Diego Armando Maradona stadium in Naples, Italy, Sunday, Feb. 12, 2023. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

”Sebelum berjabat tangan, Spalletti diperkirakan meminta waktu selama 30 bulan (2,5 tahun) untuk membangun ulang skuad Juve,” tulis laporan utama Tuttosport edisi Selasa ini.

Merujuk kondisi skuad Juve saat ini, sulit memang untuk bertarung dengan tim-tim lain Italia. Dusan Vlahovic, penyerang utama, masih kesulitan menemukan performa terbaik. Pun, dengan dua penyerang baru, yaitu Lois Openda dan Jonathan David.

Tanpa mencetak gol dalam empat gim beruntun merupakan bukti lini serang Si Nyonya Besar tengah bermasalah. Hal itu tentu berbeda ketika Spalletti memiliki Victor Osimhen dan Khvicha Kvaratskhelia pada musim pamungkas menangani Napoli.

Di pos gelandang, kreativitas juga tidak tumbuh baik. Stok pemain tengah Juve yang diisi Manuel Locatelli, Teun Koopmeiners, Weston McKennie, dan Khephren Thuram juga dibayangi inkonsistensi.

Juve juga mengalami krisis pertahanan setelah bek tengah dan deputi kapten, Bremer, menderita cedera. Hal itu menyebabkan Juve sudah delapan laga nirmenang.

Gianluigi Buffon, legenda hidup Juve, menganggap Spalletti, yang berusia 66 tahun, adalah sosok yang tepat untuk membangkitkan Juve dari periode buruk saat ini.

Italy's national team coach Luciano Spalletti arrives for the UEFA Preliminary Draw for the 2026 FIFA World Cup at FIFA headquarters in Zurich, Switzerland, Friday, Dec. 13, 2024. (Til Buergy, Keystone via AP)

”Bagi saya, Luciano (Spalletti) adalah profil yang tepat untuk tim besar yang ingin tetap ambisius. Tim tidak akan kalah banyak laga dengannya,” ujar Buffon kepada Corriere dello Sport.

”Dia adalah pilihan profesional luar biasa. Luciano adalah sosok terbaik yang tersedia saat ini berdasarkan pengalaman, karisma, dan otoritas,” kata Buffon yang mengangkat 21 trofi mayor bersama Juve.

Sejak mampu menembus daftar elite pelatih Italia ketika menangani AS Roma pada awal musim 2005-2006, Spalletti selalu mampu mencatatkan kemenangan di atas 50 persen. Hal itu dicatatkan bersama Roma, Inter Milan, Zenit Saint Petersburg (Rusia), dan Napoli.

Sebelum meresmikan pelatih baru, Juve akan dipimpin oleh pelatih interim pada gim kontra Udinese, Kamis (30/10/2025) pukul 00.30 WIB. Juru taktik sementara itu ialah Massimo Brambilla yang berstatus Pelatih Juventus Next Gen yang bermain di Serie C.

Kesalahan manajemen

Pergantian posisi pelatih kepala dipercaya tidak akan bisa mengembalikan identitas tim raksasa di Italia. Lebih dari sekadar pelatih tim utama, desakan besar untuk adanya revolusi di jajaran manajemen disuarakan banyak pihak.

Spanduk raksasa bertuliskan kalimat, ”Uno di Noi” atau ”Salah Satu dari Kami”, dipasang oleh kelompok Ultras Juve di pintu masuk utama Stadion Allianz Arena. Kalimat kecil lainnya tertulis di spanduk terbuat dari kain putih itu, yaitu ”il pesce puzza dalla testa” atau berarti ikan bau dari kepalanya.

Pemain Juventus berpose bersama sebelum pertandingan Liga Italia antara Lazio dan Juventus di Stadion Olympic, Roma, Italia, Minggu (26/10/2025).

Suporter Juve menganggap keputusan Juve memecat tiga pelatih dalam 18 bulan terakhir disebabkan mismanajemen tim yang dipimpin John Elkann. Akibat keputusan sembrono dalam pemilihan pelatih, Juve akan membayar tiga pelatih hingga akhir musim 2026-2027.

Satu pelatih baru akan menerima gaji, kemudian Si Nyonya Besar juga akan membayar kompensasi pemutusan kontrak Thiago Motta dan Tudor secara dini. Durasi cicilan kompensasi itu berlaku hingga Juni 2027.

Puncak dari buruknya keputusan manajemen adalah pemecatan Tudor ketika Liga Italia baru berjalan delapan laga. Pelatih asal Kroasia itu adalah pelatih keenam yang diputus kontraknya ketika musim baru memasuki pekan kedelapan. Rekor suram itu terakhir kali dialami Luis Carniglia pada awal musim 1969-1970.

Presiden Juve periode 2006-2009 Giovanni Cobolli Gigli menilai, rapor Tudor menangani Juve tidak merah. Selain membawa Juve menembus zona empat besar musim lalu, Tudor membuktikan bisa menghadirkan performa gemilang Juve dalam beberapa laga besar, salah satunya kontra Inter.

”Sesuatu yang tidak berjalan di dalam mekanisme klub lebih dari kewenangan Tudor,” kata Gigli kepada TMW.

Pemain Juventus membalas salam para suporter setelah pertandingan Liga Italia antara Lazio dan Juventus di Stadion Olympic, Roma, Italia, Minggu (26/10/2025). Lazio mengalahkan Juventus, 1-0.

Ia menambahkan, ”Strategi transfer terlihat menjanjikan, tetapi disfungsional untuk tim. Tanggung jawab utama itu milik klub, tetapi yang harus menerima getahnya pertama adalah pelatih.”

Ketika disinggung calon pelatih Juve favoritnya, Gigli lebih condong memilih Roberto Mancini dibandingkan dengan Spalletti. Menurut dia, Mancini lebih menjanjikan untuk bisa mengangkat derajat Juve dalam persaingan di Italia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto