Selain temuan jasad korban dari dalam kapal di Kalimantan Selatan, ditemukan pula jasad di pantai Seruyan, Kalimantan Tengah, yang diduga penumpang KMP Virgo.
21 Sep 2026 21:29 WIB · Nasional
ARSIP KANTOR SAR BANJARMASIN
SURABAYA, KOMPAS — Dua jenazah yang terdampar di pantai di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, diduga merupakan penumpang KMP Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa. Dua jenazah itu ditemukan dalam kondisi memakai pelampung berwarna oranye pada Minggu (20/9/2026). Hingga Senin malam, kedua jenazah itu masih dalam perjalanan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Korban pertama ditemukan pada pukul 16.26 WIB pada koordinat 03°26’0.36” Lintang Selatan dan 112°02’13.62” Bujur Timur. Sementara korban kedua ditemukan pada pukul 16.29 WIB pada koordinat 03°31’14.1” Lintang Selatan dan 111°55'52.98” Bujur Timur.
Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syafii menyampaikan, penemuan kedua korban itu menjadi bagian penting dari upaya pencarian yang terus dilakukan tim SAR gabungan.
”Kami terus melakukan pencarian dan evakuasi secara maksimal. Setiap temuan menjadi bagian penting dalam upaya kami menjawab harapan keluarga dan memastikan seluruh korban dapat ditemukan serta ditangani sesuai prosedur,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin malam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/21/bcaa59aa277e348a96dab1af102d9608-20260921wer9.jpeg)
Syafii menyebut, saat ini dua jenazah tersebut masih dalam proses evakuasi menuju Pos TNI Angkatan Laut Kuala Pembuang di Seruyan. Kedua korban diperkirakan tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin pada Selasa (22/9/2026) guna menjalani proses identifikasi.
Penemuan korban di Seruyan juga disampaikan oleh Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana dalam konferensi pers, Senin malam, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
”Hari ini kami berhasil mengevakuasi lima korban. Semuanya dalam keadaan meninggal dunia dan masih proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin,” ujarnya.
Dari lima korban itu, tiga di antaranya dievakuasi dari badan kapal KMP Virgo Transport 8 yang masih dalam kondisi terbalik. Adapun dua korban lain ditemukan di Seruyan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/21/d816d73cd85b232f0f3aa928cb9a68a3-20260921wer7.jpeg)
Dengan penemuan lima korban itu, total korban meninggal akibat kecelakaan itu berjumlah 15 orang. Tujuh korban di antaranya ditemukan dari badan kapal.
Sementara itu, jumlah korban yang masih dicari sebanyak 120 orang. Adapun korban selamat 108 orang. Saat peristiwa terjadi, KMP Virgo yang berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin itu membawa 243 orang.
Putu Sudayana menyebut, ada sejumlah kendala yang dihadapi tim saat melakukan pencarian bawah air. Kendala itu berupa kondisi cuaca serta gelombang dan arus.
Hal itu membuat tim penyelam harus berpacu dengan waktu dengan memanfaatkan jeda arus dan gelombang agar bisa bekerja maksimal memasuki ruang-ruang di dalam kapal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/21/e4407282c1c76af77f0199f1464593be-20260921wer5.jpeg)
Tim SAR pun berharap kondisi cuaca pada pencarian hari ke-10 atau Selasa besok lebih kondusif dibandingkan hari-hari sebelumnya. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, tinggi gelombang pada Selasa besok diperkirakan 0,5-1,5 meter.
”Jadi ini bagus ya, cocok. Kalau kami mengharapkan sih flat, ya. Tidak ada gelombang, datar begitulah. Nah, ini lebih memudahkan kami dalam pergerakan di lapangan. Tapi, kami bersyukur besok cuacanya sudah mulai membaik. Mudah-mudahan tim yang bekerja di lapangan bisa lebih maksimal dalam hal proses evakuasi,” kata Putu.
Hari ini kami berhasil mengevakuasi lima korban. Semuanya dalam keadaan meninggal dunia dan masih proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Untuk pencarian di sepanjang pesisir di wilayah Kalimantan hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur, Basarnas telah menginformasikan musibah KMP Virgo Transport 8 kepada pemangku kepentingan di wilayah terkait. Dengan begitu, bila di wilayah mereka ditemukan korban, proses evakuasi bisa segera dilakukan.
Tim SAR gabungan telah menjelajah ribuan mil laut untuk mencari korban. Sejak hari pertama hingga hari keenam pencarian permukaan, setidaknya 6.600 mil laut telah dijelajahi.
Penulis:
Defri WerdionoEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti