Para pemimpin dunia menitipkan harapan akan kerja sama dan hubungan lebih baik dengan AS. Di saat yang sama, harapan imigran akan masa depan lebih baik di AS kandas.
21 Jan 2025 08:18 WIB · Internasional
WASHINGTON, SENIN — Ucapan selamat dan harapan akan terjalinnya kerja sama dan hubungan yang lebih baik dengan Amerika Serikat mengalir dari para pemimpin dunia segera setelah Donald Trump dilantik sebagai Presiden ke-47 AS di Gedung Capitol, Washington DC, Senin (20/1/2025) siang waktu setempat atau Senin tengah malam WIB.
Ucapan disampaikan secara langsung ataupun melalui media sosial. Para pemimpin yang termasuk paling awal memberikan ucapan selamat antara lain Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden Rusia Vladimir Putin, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara Mark Rutte, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Harapan yang sama juga datang dari Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri India Narendra Modi, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Sekretaris Eksekutif Perubahan Iklim PBB Simon Stiell, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, dan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban.
Ucapan selamat melalui media sosial X disampaikan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Panama Jose Raul Mulino, dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/21/d91ac3232868903c596b42cd341b2427-000_36UX3BW.jpg)
”Atas nama Pemerintah Meksiko, saya mengucapkan selamat kepada Donald Trump atas pelantikannya sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat. Sebagai tetangga dan mitra bisnis, dialog, rasa hormat, dan kerja sama akan selalu menjadi simbol hubungan kita,” tulis Sheinbaum di X.
Pernyataan ini muncul setelah Trump dalam pidato pelantikannya mengumumkan keadaan darurat nasional di perbatasan AS-Meksiko dan memulai proses deportasi jutaan imigran. Trump menyebut mereka sebagai ”alien kriminal”.
Trump juga menyebut kartel narkoba sebagai organisasi teroris asing dan akan mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. Trump mengancam akan memberlakukan tarif 25 persen untuk barang-barang Meksiko, tetapi belum jelas rencana spesifiknya.
Terkait dengan isu imigran, Sheinbaum menyatakan siap menerima warga Meksiko yang diusir oleh AS. Dia tidak menjelaskan apakah Meksiko akan menerima warga negara asing lain yang diusir AS. ”Kepada saudara-saudari senegara kita, kalian tidak sendirian. Kita harus tetap tenang dan melihat bagaimana prosesnya berkembang,” kata Sheinbaum, politisi dari kelompok sayap kiri.
Pendahulu Sheinbaum, Andres Manuel Lopez Obrador, memiliki hubungan baik dengan Trump selama masa jabatan pertamanya (2017-2021). Padahal, Trump sering menggambarkan imigran Meksiko sebagai ”pemerkosa” dan pengedar narkoba.
Beberapa menit setelah Trump dilantik, aplikasi yang diperkenalkan mantan Presiden AS Joe Biden untuk membantu memproses izin untuk masuk ke AS bernama CBP One tak lagi aktif. Sesuai dengan janji kampanye, Trump langsung menghentikan proses aplikasi izin masuk AS.
Margelis Tinoco (48), warga Kolombia yang ingin masuk ke AS, menangis tersedu-sedu setelah janji suakanya dibatalkan. ”Saya tidak tahu lagi apa yang akan terjadi dalam hidup saya,” kata Tinoco yang melewati perjalanan panjang dan berbahaya dari Amerika Selatan bersama suami dan anaknya. Tinoco menunjukkan isi pesan di layar ponselnya yang memberitahukan bahwa janji temu yang sudah didapatnya telah dibatalkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/21/e7f7c99f15cee45c7c486613abbefb05-063_2194932514.jpg)
Yaime Perez (27), warga Kuba, juga memohon agar diperbolehkan masuk AS. ”Karena kami sudah di sini, tolong izinkan kami masuk, tolong, setelah semua kerja keras yang telah kami lakukan untuk sampai di sini. Izinkan kami masuk ke negara Anda sehingga kami dapat memperbaiki diri dalam hidup dan menjadi seseorang,” ujarnya.
Antony Herrera tiba di perbatasan bersama istri dan tiga anaknya setelah menempuh perjalanan panjang dari negara asal mereka, Venezuela. Janji temu mereka pun dibatalkan. Dia dan keluarganya terpaksa meninggalkan Venezuela yang dilanda krisis.
Selama masa jabatan pertamanya di Gedung Putih pada 2017-2021, Trump memberikan tekanan besar kepada Meksiko untuk membendung gelombang migran dari Amerika Tengah. Kini, Trump kembali memberlakukan kebijakan ”Tetap di Meksiko” itu.
Berdasarkan aturan tersebut, orang yang mengajukan permohonan untuk memasuki AS di perbatasan Meksiko tidak diizinkan memasuki AS hingga permohonan mereka diputuskan.
Pada waktu itu, Meksiko setuju menerima orang yang dideportasi dari negara lain tetapi ada imbalannya. Partai Republik harus menarik ancaman tarifnya. Tidak jelas apakah Pemerintah Meksiko sekarang akan melakukan hal yang sama.
Di Meksiko selatan, ratusan migran yang menuju AS mengabaikan peringatan Trump dan berangkat dengan berjalan kaki dari dekat perbatasan dengan Guatemala. Itu menjadi cara bagi para migran menekan otoritas Meksiko agar mengeluarkan izin yang memungkinkan mereka transit melalui negara tersebut tanpa ditahan.
Di antara para pemimpin negara lainnya, Presiden Zelenskyy segera mengucapkan selamat kepada Trump sambil ”memuji” dan mengharapkan agar Trump mengedepankan perdamaian. ”Presiden Trump selalu tegas. Kebijakan perdamaian melalui kekuatan yang diumumkannya memberikan kesempatan untuk memperkuat kepemimpinan Amerika dan mencapai perdamaian jangka panjang dan adil, yang merupakan prioritas utama,” ujarnya.
Presiden Putin juga menyatakan terbuka untuk berdialog dengan pemerintahan baru AS mengenai perang Ukraina. ”Saya mau menekankan bahwa tujuannya bukanlah gencatan senjata singkat. Akan tetapi, perdamaian abadi yang didasarkan pada penghormatan terhadap kepentingan sah semua orang,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/04/27/d44c25a1-9a0d-4556-b659-f81e868e2f7c.jpg)
PM Netanyahu pun yakin Israel dan AS akan dapat bekerja sama lagi dan meningkatkan aliansi AS-Israel ke tingkat yang lebih tinggi. Sementara Presiden Abbas menyatakan siap bekerja sama dengan AS untuk mencapai perdamaian berdasarkan solusi dua negara.
”Negara Palestina dan negara Israel hidup berdampingan dalam keamanan dan perdamaian, memastikan keamanan dan stabilitas di kawasan kita dan dunia,” kata Abbas.
Setelah memberi ucapan selamat, Sekjen NATO Rutte mengingatkan bahwa kembalinya Trump akan memacu ”pengeluaran dan produksi pertahanan” di NATO.
PM Meloni melalui X menyatakan keyakinannya bahwa persahabatan antara Italia dan AS akan memperkuat kolaborasi kedua negara dalam menghadapi tantangan global dan membangun masa depan yang makmur dan aman bagi rakyat kedua negara. Dia mengingatkan akan peran Italia dalam memperkuat dialog antara AS dan Eropa.
Presiden Mulino bereaksi keras terhadap janji Trump bahwa AS akan mengambil alih kembali Terusan Panama. Mulino menegaskan, jalur air antarsamudra utama itu akan tetap berada di bawah kendalinya. ”Terusan itu akan tetap menjadi milik Panama,” kata Mulino.
Adapun Von der Leyen berharap Uni Eropa dapat bekerja sama dengan AS untuk mengatasi tantangan global. Kepada Trump, PM Hongaria Viktor Orban mengatakan mereka sekarang harus ”menduduki Brussels”.
Orban, salah satu sekutu terdekat Trump di Eropa, tidak datang ke pelantikan Trump tetapi sudah tiga kali bertemu dengan Trump tahun lalu. Orban mengatakan, AS kini memiliki ”presiden yang patriotik, cinta damai, menolak migrasi, dan berorientasi pada keluarga”.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2018/12/02/ca17d5d0-c043-4965-8a1d-55b5dd631d9f.jpg)
Kelompok yang dipimpin Hongaria di Parlemen Eropa, Patriots for Europe yang berhaluan kanan ekstrem, kini menjadi blok politik terbesar ketiga. Namun, di dalam Komisi Eropa, Oliver Varhelyi dari Hongaria hanya memperoleh sedikit jabatan di bidang kesehatan dan kesejahteraan hewan.
UE telah membekukan sekitar 19 miliar euro dana yang dialokasikan untuk Hongaria atas dugaan korupsi dalam pengadaan umum. Hongaria mengklaim Brussels menahan dana tersebut untuk menekannya atas transformasi yang digambarkannya sebagai ”tidak liberal” dan membantah tuduhan korupsi.
PM Modi mengucapkan selamat sambil mengatakan bahwa Trump adalah ”sahabat karibnya”.
PM Trudeau mengharapkan kerja sama dengan Trump dan hanya dengan kerja sama keduanya akan menjadi negara yang kuat. Pernyataan ini keluar setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif 25 persen terhadap impor Kanada. ”Kanada dan AS memiliki kemitraan ekonomi paling sukses di dunia,” kata Trudeau.
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengingatkan bahwa AS adalah sekutu terdekat Jerman dan tujuan kebijakan Jerman selalu mewujudkan hubungan transatlantik yang baik. Presiden Lula berharap pemerintahan Trump sukses dan AS akan terus menjadi mitra historis Brasil.
Sementara Sekretaris Eksekutif Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa Simon Stiell mengatakan pintu tetap terbuka untuk Perjanjian Paris. ”Kami menyambut keterlibatan konstruktif dari semua negara,” kata Stiell.
Segera setelah dilantik, Trump sudah menandatangani perintah menarik AS dari perjanjian iklim Paris untuk kedua kalinya. Ini penolakan tegas Trump terhadap upaya global untuk memerangi perubahan iklim saat bencana cuaca semakin parah di seluruh dunia.
Trump kemudian menindaklanjutinya dengan menandatangani surat resmi kepada PBB. Surat itu memberitahukan kepada PBB niat AS untuk meninggalkan perjanjian penting tahun 2015 yang berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan menyebabkan perubahan iklim. (REUTERS/AFP/AP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari