Seusai kalah dari Slowakia, Jerman dinanti laga wajib menang versus Irlandia Utara. Tim "Panser" butuh tiga poin demi menjaga kans lolos ke Piala Dunia.
06 Sep 2025 17:08 WIB · Olahraga
KOLN, SABTU — Kekalahan pada laga pembuka kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi cambukan keras untuk tim nasional Jerman. Mereka harus berbenah dan segera bangkit. Masalahnya, negara yang selalu diberkahi pesepak bola berbakat itu sedang mengalami krisis sosok penyelamat dalam tim.
Jerman dinanti laga wajib menang versus Irlandia Utara di Stadion Rheinenergie, Koln, Senin (8/9/2025) pukul 01.45 WIB. Mereka perlu tiga poin seusai kalah 0-2 dari Slowakia, Jumat lalu. Adapun setiap tim di Grup A akan tampil enam kali, hanya juara grup yang lolos langsung ke putaran final.
Jika seri atau kalah lagi, tim asuhan pelatih Julian Nagelsmann akan semakin sulit untuk lolos langsung. ”Kami berkesempatan melakukan hal lebih baik tiga hari lagi (usai kalah). Kami berbicara banyak tentang Piala Dunia, tetapi sebelum itu kami harus lolos dulu,” kata kapten Jerman Joshua Kimmich.
Perubahan tim ”Panser” harus dimulai dari pemilihan pemain. Nagelsmann dikritik karena memainkan tiga gelandang jangkar sekaligus, yaitu Angelo Stiller, Kimmich, dan Leon Goretzka. Goretzka bahkan diturunkan di posisi belakang striker dalam formasi 4-2-3-1.
Bintang Jerman, Florian Wirtz, pun terpaksa bergeser ke sayap kiri, bermain bukan di posisi terbaiknya sebagai gelandang serang. Pemilihan pemain sangat berhati-hati itu diperlihatkan hanya untuk menghadapi tim peringkat ke-52 dunia yang secara kualitas jauh di bawah mereka.
Nagelsmann dilanda dilema. Dia juga kesulitan menurunkan skuad untuk tampil ofensif karena opsi terbatas di lini serang. Jerman merindukan sosok penyerang Jamal Musiala dan Kai Havertz yang absen panjang karena cedera. Mereka terpaksa mengandalkan pemain yang tidak dalam tren terbaik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/06/e23c641ab34794786f933e50549f49b1-wires_photo.jpg)
Lihat saja tiga laga terakhir Jerman. Nagelsmann selalu mengandalkan Wirtz dan striker muda Nick Woltemade. Hasilnya, Jerman hanya mencetak satu gol dan kalah di seluruh laga tersebut. Dua kekalahan sebelumnya terjadi di Liga Nasional Eropa, versus Portugal dan Perancis.
Woltemade (23), penyerang baru Newcastle United, sangat berbakat. Namun, perannya belum tampak sejak debut versus Portugal, Juni lalu. Nyaris hanya striker veteran Niclas Fullkrug yang bisa menjadi opsi terbaik dari cadangan. Adapun Fullkrug baru mencetak tiga gol di level klub sejak musim 2024-25.
Wirtz (22), peraih penghargaan Pesepak Bola Terbaik Jerman 2025, belum mampu menjadi pembeda seperti biasa. Dia masih mencari ritme terbaik seiring adaptasi yang lambat bersama klub barunya, Liverpool. Biasanya Wirtz dan Musiala selalu menjadi sumber kreativitas serangan Jerman.
Minimnya solusi dari bangku cadangan terlihat di laga versus Slowakia. Nagelsmann hanya memakai tiga dari lima jatah pergantian pemain. Adapun hanya dua pemain bertipe ofensif yang dimasukkan, yaitu penyerang sayap Karim Adeyemi dan gelandang serang Nadiem Amiri.
Penurunan kualitas tim Panser menurun drastis hanya dalam rentang setahun. Selain beberapa pemain kunci cedera, mereka juga kehilangan para pemain veteran yang sering menjadi pembeda, antara lain Thomas Mueller dan Ilkay Gundogan. Mereka sudah pensiun dari timnas.
Nagelsmann berniat mengubah pendekatan dalam laga versus Irlandia. Menurut dia, kualitas pemain bukan masalah utama. Apalagi, lawan mereka bukanlah tim-tim besar. Hasil negatif itu lebih disebabkan penampilan yang kurang energik dari Wirtz dan rekan-rekan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/06/f47afcb1d08e1ce5019e070ab8578fd5-Slovakia_Germany_WCup_Soccer_1_.jpeg)
”Kami selalu memilih pemain terbaik, tetapi mungkin kami harus sedikit menyampingkan kualitas. Kami perlu lebih fokus kepada para pemain yang mau memberikan segalanya di lapangan. Jika tampil dengan energi lebih baik, permainan kami seharusnya lebih baik di Minggu nanti,” kata Nagelsmann.
Jerman selalu dikenal sebagai tim yang sangat mengandalkan kolektivitas. Kerja sama tim di atas segalanya. Meskipun begitu, mereka selalu memiliki sosok pemain yang bisa jadi pembeda di lini depan. Mulai dari Gerd Mueller, Miroslav Klose, hingga terakhir Musiala.
Irlandia bertandang ke markas Jerman dengan kepercayaan diri tinggi setelah menang atas Luksemburg, 3-1. Mereka memuncaki klasemen sementara Grup A. Berbeda dengan Nageslmann, Pelatih Irlandia Michael O'Neill sangat yakin dengan daya juang para anak asuhnya.
”Kami kehilangan beberapa pemain bagus di level lebih tinggi dan harus menggantikannya dengan para pemain lain. Tetapi, siapa pun yang mengenakan jersei Irlandia Utara, kami selalu meminta mereka tampil melebihi batas. Saya pikir grup ini sanggup melakukan itu,” ujar O'Neill. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase