Dubes China: Indonesia Masuk BRICS, Jalur Kerja Sama RI-China Bertambah

Bergabungnya Indonesia dalam perkumpulan BRICS menambah jalur kerja sama RI-China. Momentumnya juga pas, bersamaan dengan perayaan 75 tahun hubungan RI-China.

07 Jan 2025 20:32 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

JAKARTA, KOMPAS — Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengatakan, China selalu mendukung Indonesia bergabung sebagai anggota penuh BRICS. Bergabungnya Indonesia dalam BRICS akan menambah jalur kerja sama antara China dan Indonesia.

Wang menyebut masuknya Indonesia ke dalam BRICS akan membawa kemakmuran bagi rakyat Indonesia. Indonesia merupakan mitra dan anggota alamiah dari BRICS. Karena itu, China mendukung partisipasi Indonesia dalam kegiatan dan kerja sama dengan BRICS.

”Kami masih berdiskusi dengan Pemerintah Indonesia tentang rincian partisipasi, tetapi Pemerintah China selalu bersikap positif dan terbuka terhadap kemungkinan partisipasi Indonesia,” kata Wang setelah acara Lomba Desain Logo 75 Tahun Persahabatan Indonesia-China yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (7/1/2025).

Pemerintah Brasil sebagai ketua bergilir BRICS 2025 mengumumkan, Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh, Senin (6/1/2025) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB. Tak lama setelah pengumuman tersebut, Pemerintah China langsung mengeluarkan pernyataan berisi ucapan selamat atas bergabungnya Indonesia di laman Kemlu China.

Perkumpulan BRICS berdiri tahun 2009 dengan anggota awal—sesuai singkatan namanya—Brasil, Rusia, India, dan China, kemudian disusul Afrika Selatan tahun 2010. Tahun 2024, aliansi tersebut memperluas keanggotaannya dengan bergabungnya Iran, Mesir, Etiopia, dan Uni Emirat Arab.

Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, berbicara dalam acara Lomba Desain Logo 75 Tahun Persahabatan Indonesia-China, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (7/1/2025). *** Local Caption *** Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, berbicara dalam acara Lomba Desain Logo 75 Tahun Persahabatan Indonesia-China, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (7/1/2025).

Wang melanjutkan, partisipasi Indonesia di BRICS akan membawa manfaat dan kemakmuran nyata bagi rakyat Indonesia. ”Kami sangat bangga dan menantikan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk memajukan semua kemitraan strategis yang komprehensif,” ucapnya.

Dengan menjadi anggota di BRICS, kata Wang, jalur kerja sama antara China dan Indonesia semakin bertambah. Tahun ini, kedua negara juga merayakan 75 tahun hubungan diplomatik. 

”Hubungan China semakin kuat dan semarak. Sebagai mitra utama di Dunia Selatan (Global South), kita telah menjaga kolaborasi dan koordinasi yang dekat dalam isu regional dan internasional. Bersama-sama, kita menyinergikan Inisiatif Sabuk dan Jalan dari China dan strategi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” tutur Wang.

Wang menyebutkan, titik baru hubungan Indonesia dan China terlihat dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing, November 2024. China menjadi negara pertama yang dikunjungi Prabowo setelah dilantik sebagai presiden.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping memeriksa pasukan dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China upacara kenegaraan penyambutan kunjungan kenegaraan Prabowo di Great Hall of The People, Beijing, China, Sabtu (9/11/2024),

Dari pertemuan tersebut, keduanya mengeluarkan pernyataan bersama tentang memajukan kemitraan strategis komprehensif. ”Ada banyak progres hubungan kedua negara dalam beberapa dekade terakhir dan ada koneksi personal di antara kedua presiden,” kata Wang.

Kerja sama maritim

Satu poin yang menyita perhatian masyarakat internasional dalam pernyataan tersebut adalah soal kerja sama maritim. Pada poin sembilan paragraf kedua tertulis, kedua negara akan mengembangkan wilayah yang sedang berada dalam situasi tumpang tindih klaim. Untuk itu, Indonesia dan China akan membentuk Komite Pengarah Bersama Antar-Pemerintah.

Terkait itu, Wang mengaku pembentukan komite masih dalam pembahasan. ”Kami akan berbicara dengan Pemerintah Indonesia tentang detail dari area pengembangan yang memungkinkan dan juga perusahaan-perusahaan yang mungkin ikut serta dalam pengembangan bersama tersebut,” tuturnya.

Wang menambahkan, kerja sama perdagangan antara kedua negara juga terus diperkuat. China mempunyai pasar besar untuk produk agrikultur Indonesia. ”Saat kunjungan presiden, kami menyetujui protokol tentang kelapa dari Indonesia dan kami sedang membahas yang lain,” ujar Wang.

Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun menambahkan, saat ini merupakan momentum bagi hubungan Indonesia dan China. Hubungan baik kedua negara terefleksikan pada angka perdagangan surplus untuk Indonesia, jumlah investasi asing langsung di Indonesia yang meningkat satu dekade terakhir, dan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di China. Ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke China turut bertambah pesat.

Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun menyampaikan pemaparannya terkait hubungan Indonesia-China dalam kunjungannya ke Redaksi Harian Kompas di Menara Kompas, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2024).

Untuk awal tahun 2025 ini saja, Djauhari menjelaskan, Indonesia sudah mendapat komitmen investasi sebesar 7,46 miliar dollar AS dari China. Investasi ini diperoleh sesudah kunjungan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani, akhir tahun 2024.

”Kondisi geoekonomi dan geopolitik sedang bertransformasi. Tidak ada pilihan lain, kedua negara harus memperkuat hubungan pada tiga pilar, yaitu keamanan politik, pembangunan ekonomi, dan diplomasi antarwarga (people to people),” kata Djauhari.


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi