Manuel Neuer kembali dari pensiunnya untuk menjadi kiper nomor satu ”Der Panzer” di Piala Dunia 2026. Di usia 40 tahun, Neuer masih hebat, tapi ada potensi risiko.
23 Mei 2026 15:55 WIB · Olahraga
AP Photo/Martin Meissner
Manuel Neuer menjadi salah satu kejutan menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kiper berusia 40 tahun itu bukan hanya kembali dari masa pensiunnya di tim nasional, dia juga menjadi kiper utama ”Der Panzer” Jerman, menggeser Oliver Baumann. Keputusan Julian Nagelsmann ini bak dua sisi mata pedang. Keberadaan Neuer dikhawatirkan mengganggu dinamika ruang ganti, tetapi banyak juga yang menilai dia akan menghadirkan aura juara.
Skeptisisme terhadap kembalinya Neuer ke tim nasional muncul karena ada kekhawatiran dia bisa memecah pemain, antara rekan setimnya di Bayern Muenchen dan mereka yang mendukung Baumann. Namun, kekhawatiran itu belum terkonfirmasi karena belum ada sinyal penolakan dari skuad Jerman yang baru saja diumumkan oleh Nagelsmann. Kekhawatiran lain, Neuer akan mengubah hierarki karena dia memiliki semua prestasi dalam karier briliannya.
Meskipun masih sebatas asumsi, kekhawatiran itu perlu menjadi perhatian Nagelsmann. Komunikasi yang tepat dengan seluruh pemain menjadi syarat awal membangun atmosfer positif di ruang ganti.
”Neuer tidak akan kembali dengan diam. Dia akan segera mengubah dinamika di ruang ganti. Tiba-tiba, ini bukan hanya tentang performa, tetapi juga tentang hierarki, pengalaman masa lalu, status, dan kekuasaan. Itulah tepatnya yang harus dikendalikan Nagelsmann,” ujar psikolog olahraga Matthias Herzog dalam wawancara dengan Bild.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/23/e3fd5ea42f1d0494cf6e00a20505aa18-FBL_WC_2026_GER_SQUAD_138430424.jpg)
Di sisi lain, keberadaan Neuer dinilai akan menghadirkan aura juara di skuad Jerman. Dia merupakan tokoh sentral dalam perjuangan Jerman meraih gelar juara Piala Dunia 2014 di Brasil. Neuer sangat berpengalaman dalam menghadapi laga-laga besar, laga ”hidup-mati” yang penuh tekanan. Dia bisa menghadirkan kepercayaan diri dan motivasi ekstra kepada para pemain lain untuk berjuang lebih keras.
Di Jerman, Neuer menjadi semacam fenomena, ketika para pemain debutan tim nasional selalu terkesan dengan kerja keras Neuer saat berlatih. Bek Jonathan Tah, salah satunya, saat pertama kali masuk timnas Jerman pada 2016.
Kini, Neuer memang bukan Neuer yang sama dengan 20 tahun lalu, tetapi cara dia berlatih di Bayern tetap mengesankan. Striker Harry Kane menguak itu seusai Neuer melakukan sembilan penyelamatan saat Bayern mengalahkan Real Madrid, 2-1, di Santiago Bernabeu dalam laga pertama perempat final Liga Champons lalu.
”Dengan karier yang dia miliki dan tetap menjaga momentum serta tetap menjaga motivasi untuk terus menjadi lebih baik, maksud saya, cara dia berlatih mengesankan, jujur, bagi kiper-kiper muda melihat dia berlatih setiap hari dan tetap melakukan apa yang dia lakukan. Tidak heran dia membawa itu ke lapangan, melakukan penyelamatan-penyelamatan yang dia lakukan hari ini. Jadi, dia bagian besar dari keberhasilan kami. Hari ini dia luar biasa,” tutur Kane kepada CBS.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/23/54bb94f7298e279c06ea0f85b344d034-Germany_Bundesliga_Soccer_138319216.jpg)
Dedikasi Neuer untuk terus menjaga performanya di level terbaik menjadikan dia sosok yang sangat dihormati. Dia masih melakukan penyelamatan-penyelamatan brilian meskipun dia juga bisa melakukan kesalahan. Performa di Bernabeu itu bukan sebuah kebetulan, kilatan singkat dari masa kejayaan Neuer. Data di Bundesliga musim ini menegaskan bahwa Neuer masih menjadi penentu laga.
Berdasarkan data DFB, Neuer menjadi satu-satunya kiper dengan statistik kemasukan gol di bawah satu, yaitu 0,97 gol per 90 menit. Namun, ini juga tidak lepas dari performa pertahanan Bayern yang solid sehingga Neuer hanya melakukan 34 penyelamatan, kontras degan kiper Hoffenheim, Oliver Baumann, yang melakukan 101 penyelamatan; kiper Stuttgart, Alexander Nuebel (112); dan kiper Augsburg, Finn Dahmen (116).
Neuer yang membela timnas dalam 124 laga, jauh lebih banyak di antara kiper lain, menghadirkan aura kekuatan, pengalaman, dan ketenangan yang bisa membuat lawan lebih waspada.
”Neuer membawa aura tersendiri. Titik. Dia tidak kembali hanya sebagai kiper biasa. Dia kembali sebagai juara Piala Dunia, lima kali peraih penghargaan Kiper Terbaik Dunia (2013, 2014, 2015, 2016, 2020), seseorang yang telah membentuk permainan penjaga gawang,” ucap Herzog.
”Ketika Neuer berada di depan gawang, banyak lawan langsung berpikir, ’Jerman kembali berdiri, dengan masa lalunya yang berkelas dunia’. Itu menghadirkan rasa hormat. Itu dapat memberi tim kepercayaan diri. Dengan Neuer di gawang, nama Jerman langsung mendapatkan bobot lebih besar secara internasional. Lawan mengenal dia. Lawan menghormati dia. Dengan Neuer, pesannya adalah: Awas, raksasa tua itu kembali di gawang,” tutur Herzog.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/23/afa7ff256c02c26231ba6d37629b06a2-Germany_Champions_League_Soccer_138037337.jpg)
Aura Neuer sebagai raksasa sangat kuat dalam laga perempat final Piala Dunia 2014 antara Jerman dan Perancis di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, yang diliput langsung oleh Kompas. Pada menit awal babak pertama, kuil sepak bola Maracana bergemuruh. Suporter tim nasional Perancis yang memadati tribune di samping area pers menggerutu, kesal kepada bomber ”Les Bleus”, Karim Benzema, yang mereka kira tak akurat karena tendangannya terlihat melambung di atas gawang Jerman.
Namun, rekaman ulang layar lebar di dalam stadion itu mengungkap momen penyelamatan gemilang Neuer. Ujung jari penjaga gawang Jerman itulah yang membelokkan arah bola tendangan Benzema. Suporter Perancis pun berdiri dari kursinya, bertepuk tangan atas penyelamatan brilian Neuer.
Neuer memang fenomenal di Brasil. Ia menjadi kunci kesuksesan taktik Pelatih Joachim Loew. Neuer bertugas sebagai kiper sekaligus bek, keeper-sweeper, karena Loew menerapkan garis pertahanan tinggi. Neuer sering keluar dari kotak penalti, mengejar bola terobosan lawan, dan tanpa basa-basi membuangnya. Saat melawan Aljazair di babak 16 besar, Neuer melakukan 17 kaki mengontrol bola di luar kotak penalti, untuk memutus serangan balik lawan.
Kini, di usia 40 tahun, Neuer belum kehilangan semua kemampuan itu. Dia bermain seperti dua dekade lalu. Kepercayaan diri dan ketenangan Neuer dalam laga-laga krusial itulah yang bisa membuat perbedaan dalam skuad Jerman. Bahkan, Herzog menilai, lawan akan lebih menghormati Neuer dibandingkan Baumann.
”Ya, secara psikologis, tentu saja. Itu tidak secara otomatis berarti Neuer selalu menjadi kiper yang lebih baik. Namun, nama besar memiliki bobot. Terutama di Piala Dunia. Seorang striker yang berlari ke arah Neuer memiliki gambaran yang berbeda dalam pikirannya daripada saat menghadapi Baumann,” ujar Herzog.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/23/fef6140fe030237b9d6a0a813dad51ee-TOPSHOT_FBL_FRIENDLY_SUI_GER_137143131.jpg)
”Masa lalu ikut berperan. Mitos memainkan peran. Pemikirannya adalah dia telah melihat semuanya dan mencapai semuanya. Lagi pula, Neuer dianggap sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa. Dan, dia menunjukkan apa yang masih mampu dia lakukan di usia 40 tahun di perempat final melawan Real Madrid,” ungkap Herzog.
”Namun, negara lain juga akan mengamati dengan cermat: seberapa bugar Neuer? Masih seberapa eksplosif dia? Seberapa kuat betisnya? Bagaimana reaksinya terhadap bola tinggi, lari di belakang pertahanan, dan tekanan?” ujar Herzog.
”Neuer patut dihormati. Namun, dia juga memiliki kelemahan. Lawan akan ingin menguji apakah kekebalan lama masih ada di balik auranya. Dan, kita juga tahu kesalahan-kesalahan yang tidak dapat dijelaskan yang telah dilakukan Neuer baru-baru ini,” ungkap Herzog memperingatkan.
Persepsi yang berbeda terhadap Neuer dari setiap pemain Jerman juga perlu diperhatikan dan jika mengarah ke negatif, perlu segera diantisipasi oleh Nagelsmann. Sebab, harmoni di ruang ganti sangat krusial dalam ajang sebesar Piala Dunia dengan tekanan besar dan terus-menerus.
Terkait menjaga harmoni ruang ganti Der Panzer, langkah pertama Nagelsmann adalah berbicara dengan Baumann pada Maret lalu terkait usaha membawa Neuer kembali ke timnas.
”Kami memberi tahu Oli (Baumann) pada Maret bahwa kami telah bertemu dengan Manu. Fokus saya adalah menominasikan tiga kiper terbaik di negara ini dan mereka adalah tiga kiper terbaik,” ujar Nagelsmann, seusai mengumumkan 26 nama pemain untuk Piala Dunia 2026, Kamis (21/5/2026).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/23/d7fd1cbeaaceeb659b3d05532608d615-Germany_WCup_Soccer_138428397.jpg)
”Kami menghubungi dia dan bertanya apakah dia ingin bermain untuk Jerman lagi, dan dia ingin bermain di turnamen tersebut. Kemampuan olahraganya dipertimbangkan di atas segalanya. Namun, kami juga ingin tahu apakah dia akan terus bermain atau pensiun," tutur Nagelsmann.
”Semua orang tahu aura seperti apa yang dimiliki Manu karena pengalamannya dan gelar yang telah dia raih,” ucap pelatih berusia 38 tahun itu.
Kini, dalam Piala Dunia kelimanya, Neuer diharapkan bugar saat Piala Dunia 2026 bergulir, dan dia tampil di laga pertama Grup E melawan Curacao di Stadion NRG, Houston, pada 15 Juni mendatang. Kehadiran raksasa tua itu diharapkan membawa Der Panzer melangkah jauh hingga final dan meraih gelar kelima setelah 1954, 1974, 1990, dan 2014.
Penulis:
Agung SetyahadiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul