Kemenangan Jakarta Electric PLN pada laga hidup-mati mengubur impian Jakarta Livin’ Mandiri untuk mengukir sejarah lolos ”final four” pertama kali.
02 Mar 2026 07:45 WIB · Olahraga
KOMPAS/REBIYYAH SALASAH
BOGOR, KOMPAS — Tim yang lebih solid dan penerimaan bola yang bagus menjadi kunci keberhasilan Jakarta Electric PLN meraih tiket terakhir final four Proliga 2026 kategori putri. Kemenangan Electric PLN pada laga hidup-mati mengubur impian Jakarta Livin’ Mandiri untuk mengukir sejarah pertama kali.
Jakarta Electric PLN tampak tidak menemui kesulitan berarti untuk memenangi pertandingan terakhir putaran reguler sekaligus penentu tiket final four. Berlaga di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/3/2026) malam, Electric PLN menaklukkan Jakarta Livin’ Mandiri, 3-0 (25-19, 25-17, 28-26).
Tidak ada yang menyangka, termasuk kapten Electric PLN, Agustin Wulandhari, bahwa pertandingan hidup-mati itu akan berlangsung hanya tiga set. Kata Agustin, dia bahkan sudah menyiapkan diri untuk bertarung dengan set penuh. Apalagi, dia tahu, Livin’ Mandiri pun masih tidak mau begitu saja melepas kesempatan lolos ke final four untuk pertama kalinya.
”Kami latihan selama satu minggu, khusus untuk pertandingan hari ini saja, dan alhamdulillah aku bangga sama tim aku yang di awal struggle banget dengan kondisi tim dan tadi bisa menunjukkan permainan yang luar biasa,” kata Agustin.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/02/a569f875357510a498fcee8e34a7971a-DSC08872.jpeg)
Electric PLN menyusul Jakarta Pertamina Enduro, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, dan Jakarta Popsivo Polwan yang sudah mengamankan tempat di final four lebih dulu. Electric PLN dan Livin’ Mandiri harus bertarung hingga partai terakhir karena sama-sama menorehkan enam kemenangan dan mengoleksi 18 poin dari total 11 laga. Yang jadi pembeda di antara keduanya cuma rasio set dan rasio poin.
Electric PLN menunjukkan ambisi besar mereka untuk menaklukkan Livin’ Mandiri demi bisa ke final four. Ambisi itu didukung performa gemilang sehingga laga bisa tuntas hanya dalam waktu 1 jam 43 menit.
Agustin dan kawan-kawan berkali-kali menciptakan poin dari smes cepat yang mengecoh lawan. Tak jarang, mereka juga menciptakan poin hanya dari kecerdikan menempatkan bola di celah yang ditinggalkan pemain Livin’.
Serangan Electric PLN dimotori outside hitter asing, Neriman Ozsoy, yang menyumbang hingga 27 poin. Setiap kali Ozsoy mencetak poin, sebagian dari penonton yang memenuhi Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto pun bersorak.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/02/b846cb47f38a823ed5060d0ce92b3225-DSC08846.jpeg)
Menurut Agustin, performa positif timnya tak lepas dari soliditas tim yang kian erat. Selama sepekan terakhir, mereka benar-benar mencoba mempererat satu sama lain, termasuk berusaha mengatasi hambatan-hambatan komunikasi yang sebelumnya membayangi tim.
”Mungkin ada hal negatif yang belum terselesaikan, kadang masuk ke hati dan terbawa ke permainan itu, sih. Dan, alhamdulillah banget kami dapat rest satu minggu. Kami kumpul bareng, kami satukan hati, semua teratasi,” kata middle blocker terbaik Proliga 2019 ini.
Asisten pelatih Electric PLN, Alim Suseno, mengatakan, satu hal krusial yang membuat penampilan timnya lebih baik dari laga-laga sebelumnya adalah penerimaan bola yang bagus. Menurut Alim, penerimaan bola adalah aspek teknis yang jadi sorotan mereka saat evaluasi.
”Kalau penerimaan bola kami bisa membantu seperti tadi, semua bisa menyerang. Itu saja. Karena kalau urusan smes, semua peluangnya itu 50-50,” ujar Alim.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/02/f1b1345352db23c5df61e8c26ad86b97-DSC08873.jpeg)
Adapun para pemain dan ofisial Livin’ Mandiri tak bisa menahan kekecewaan karena kembali gagal ke final four. Seperti musim lalu, Livin’ Mandiri harus berjuang hingga partai terakhir untuk bisa melaju ke babak empat besar.
Namun, pada laga itu, tim milik Bank Mandiri ini justru kalah dari Bandung BJB Tandamata yang sebenarnya tidak lagi punya peluang ke babak empat besar. Padahal, Livin’ Mandiri hanya butuh satu kemenangan terakhir untuk mengantar mereka ke babak empat besar.
Upaya Livin’ Mandiri untuk menciptakan sejarah lolos ke final four pertama kali masih juga belum menemui hasil. Sejak debut di Proliga 2024, Livin’ selalu terhenti pada babak reguler.
Kapten Jakarta Livin’, Yolla Yuliana, tak memungkiri, ada ketegangan yang melingkupi tim ketika bertarung pada laga hidup-mati. Meski beberapa pemain berpengalaman tampil di Proliga seperti dirinya, ketegangan itu tetap muncul dan tidak mudah teratasi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/02/40f1be0b315ec502022fe3722317afc1-DSC08842.jpeg)
”Penampilan kami juga belum stabil, baik pemain lokal maupun asing. Kadang kami bisa benar-benar ada di puncak performa, tetapi kadang seperti lupa apa yang harus dilakukan,” tutur Yolla.
Dengan hasil ini, Electric PLN finis di tempat ketiga setelah mengemas tujuh kemenangan dan meraih 21 poin. Livin’ hanya mampu finis di peringkat kelima dengan koleksi 18 poin.
Adapun Electric PLN akan tampil pada babak final four yang menurut rencananya akan digelar di Surabaya, Semarang, dan Solo. Laga pertama akan digelar pada 3 hingga 5 April 2026.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti