Hendra Setiawan, dijuluki Naga Salju, berhadapan dengan pelatihnya dulu, Herry IP "Naga Api", saat membawa anak asuhan masing-masing ke semifinal Indonesia Terbuka.
07 Jun 2025 13:52 WIB · Olahraga
Laga semifinal Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 pada sektor ganda putra akan terasa makin istimewa. Bukan hanya karena Indonesia menempatkan dua wakil yang akan beraksi di lapangan, melainkan juga menghadirkan dua pelatih yang sama-sama merupakan sosok legendaris di bulu tangkis Tanah Air, Herry Iman Piengardi dan Hendra Setiawan.
Dalam salah satu pertandingan semifinal, ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman/Mohammad Reza Pahlevi, bakal menghadapi wakil Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee. Pertandingan yang akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/6/2025), itu juga akan jadi momen Hendra dan Herry IP kembali berada di satu lapangan yang sama.
Berbeda dengan momen-momen sebelumnya, kali ini Hendra tak lagi berada di tengah lapangan. Dia tak lagi beraksi dan berjuang sebagai pemain di bawah arahan Pelatih Herry IP, yang dijuluki ”Naga Api” oleh para penggemar.
Hendra, yang dijuluki ”Naga Salju”, dan Herry IP akan sama-sama berada di pinggir lapangan, duduk di kursi pelatih. Mereka bertemu sebagai pelatih untuk anak-anak asuhan yang saling berhadapan. Inilah pertemuan antara murid dan guru.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/07/ec12bb7321e5882d42ae464bf0c1679a-20250606TOK42.jpg)
”Ya pasti Koh Herry IP, kan, lebih jauh ilmunya-lah. Namun, saya harap kami bisa tampil maksimal saja. Jadi, yang penting sekarang untuk Sabar/Reza dari recovery-nya. Semoga bisa pulih,” ucap Hendra yang melatih Sabar/Reza. Reza menjalani Indonesia Terbuka dengan cedera punggung.
Sejak All England 2025, Maret lalu, Hendra mendampingi Sabar/Reza. Adapun Herry IP memimpin skuad ganda putra Malaysia mulai tahun ini. Salah satu anak asuhan Herry IP adalah Man Wei Chong/Tee Kai Wun yang bakal berhadapan dengan Sabar/Reza.
Indonesia Terbuka menjadi turnamen pertama bagi Herry mendampingi Man/Tee dan pasangan ganda putra Malaysia di Indonesia. Setelah tak dipilih PP PBSI 2024-2028 untuk melatih di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Herry IP dipinang Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM).
Sebelum hijrah ke Malaysia, pelatih berusia 62 tahun itu pernah bertugas melatih ganda campuran Indonesia selama kurang lebih setahun. Sementara itu, selama sekitar 24 tahun, Herry IP melatih ganda putra pelatnas.
Selama kiprahnya yang panjang itu, Herry IP melahirkan banyak ganda putra yang jadi bagian dari pemain elite dunia, tidak terkecuali Hendra Setiawan. Di bawah asuhan Herry IP, Hendra meraih sejumlah prestasi bergengsi, seperti tiga gelar juara dunia pada 2013, 2015, 2019 bersama Mohammad Ahsan. Maka, bisa dibilang Herry IP adalah guru bagi Hendra.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/03/63b3842e-6fad-41db-a191-a87d3602b447_jpg.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/07/58ec42acecbed7d1a499447685d7e6bd-cropped_image.jpg)
”Sebenarnya ini baru pertama kali juga Koh Herry di Malaysia. Saya juga baru pertama kali bertemu dia. Jadi, saya tidak bisa ngomong banyak (soal permainan). Namun, yang penting, apa strategi kami, kami terapkan dulu,” tutur Hendra.
Adapun Herry IP mengatakan sebenarnya sudah biasa melihat muridnya menjadi pelatih, lalu menjadi lawan di sebuah pertandingan. Hal itu pernah Herry IP alami ketika muridnya, Rexy Mainaky, menjadi pelatih ganda putra Malaysia dan bertemu dengannya sebagai rival di pertandingan.
Herry IP pun menyebutkan, Hendra punya bakat untuk melatih. Apalagi, dia punya banyak pengalaman dan dekat dengan pemain.
Sejak mengumumkan pensiun sebagai pemain pada Desember 2024 dan menjalani laga terakhir bersama Mohammad Ahsan pada Januari 2025, Hendra sebenarnya tidak berniat untuk langsung menjadi pelatih. Namun, Sabar mengungkapkan, Hendra pernah mengatakan kesediaannya dimintai bantuan jika pasangan itu membutuhkan.
Sabar/Reza diketahui mengikuti jejak Hendra/Ahsan ketika masih bermain dengan memutuskan keluar dari pelatnas. Mereka menjadi pemain independen dan mendapat dukungan dari perusahaan kuliner, Waroeng Steak, yang juga menjadi sponsor bagi Hendra/Ahsan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/06/8d2fa5ec8c41a908b2b30187a50c448e-20250606TOK37.jpg)
Kesediaan Hendra itu dimanfaatkan Sabar/Reza untuk memintanya menjadi pelatih mereka. Sabar mengatakan, meski Hendra merupakan sosok yang pendiam, mereka justru nyaman dilatih olehnya.
Sebab, Hendra bisa menyampaikan instruksi secara to the point. ”Karena orangnya kalem, menular juga ke pemain. Jadi ikut tenang saat momen-momen kritis,” ucap Sabar.
Di Istora yang penuh sejarah, dua sosok legendaris akan berduel dengan membawa pemain asuhan masing-masing. Kehadiran Herry sang Naga Api dan Hendra sang Naga Salju membuat laga semifinal Indonesia Terbuka 2025 akan terasa makin istimewa.
Penulis:
Rebiyyah Salasah, Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul