Duka Ukraina di Minggu Palma

Serangan Rudal Rusia menewaskan 34 penduduk Ukraina.

14 Apr 2025 10:58 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Dua rudal yang diluncurkan Rusia ke kota Sumy, di Ukraina mengagetkan warga yang sedang menikmati hari Minggu Palma (13/04/2025). Rudal pertama menghantam gedung universitas dan perkantoran yang berada disebelahnya. Rudal kedua yang datang tak lama sesudahnya, jatuh diantara keramaian jalan raya di jantung kota itu. Sebuah bus penuh penumpang terkena ledakan ini.

Api membesar disertai asal hitam membumbung tinggi. Jerit tangis warga bersautan dengan bunyi sirine darurat. Petugas kebakaran yang datang berusaha memadamkan api dengan meyemprotkan air. 

Sebagian petugas lain, dibantu warga menolong korban yang bergeletakan dijalan. Mereka yang masih hidup segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Puluhan mayat yang ditemukan dilokasi ditutup plastik perak. 

Pemadam kebakaran menyemprotlan air setelah serangan rudal Rusia yang menewaskan sedikitnya 20 warga sipil di Sumy, Ukraina, Minggu, 13 April 2025.
Suasana tidak lama setelah rudal meledak yang menewaskan sedikitnya 20 warga sipil di Sumy, Ukraina, Minggu, 13 April 2025.
Petugas membersihkan puing-puing gedung universitas yang hancur akibat serangan rudal Rusia di Sumy, Ukraina, Minggu, 13 April 2025.
SUasana saat petugas membersihkan puing-puing gedung universitas yang hancur akibat serangan rudal Rusia di Sumy, Ukraina, Minggu, 13 April 2025.
Petugas penyelamat Ukraina berjalan melewati mobil yang terbakar di depan bangunan yang rusak di lokasi serangan rudal di Sumy, timur laut Ukraina, pada 13 April 2025

Serangan skala besar yang dilakukan Rusia terhadap wilayah Ukraina ini merenggut 34 korban tewas dan mengakibatkan ratusan korban luka-luka.  Serangan ini juga diklaim sebagai serangan yang paling mematikan sepanjang tahun 2025. 

Seorang petugas penyelamat beristirahat di dekat gedung universitas yang hancur akibat serangan rudal Rusia di Sumy, Ukraina, Minggu, 13 April 2025.

Sejarah Perang Rusia-Ukraina

Perseteruan kedua negara dimulai pada 24 Februari 2022. Saat itu Rusia melancarkan invasi skala besar ke Ukraina, yang memicu krisis pengungsi dan eskalasi konflik. Namun jauh sebelum itu, bara permusuhan keduanya telah tersemai.
Dimulai dari invasi Rusia, Perang Rusia-Ukraina diawali pada 2014. Saat itu separatis yang didukung Rusia menyerbu dan menganeksasi Krimea, menyita sebagian wilayah Donbas di Ukraina yang terdiri atas Oblast, Luhansk dan Donetsk. Pada 2021, Rusia memulai penumpukan militer skala besar pada batas Rusia-Ukraina. 

Sebuah mayat tergeletak di tanah setelah serangan rudal Rusia di Sumy, Ukraina, Minggu 13 April 2025.
Seorang wanita membersihkan jendelanya setelah serangan rudal Rusia di Sumy, Ukraina, Minggu 13 April 2025.
Seorang pria berjalan di dalam sebuah bangunan yang hancur karena serangan rudal Rusia di Sumy, Ukraina, Minggu 13 April 2025.
Tim penyelamat Ukraina beristirahat di lokasi serangan rudal di Sumy, timur laut Ukraina, pada 13 April 2025. Serangan dua rudal balistik menghantam pusat kota timur laut, dekat dengan perbatasan Rusia, menewaskan sedikitnya 34 orang,
Polisi berjaga di lokasi serangan rudal di Sumy, timur laut Ukraina, pada 13 April 2025.

Perang sebenarnya dimulai 24 Februari 2022, ketika Rusia melancarkan serangan udara, darat, dan laut yang menghancurkan Ukraina. Awalnya, serangan ini sempat disangkal, Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam serangannya, Rusia menargetkan bandara dan markas militer di seluruh Ukraina, termasuk bandara internasional Boryspil di Kyiv.

Pasukan Rusia merangsek  dari berbagai arah, termasuk timur laut dekat Kharkiv, timur dekat Luhansk, serta dari Belarus di utara dan Crimea di selatan. Pasukan terjun payung Rusia juga diterjunkan untuk merebut pangkalan udara di dekat Kyiv dan kota pelabuhan besar seperti Odessa dan Mariupol.

Pertukaran masing-masing 175 tawanan perang Rusia dan Ukraina, Rabu (19/03/2025)  sempat diharapkan menjadi harapan baru akan perdamaian setelah lebih dari tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina. Pertukaran ini juga menjadi yang terbanyak. Saat itu, Ratusan keluarga menunggu dengan cemas kedatangan bus yang membawa tawanan di tempat yang disepakati kedua pihak, di dekat perbatasan utara kedua negara yang bertikai, wilayah Chernihiv, Ukraina. 

Tentara Ukraina yang dibebaskan dalam program pertukaran tawanan perang, diambut keluarganya, 19 Maret 2025.
175 tahanan perang Ukraina dengan bendera nasional, setelah pertukaran di lokasi yang dirahasiakan, di tengah invasi Rusia di Ukraina.
Tentara Rusia berbaris untuk naik bus setelah dibebaskan dalam pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina, di lokasi yang tidak ditentukan.
Sekelompok tentara Rusia bertepuk tangan saat mereka duduk di bus setelah dibebaskan dalam pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina, di lokasi yang tidak ditentukan.
Seorang prajurit Ukraina berbicara di telepon dengan keluarganya setelah kembali dari penahanan dalam pertukaran tawanan perang antara Rusia dan Ukraina di Ukraina, Rabu, 19 Maret 2025.

Tembakan dua rudal terakhir Rusia ke arah Ukraina di Minggu Palma kemarin, memastikan bahwa perang masih akan terus berlanjut. Sampai hari ini, perang telah berlangsung lebih dari tiga tahun, tepatnya 1.145 hari dan telah menewaskan puluhan ribu korban dari kedua pihak.

Perang belum menunjukkan tanda-tanda akan usai.



Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .