Penyelam kembali menemukan tiga korban dari badan KMP Virgo Transport 8. Memanfaatkan jeda dan arus bawah laut mereda, mereka mengevakuasi korban.
21 Sep 2026 15:07 WIB · Nasional
KANTOR SAR BANJARMASIN
Tim penyelam Badan SAR Nasional atau Basarnas Special Group kembali menemukan dan mengevakuasi dua jenazah korban dari dalam badan kapal KMP Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa, dalam pencarian hari kesembilan insiden kapal itu, Senin (21/9/2026).
Berdasarkan informasi dari Basarnas, terdapat tiga jenazah korban yang ditemukan pada Senin (21/9/2026). Dua korban di antaranya berjenis kelamin laki-laki. Mereka ditemukan pukul 09.04 dan 09.13 Wita. Keduanya lantas dievakuasi menggunakan helikopter HR 3601 sekitar pukul 11.20 Wita ke Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk keperluan identifikasi.
Adapun satu korban lain belum diketahui jenis kelaminnya. Korban yang terakhir dievakuasi ini ditemukan pada pukul 14.24 Wita. ”Penemuan korban (terbaru) menjadi perkembangan penting dalam operasi SAR yang terus dilakukan tim SAR gabungan untuk mencari dan mengevakuasi semua korban KMP Virgo Transport 8,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafii, melalui keterangan tertulis.
Dengan demikian, hingga Senin pukul 15.00 Wita, jumlah korban tewas yang telah ditemukan dari kecelakaan kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi 13 orang, dari total penumpang 243 orang. Adapun 7 jenazah di antaranya ditemukan dari dalam badan kapal.
Sebanyak 108 penumpang dan kru ditemukan serta dievakuasi dalam kondisi selamat. Sedangkan 122 orang lainnya belum diketahui nasibnya. KMP Virgo Transport 8 sendiri mengalami insiden di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/21/ae33e9db6c24456fb39e53593062cf3b-20260921wer2.jpg)
Dari total korban meninggal yang telah ditemukan, penemuan tiga jenazah terbaru menambah daftar korban yang ditemukan dari dalam bangkai kapal. Empat hari terakhir, penyelam berhasil menjangkau ruang-ruang di dalam kapal. Ada juga video yang menggambarkan bagaimana penyelam memecahkan kaca kapal untuk mengeluarkan korban yang terjebak di dalamnya.
Dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (20/9/2026) malam, Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana menyebutkan, upaya pencarian yang dilakukan saat ini fokus pada lokasi kejadian di mana badan kapal berada.
Sejak beberapa hari lalu, Basarnas merencanakan penyelaman dengan memadukan teknologi dan pengalaman penyelam itu sendiri. Operasionalisasi bawah air memang menghadapi kendala cuaca, gelombang, dan arus bawah. Kondisi perairan yang belum kondusif itu menjadi hambatan pencarian bawah air.
”Di awal kami menurunkan ROV (removable operated vehicle), tetapi karena arus lautnya sangat kencang sehingga peralatan yang canggih itu tidak bisa dimaksimalkan. Akhirnya diputuskan untuk diangkat kembali. Nah, kemudian proses penyelaman juga menjadi kendala karena di lokasi kejadian arus bawah laut cukup kencang di atas 2-3 knot,” ujar Putu menceritakan bagaimana penyelaman yang dilakukan pada Minggu (20/9/2026). Saat itu, tim menemukan satu korban.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/21/3426364c32cfbf3100d49611f6165c85-20260921wer1.jpg)
Di tengah batasan yang dinilai sudah sangat berisiko bagi penyelam, tim akhirnya memanfaatkan sela waktu jeda di antara arus laut yang kuat tadi untuk menyelam. Kondisi teduh itu tidak berlangsung lama, lebih kurang sekitar 45 menit dan dimanfaatkan oleh penyelam.
”Mudah-mudahan, kita bersama berdoa besok (Senin) kondisi perairan, kondisi alam di daerah operasi itu bisa lebih teduh sehingga penyelam-penyelam kita yang kita sudah siapkan dan peralatan yang kita sudah juga siapkan bisa kita manfaatkan,” kata Putu.
Pencarian pada Senin (21/9/2026) kembali memadukan peralatan dengan penyelam. Skemanya, ROV diturunkan lebih awal untuk bisa menjangkau lorong-lorong kecil yang ada di dalam kapal. Rancang bangun kapal itu sendiri sudah didapatkan Basarnas sehingga di mana akses-akses yang bisa dimasuki oleh ROV, itulah yang menjadi panduan awal bagi tim penyelam untuk masuk.
Pada kesempatan ini, Putu juga belum bisa mengonfirmasi kabar temuan dua sosok jenazah di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), apakah juga merupakan penumpang atau kru KMP Virgo Transport 8. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas Kalteng mengenai hal ini dan telah mengirim personel menuju ke lokasi temuan jenazah.
”Nah, setelah dari Seruyan, korban akan dinaikkan kendaraan dan dibawa ke rumah sakit. Saya perintahkan untuk bawa ke Banjarmasin dan diperkirakan tiba di Banjarmasin untuk identifikasi, Senin sore. Nanti hasil identifikasi yang menentukan (apakah mereka juga termasuk korban Virgo),” katanya.
Untuk pencarian di sepanjang pesisir di wilayah Kalimantan, hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk kapal-kapal yang melintas, Basarnas telah menginformasikan terkait musibah KMP Virgo Transport 8. Dengan begitu, jika di wilayah mereka ditemukan korban, supaya dievakuasi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/21/cf4158ea687d74bdfadec1b912ea10a1-20260921wer3.jpg)
Tim SAR gabungan telah menjelajah ribuan mil laut untuk mencari korban. Sejak hari pertama hingga keenam, pencarian permukaan setidaknya telah menjangkau 6.600 mil laut (12.223 kilometer), tetapi upaya itu belum membuahkan hasil optimal.
”Sampai ke wilayah Kalteng, kita sudah sampai ke sana. Namun, hasil yang kita dapatkan nihil, hanya berupa sekoci-sekoci sudah kosong. Nah, berdasarkan hal yang seperti itu, kami analisa kembali. Maka dari itu kami mencoba memberikan kesimpulan awal, ya, bersama tim semua potensi SAR yang kita libatkan, gimana nih? Kita coba di dalam kapal,” tutur Putu.
Sebelumnya, sejumlah keluarga korban juga meyakini jika korban masih banyak yang terjebak di dalam kapal. Salah satu keluarga korban itu adalah Sunari (50), salah satu warga Muara Teweh, Barito Utara, Kalteng.
Sunari kehilangan anak dan menantunya dalam musibah itu. Saat peristiwa terjadi, keduanya tengah pulang dari silaturahmi di Trenggalek, Jatim. Sebelumnya, saat berangkat, kedua korban juga naik kapal yang sama, yakni KMP Virgo Transport 8.
Sunari berhadap anaknya bisa segera ditemukan dalam kondisi apa pun. Salah satu cara yang bisa digunakan, menurut dia, adalah dengan mengangkat badan kapal. Karena semakin hari, peluang mereka untuk bisa bertahan semakin kecil.
”Kami meyakini korban masih banyak yang berada di dalam kapal dan tidak bisa melarikan diri,” ucapnya saat ditemui di Pelabuhan Trisakti bersama sejumlah keluarga korban lainnya yang masih sabar menunggu kabar akan keluarga atau kerabat mereka yang belum ditemukan.
Penulis:
Defri WerdionoEditor:
Harry SusiloPenyelaras Bahasa:
Retma Wati