Yang membuat kesal, si mahasiswa ini kembali mendaki untuk mengambil barang-barangnya yang tertinggal di jalur pendakian saat penyelamatan pertama.
28 Apr 2025 20:00 WIB · Internasional
Pendaki gunung asal China ini sungguh merepotkan. Regu penyelamat Jepang harus menyelamatkan dia dua kali dalam waktu empat hari gara-gara keteledorannya.
Merujuk laporan BBC, Senin (28/4/2025), mahasiswa berusia 27 tahun itu mendaki di luar waktu pendakian resmi Gunung Fuji. Pada Selasa (22/4/2025), regu penyelamat mengirim helikopter untuk menyelamatkan mahasiswa itu di trek pendakian Fujinomiya, di ketinggian 3.000 meter di atas permukaan air laut.
Saat itu ia tidak dapat menuruni jalur pendakian gara-gara kehilangan krampon. Krampon merupakan alat bantu pendakian, dikenal sebagai paku multiguna yang dipasang pada sepatu pendakian atau sepatu ski. Paku ini membantu mobilitas pendaki di medan es.
Kemudian pada Sabtu (26/4/2025), regu penyelamat kembali turun menyelamatkannya. Kali ini ia harus dibantu karena mengalami penyakit ketinggian.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/c3532fd0db57af4c64cfb5d750d536ee-cropped_image.png)
Yang membuat kesal, si mahasiswa ini kembali mendaki untuk mengambil barang-barangnya yang tertinggal di jalur pendakian saat penyelamatan pertama. Satu barang yang tertinggal adalah telepon selulernya.
Setelah dibuat repot dua kali, kepolisian Prefektur Shizuoka mengimbau semua orang untuk tidak mendaki Gunung Fuji di luar waktu resmi pendakian. Pihak berwenang mengatur waktu resmi pendakian Gunung Fuji adalah awal Juli hingga awal September.
Di luar waktu resmi itu, jalur pendakian Gunung Fuji dikenal sebagai jalur berisiko terkait cuaca. Cuaca bisa berubah tiba-tiba sehingga menyulitkan tim penyelamat untuk merespons. Fasilitas medis di sepanjang jalur pendakian juga ditutup.
Perilaku mahasiswa itu menuai banyak kritik di X. Mereka menulis, laki-laki itu mengabaikan imbauan keselamatan untuk tidak mendaki di luar musim pendakian. Mereka juga menulis, si mahasiswa harus membayar untuk kedua misi penyelamatan tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/01/bd0ede5f-44c2-4e01-9528-a5f523e63fcb_jpg.jpg)
Bagi pendaki gunung dan penyuka kegiatan luar ruang, Gunung Fuji dengan puncak kerucut sempurna sangat menarik. Gunung Fuji setinggi 3.776 meter merupakan salah satu obyek wisata paling populer di Jepang.
Pihak berwenang dalam beberapa tahun terakhir sampai harus membuat kebijakan pembatasan jumlah pendaki dengan menaikkan biaya pendakian. Pada 2023, lebih dari 220.000 orang mendaki Gunung Fuji antara bulan Juli dan September.
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar