Hanya dengan bekerja sama dan menghadapi tantangan bersama, kita dapat mengatasi kesulitan dan menciptakan masa depan bersama.
26 Mar 2025 16:00 WIB · Opini
Saat ini, dunia sedang mengalami perubahan besar, yang belum pernah terjadi selama satu abad terakhir.
Ekonomi global mengalami penyesuaian mendalam. Tantangan seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan ketahanan energi semakin menonjol.
Beberapa negara maju malah mengabaikan tren umum perkembangan global dan sering menggunakan tarif sebagai senjata dagang untuk mengekang perkembangan negara lain dengan hambatan perdagangan.
Integrasi ekonomi dunia telah menjadi tren yang tak dapat diubah lagi. Semua negara saling bergantung dan rantai pasokan global sangat terintegrasi. Setiap upaya untuk memecah pasar secara artifisial akhirnya akan ”menembak kaki sendiri”.
Menghadapi kenyataan lemahnya pemulihan ekonomi global, negara-negara di seluruh dunia membutuhkan stabilitas, kerja sama, dan solusi, untuk menang bersama lebih dari sebelumnya.
Pada 2024, menghadapi situasi kompleks dan serius akibat meningkatnya tekanan eksternal dan kesulitan internal, ekonomi China berhasil melaju membelah ombak dan mencapai pertumbuhan 5 persen.
Sidang parlemen ”Dua Sesi” China 2025 yang baru saja berakhir mengirimkan sinyal yang jelas kepada dunia bahwa ekonomi China terus bergerak maju dengan mantap dan terus membuka diri lebih luas terhadap dunia. Laporan Kerja Pemerintah menetapkan target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) China sekitar 5 persen untuk tahun 2025.
Target ini berdasarkan penilaian keseluruhan bahwa tren jangka panjang dasar ekonomi China yang positif tetap tidak berubah. Meskipun pencapaian tujuan ini menghadapi tantangan—seperti meningkatnya hambatan tarif, lingkungan eksternal yang lebih kompleks, serta kurangnya permintaan domestik yang efektif—semua ini sudah diperkirakan dan dapat diatasi dengan upaya keras.
China memiliki keunggulan sistem yang signifikan, kondisi yang menguntungkan termasuk pasar berskala besar, sistem industri yang lengkap, dan SDM yang melimpah.
Selain itu juga mekanisme tata kelola yang efektif dengan perencanaan jangka panjang, pengendalian ilmiah, koordinasi pemerintah pusat dan daerah, serta ruang pertumbuhan yang luas untuk peningkatan permintaan, optimalisasi struktur, dan transformasi tenaga pendorong.
Dengan keyakinan penuh, China siap menghadapi berbagai tantangan untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi dan masyarakat tahunan.
Di tengah persaingan teknologi global yang semakin ketat, China akan terus berpegang pada pembangunan yang didorong inovasi, yang tidak hanya mendorong transformasi ekonominya sendiri, tetapi juga memberikan peluang baru bagi kemajuan teknologi dan peningkatan industri global.
”Industri masa depan” dan ”kecerdasan buatan plus” (AI+) telah menjadi kata-kata viral di ”Dua Sesi” tahun ini. Teknologi model bahasa besar yang diwakili DeepSeek telah mencapai kemajuan terobosan, yang secara signifikan menurunkan ambang batas aplikasi AI. Robot dari Unitree Robotics China telah memecahkan blokade teknologi dan hambatan harga tinggi di beberapa negara.
Kemajuan teknologi antarmuka otak-komputer dari BrainCo China diharapkan dapat memberi manfaat bagi banyak pasien.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/01/10/a626c01c-fbca-4f81-8c19-40a1d2e06994_jpg.jpg)
Kelompok Sahabat untuk Kerja Sama Internasional dalam Pembangunan Kapasitas AI (Group of Friends for International Cooperation on AI Capacity Building) yang diprakarsai China di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menyuntikkan momentum kuat untuk transformasi dan peningkatan ekonomi.
Selain itu, secara nyata memajukan kesetaraan perkembangan teknologi, serta memungkinkan dunia berbagi dividen dari pengembangan AI.
Tahun ini menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara China dan Indonesia, serta peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika, yang membawa peluang penting bagi perkembangan hubungan kedua negara.
Sebagai negara berkembang utama, emerging market, dan anggota utama Global South, China dan Indonesia sama- sama memahami bahwa pembangunan damai, saling menguntungkan, dan menang bersama, merupakan cara yang tepat untuk berinteraksi.
Dalam situasi internasional yang kompleks saat ini, China dan Indonesia semakin memperkuat kerja sama strategis secara keseluruhan, menjadi Mitra Strategis Komprehensif yang lebih dekat, dan membangun komunitas senasib sepenanggungan yang memiliki pengaruh regional maupun global.
Hal ini tidak hanya akan menguntungkan rakyat kedua negara, tetapi juga menciptakan lingkungan yang baik bagi pembangunan damai di kawasan Asia. Pepatah China kuno menyatakan ”berlayar bersama dalam satu perahu”, dan kini masyarakat internasional perlu ”bersama menghadapi tantangan dalam satu dunia bumi”.
Saat ini, negara-negara di dunia saling bergantung secara mendalam. Perkembangan berbagai negara, saling memengaruhi. Seluruh dunia berkaitan erat serta umat manusia memiliki nasib yang sama.
Hanya dengan bekerja sama dan menghadapi tantangan bersama, kita dapat mengatasi kesulitan dan menciptakan masa depan bersama. China memiliki keyakinan menghadapi tantangan bersama dengan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, dan berperan sebagai jangkar stabilitas dan sumber tenaga bagi ekonomi dunia, serta kekuatan konstruktif guna mendorong pembangunan bersama global.
”Dua Sesi” (Lianghui), adalah pertemuan tahunan badan legislatif tertinggi China, Kongres Rakyat Nasional (NPC), dan badan penasihat politik tertinggi, Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China (CPPCC).
Sesi tahunan kedua badan ini biasanya diselenggarakan secara paralel dan berlangsung pada waktu yang hampir bersamaan. Itulah sebabnya keduanya secara kolektif dikenal sebagai ”dua sesi”.
Wang Lutong, Duta Besar China untuk Indonesia
Penulis:
Wang LutongEditor:
Sri Hartati Samhadi, Yohanes KrisnawanPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari