Duel Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah kembali terjadi meskipun terpisah grup di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025. Rizki dan Rahmat persembahkan seluruh medali.
07 Okt 2025 07:21 WIB · Olahraga
FORDE, SELASA — Rizki Juniansyah membawa pulang dua medali emas, satu perunggu, dan memecahkan rekor dunia di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025. Bersama rekan sesama lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, yang meraih perak meski tampil di Grup B, Rizki menunjukkan diri layak disebut sebagai penguasa di kelas baru, 79 kilogram, dengan raihan prestasi yang lengkap.
Rizki menunjukkan penampilan gemilang itu pada perlombaan kelas 79 kilogram putra Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 di Forde, Norwegia, Selasa (7/10/2025) dini hari WIB. Berlomba di Grup A, Rizki menjadi lifter terbaik untuk angkatan clean and jerk dan total angkatan dari total 39 atlet yang berlaga dalam empat sesi.
Rizki meraih medali emas clean and jerk (mengangkat beban dalam dua tahap) seberat 204 kilogram dan total angkatan 361 kilogram. Angkatan clean and jerk yang dilakukan pada percobaan kedua itu tidak hanya menghasilkan emas, tetapi juga memecahkan rekor dunia. Adapun perunggu dihasilkan dari snatch 157 kg.
Rizki memecahkan rekor dunia yang diukir Rahmat Erwin Abdullah di Grup B sejam sebelumnya. Rahmat menorehkan angkatan 203 kilogram yang menghasilkan perak untuknya.
Terdapat 12 upaya pemecahan rekor dunia, baik senior maupun yunior, oleh lifter-lifter dari China, Kazakhstan, Mesir, Korea Utara, dan Indonesia. Hanya dua upaya dari Indonesia yang berhasil.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/07/acf627d3f50968d172214897504bb366-PodiumM79_1024x683.jpg)
Dengan hasil di Forde ini, Rizki dan Rahmat membuktikan mereka layak diperhitungkan dalam persaingan di kelas baru. Sebelumnya, mereka merupakan ”penguasa” di kelas 73 kg, bahkan menjadi lifter terbaik hingga detik terakhir menuju Olimpiade Paris 2024.
Kejuaraan Dunia 2025 ini merupakan ajang level dunia pertama yang melombakan kategori berat badan baru. Per 1 Juni 2025, IWF menerapkan kelas baru yang terdiri dari 60 kg, 65 kg, 71 kg, 79 kg, 88 kg, 98 kg, 110 kg, dan +110 kg pada sektor putra. Adapun sektor putri terdiri dari 48 kg, 53 kg, 58 kg, 63 kg, 69 kg, 77 kg, 86 kg, dan +86 kg.
Perlombaan angkat besi dikategorikan berdasarkan berat badan atlet. Tujuannya agar memastikan persaingan yang adil di antara para lifter.
Pada percobaannya memecahkan rekor dunia itu, Rizki tampil meyakinkan. Setelah mengangkat barbel dari lantai ke bahu (clean), Rizki mengambil jeda hingga empat detik sebelum mengangkatnya hingga ke atas kepala (jerk).
Keberhasilannya diwarnai sorakan dan tepuk tangan. Rizki pun lalu mengakhiri penampilan dengan memberi salam seperti kebiasaannya.
”Semoga saja (bisa memecahkan rekor dunia total angkatan juga), saya simpan itu untuk lain waktu,” kata Rizki, yang pada Desember mendatang akan mewakili Indonesia di kelas 79 kg di SEA Games Thailand 2025, kepada IWF (Federasi Angkat Besi Internasional).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/07/82e64bcbf0e03a27f99bce8b32027280-Rizki1_683x1024.jpg)
Rizki sebenarnya juga bisa memecahkan rekor dunia untuk total angkatan jika percobaan snatch seberat 162 kg berhasil. Kesuksesan itu akan membawanya jauh melampaui standar dunia yang ditetapkan, yakni 361 kg.
Namun, setelah berhasil pada percobaan pertama 157 kilogram, Rizki gagal dalam dua kali upaya menaikkan angkatan menjadi 162 kg. Padahal, saat seleksi nasional Agustus lalu, Rizki dengan mudah melakukannya.
Tak hanya itu, saat seleksi nasional untuk SEA Games Thailand 2025 tersebut, Rizki bahkan mampu mengangkat beban 205 kg untuk clean and jerk dan mencatatkan total 367 kg. Artinya, Rizki sebenarnya sudah pernah mencapai angkatan untuk memecahkan rekor dunia total angkatan.
Di Forde, Rizki mampu mengangkat beban ke atas kepala dalam posisi duduk. Namun, dalam dua percobaan snatch itu, Rizki tidak berhasil mempertahankannya hingga posisi berdiri. Pada angkatan snatch, lifter harus bisa mengangkat beban dari lantai ke atas kepala dalam posisi berdiri dalam satu gerakan.
Walakin, angkatan 157 kg juga sudah cukup bagi Rizki untuk tetap meraih podium, yakni meraih perunggu. Lifter Korea Utara, Ri Chong Song, menyabet emas dengan angkatan 163 kg, sedangkan Elsayed (Mesir) meraih perak dengan 162 kg.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/07/ecc411e0e78f03357c0c23b50d9d68ef-Erwin_1024x683.jpg)
Rizki pun kembali mengalahkan Rahmat dalam ”duel” yang terjadi secara tidak langsung. Meski senegara, pertarungan keduanya masih menjadi sorotan dan menarik perhatian dunia. Rahmat, yang sempat tidak bisa memastikan penampilannya di Kejuaraan Dunia lantaran cedera bahu kanan, akhirnya menunjukkan aksinya di Grup B.
Di Grup B yang perlombaannya dimulai pada Senin (6/10/2025) pukul 22.00 WIB, Rahmat merupakan lifter terbaik dari total tujuh lifter yang berlaga. Lifter peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020 ini mencatatkan angkatan snatch terbaik 156 kg, clean and jerk 203 kg, dan total angkatan 359 kg. Dia terpaut 3 kilogram untuk memecahkan rekor dunia total angkatan.
Meski menjadi lifter terbaik di Grup B, Rahmat harus menunggu perlombaan Grup A yang dimulai Selasa pukul 00.30 WIB rampung untuk memastikan medali. Setelah perlombaan Grup A selesai, baru diketahui Rahmat menyabet perak untuk angkatan snatch yang hanya terpaut 1 kilogram dari peraih emas, Rizki.
”Mungkin ini robekan kecil, tetapi saya tidak mau operasi,” kata Rahmat soal cedera yang sempat membuatnya ragu untuk tampil.
”Dokter bilang saya harus istirahat. Jadi, saya hanya bisa berlatih dengan benar selama seminggu untuk kejuaraan ini. Saya belum cukup fit untuk clean and jerk,” ujarnya kemudian.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/27/d6e5194900459d6add07c7dd55eeaf47-cropped_image.jpg)
Cedera itu dialami Rahmat pada seleknas Agustus lalu. Saat itu, Rahmat ”berduel” dengan Rizki untuk menjadi lifter terbaik yang berhak mewakili Indonesia di kelas 79 kg SEA Games Thailand 2025.
Rahmat gagal dalam dua percobaan snatch seberat 155 kg. Lifter kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, ini kemudian memilih tidak lagi mengambil percobaan ketiga dan mencoba angkatan clean and jerk. Rizki menjadi pemenang dengan snatch 162 kg, clean and jerk 205 kg, dan total 367 kg.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan