Atlet Indonesia untuk Piala Sudirman diumumkan. Ada upaya regenerasi di balik target naik podium.
14 Apr 2025 18:05 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Indonesia akan menghadapi tantangan berat sejak fase awal pada kejuaraan bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman 2025. Atlet muda bergabung dengan senior untuk mewujudkan dua target.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Eng Hian menyebut target naik podium untuk tim Indonesia yang akan bersaing di Xiamen, China, 27 April-4 Mei. Itu berarti Indonesia harus mencapai minimal semifinal, hasil yang tak didapat di Vantaa (Finlandia) pada 2021 dan Suzhou (China) 2023. Pada dua penyelenggaraan itu, Indonesia tersingkir di perempat final setelah kalah dari Malaysia pada 2021 dan dari China dua tahun berikutnya.
Di Xiamen, kota ketujuh di China yang menjadi tempat penyelenggaraan Piala Sudirman, PP PBSI menargetkan podium seperti terakhir kali dicapai Indonesia di Nanning, China, pada 2019. Setelah mengalahkan Taiwan pada perempat final, langkah Indonesia dihentikan Jepang di semifinal.
Untuk mencapai hasil serupa, tantangan untuk Indonesia di Xiamen akan sangat berat sejak penyisihan grup. Fase ini diikuti 16 tim yang dibagi dalam empat grup. Setiap tim bersaing dalam format round robin untuk mencapai dua peringkat teratas setiap grup sebagai syarat lolos ke perempat final.
Indonesia berada di Grup D bersama Denmark, India, dan Inggris. Ini menjadi grup dengan persaingan terberat karena setidaknya tiga tim, yaitu Indonesia, Denmark, dan India, memiliki kekuatan yang sama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/10/004bde9abef831b6e1d054b3ce477ad9-Gregoria5_R16_BAC2025_PBSI_20250410.jpg)
Nomor andalan dari ketiga tim saling beririsan, yaitu tunggal dan ganda putra. India mempunyai kekuatan tambahan di tunggal putri dengan adanya Pusarla V Sindhu yang juga dimiliki Indonesia (Gregoria Mariska Tunjung). Adapun Denmark memiliki andalan lain pada nomor ganda campuran.
Maka, meski menjadi unggulan kedua berdasarkan akumulasi poin pemain dengan ranking terbaik dari setiap nomor, tak akan mudah bagi Indonesia untuk menempati peringkat dua besar Grup D. Apalagi, prestasi pebulu tangkis Indonesia sepanjang 2025 berada di bawah banyak negara.
Dari sembilan turnamen BWF Super 100 hingga 1000, atlet ”Merah Putih” hanya meraih satu gelar, yaitu dari Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari di Thailand Masters Super 300, awal Februari. Dalam ajang besar terakhir, yaitu Kejuaraan Asia di Ningbo, China, 8-13 April, Indonesia pun kalah bersaing dengan China, Malaysia, dan Hong Kong sebagai tiga negara yang membawa gelar. Hasil terbaik Indonesia adalah semifinal yang dicapai ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.
Jika lolos dari penyisihan grup, tantangan bertambah besar. Oleh karena laga perempat final akan ditentukan berdasarkan undian antara juara dan peringkat kedua dari grup berbeda, terdapat peluang melawan tim kuat, seperti China, Korea Selatan, atau Jepang.
Untuk mewujudkan target naik podium, pemain-pemain senior yang berpengalaman dalam kejuaraan beregu level dunia dibawa Indonesia. Pada nomor tunggal ada Jonatan Christie dan Gregoria. Ganda putra tetap mendaftarkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto meski prestasi mereka pada tahun ini kalah dari Leo/Bagas yang juga masuk dalam tim. Leo/Bagas meraih hasil tertinggi mereka dengan tampil pada final All England dan semifinal Kejuaraan Asia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/12/c002315f-b4c0-47b9-8939-454767e9b6cb_jpg.jpg)
Ganda campuran bahkan membawa Gloria Emanuelle Widjaja yang saat ini bermain bersama Rehan Naufal Kusharjanto dan berlatih di PB Djarum. Mereka tampil baik dalam empat turnamen beruntun di Eropa, Februari-Maret, dengan mencapai final Jerman Terbuka dan Orleans Masters, lalu perempat final All England, dan juara Polandia Terbuka International Challenge.
”Rehan/Gloria cukup berpengalaman di pertandingan beregu. Selain itu, Gloria bisa dipasangkan dengan Rinov (Rivaldy) atau Dejan (Ferdinansyah),” lanjut Eng Hian.
Pada ganda putri, Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi atlet yang paling berpengalaman di Piala Sudirman. Fadia/Lanny Tria Mayasari bisa menjadi alternatif selain Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi yang akan menjalani debut di Piala Sudirman, tetapi berstatus ganda putri nomor satu Indonesia saat ini dengan menempati ranking kedelapan dunia.
Target semifinal ditetapkan sejalan dengan adanya target lain, yaitu regenerasi. PBSI pun membawa pemain muda, terutama pada nomor tunggal.
Alwi Farhan (19 tahun) dan Mohammad Zaki Ubaidillah (17) menjadi pelapis Jonatan. Mereka dipilih karena Anthony Sinisuka Ginting masih dalam masa penyembuhan cedera bahu kanan. Sementara performa Chico Aura Dwi Wardoyo mandek dengan tiga kali tersingkir pada babak pertama dari empat turnamen 2025.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/10/ea44a48408305f655638e01a4bf1f23f-Putri5_R32_BAC2025_PBSI_20250409.jpg)
Adapun untuk mendampingi Gregoria, kesempatan bermain di Piala Sudirman edisi ke-19 sejak 1989 ini diberikan kepada Putri Kusuma Wardani yang juga tampil di Piala Sudirman 2021 dan 2023. Atlet berusia 22 tahun tersebut mendapat momen-momen baik pada 2025 dengan mencapai perempat final Malaysia dan India Terbuka serta semifinal Thailand Masters dan Swiss Terbuka. Putri juga semakin percaya diri ketika berhadapan dengan atlet top dunia.
”Ini merupakan bentuk regenerasi untuk sektor tunggal, juga untuk mengasah mental mereka dalam kejuaraan beregu,” kata Eng Hian tentang dipilihnya Alwi, Zaki, dan Putri.
Namun, PBSI tak mendaftarkan ganda campuran muda Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu meski mereka bisa menjadi semifinalis Thailand Masters dan Kejuaraan Asia. PBSI memilih membawa Rinov/Pitha Haningtyas Mentari yang masih menjadi ganda campuran nomor satu Indonesia berdasarkan ranking dunia (ke-22) walaupun baru tampil bersama di Kejuaraan Asia pada tahun ini dan kalah di perempat final.
Rinov/Pitha berganti pasangan pada awal 2025, yaitu Rinov bersama Lisa Ayu Kusumawati dan Pitha bersama pemain muda, Verrel Yustin Mulia. Akan tetapi, pelatih ganda campuran Rionny Mainaky berencana mengembalikan formasi Rinov/Pitha sebagai lanjutan penampilan mereka di Kejuaraan Asia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/08/88de112e061ec7680eb6a63b7c1e9352-RinovPitha_R32_BAC2025_PBSI_20250408.jpg)
Grup A: China, Thailand, Hong Kong, Aljazair
Grup B: Korea Selatan, Taiwan, Ceko, Kanada
Grup C: Jepang, Malaysia, Perancis, Australia
Grup D: Indonesia, Denmark, India, Inggris
PUTRA
Tunggal
1. Jonatan Christie
2. Alwi Farhan
3. Mohammad Zaki Ubaidillah
Ganda
1. Fajar Alfian
2. Muhammad Rian Ardianto
3. Muhammad Shohibul Fikri
4. Daniel Marthin
5. Leo Rolly Carnando
6. Bagas Maulana
7. Rinov Rivaldy
8. Dejan Ferdinansyah
9. Rehan Naufal Kusharjanto
PUTRI
Tunggal
1. Gregoria Mariska Tunjung
2. Putri Kusuma Wardani
Ganda
1. Febriana Dwipuji Kusuma
2. Amallia Cahaya Pratiwi
3. Siti Fadia Silva Ramadhanti
4. Lanny Tria Mayasari
5. Pitha Haningtyas Mentari
6. Gloria Emanuelle Widjaja
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti